Apa Itu Hukum Pareto? Ini Pengertian dan Contohnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ilmu ekonomi, hukum Pareto atau yang dikenal juga sebagai prinsip 80:20 adalah rumusan matematis yang menyatakan bahwa sekitar 80% hasil berasal dari 20% penyebab. Namun, rumusan ini tidak hanya berlaku dalam kegiatan ekonomi, tapi bisa juga ditemukan dalam berbagai aspek kehidupan.
Hukum Pareto dikemukakan oleh seorang ekonom asal Italia, Vilfredo Pareto. Awalnya, prinsip 80:20 ini digunakan untuk menyatakan bahwa 80% dari uang yang beredar di Italia hanya dikuasai oleh 20% jumlah penduduknya.
Dalam perkembangannya, hukum Pareto berlaku bukan hanya pada jumlah kekayaan di Italia, melainkan juga terjadi di seluruh negeri. Bahkan, bukan terkait masalah ekonomi saja, hukum Pareto ini juga berlaku dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
Apa Itu Hukum Pareto?
Hukum Pareto adalah fenomena yang menyatakan perbandingan antara 80:20%, di mana 80% tersebut merupakan hasil kerja dan sisanya (20%) adalah bentuk usaha atau kerja yang dilakukan.
Dikutip dari buku Buat Apa Waktu dan Energi Kita? (Kiat Produktif Kreatif) oleh Dian Nafi (2023: 23), hukum Pareto menggambarkan secara kasar bahwa mayoritas hasil (digambarkan sebagai 80%), didapatkan dari minoritas upaya (sekitar 20%) yang dilakukan.
Sebenarnya, hukum Pareto ini bisa juga berbentuk distribusi 80:10, 80:30, atau lainnya. Sebab, intinya adalah sebagian besar akibat dihasilkan oleh sebagian kecil penyebab.
Hukum Pareto kemudian dikembangkan oleh seorang konsultan bisnis bernama Joseph M. Juran setelah mengetahui kisah Vilfredo Pareto pada tahun 1906 yang mengungkapkan bahwa sekitar 80% uang beredar di Italia dimiliki oleh sekitar 20% penduduk saja.
Hukum Pareto bukanlah suatu hukum yang baku, tapi hanya sebagai sebuah kemungkinan teori yang bisa diterapkan untuk efektivitas dan efisiensi dalam kehidupan sehari-hari. Namun, Anda akan mudah menemui prinsip ini seakan-akan sudah menjadi suatu hukum alam.
Selain itu, aturan 80:20 dalam hukum Pareto tidak bisa selalu dijadikan patokan. Hal ini karena perbandingannya bisa saja menjadi 70:30, 60:40, bahkan 90:10 atau angka-angkanya terbalik.
Baca Juga: Bentuk Kegiatan Ekonomi yang Bergerak dalam Layanan Konsultasi Hukum
Contoh Hukum Pareto
Pada dasarnya, prinsip hukum pareto adalah menggunakan waktu, tenaga, uang, dan orang lain untuk mengerjakan hal-hal yang penting, sehingga hasil capaiannya dengan produktivitas menjadi empat kali lipat (dari 20 persen ke 80 persen).
Dikutip dari buku Smart Leadership: Being a Leader oleh Paulus Kurniawan, dkk., adapun beberapa contoh penerapan hukum Pareto dalam kehidupan sehari-hari adalah:
Kepemimpinan: 20% orang mengambil 80% keputusan.
Pekerjaan: 20% hal yang Anda kerjakan memberikan 80% bagian dari kepuasaan diri Anda.
Perkebunan: 20% benih yang ditanam menghasilkan 80% kacang-kacangan di kebun.
Produk: 20% produksi produk menghasilkan 80% keuntungan.
Waktu: 20% waktu Anda akan memberikan 80% dari apa yang Anda hasilkan.
Berbicara: 20% presentasi menghasilkan 80% pengaruh.
Bacaan: 20% isi sebuah buku membahas 80% permasalahannya.
Konsultasi: 20% orang yang menemui Anda menghabiskan 80% dari waktu Anda.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa pernyataan dalam hukum Pareto?

Apa pernyataan dalam hukum Pareto?
Hukum Pareto menggambarkan secara kasar bahwa mayoritas hasil (digambarkan sebagai 80%), didapatkan dari minoritas upaya (sekitar 20%) yang dilakukan.
Siapa yang mengemukakan hukum Pareto?

Siapa yang mengemukakan hukum Pareto?
Hukum Pareto dikemukakan oleh seorang ekonom asal Italia, Vilfredo Pareto. Awalnya, prinsip 80:20 ini digunakan untuk menyatakan bahwa 80% dari uang yang beredar di Italia hanya dikuasai oleh 20% jumlah penduduknya.
Apakah hukum Pareto bersifat mutlak?

Apakah hukum Pareto bersifat mutlak?
Hukum Pareto bukanlah suatu hukum yang baku, tapi hanya sebagai sebuah kemungkinan teori yang bisa diterapkan untuk efektivitas dan efisiensi dalam kehidupan sehari-hari.
