Apa Itu IHSG? Ini Pengertian, Sejarah, dan Fungsinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat dihentikan sementara pada Selasa, 18 Maret 2025. Mekanisme yang disebut trading halt ini dilakukan karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan hingga lebih dari 5 persen.
Penurunan IHSG tersebut menunjukkan adanya sentimen negatif dari investor yang masih menunggu kejelasan mengenai kebijakan ekonomi global dan nasional. Ketidakpastian ini membuat para investor lebih berhati-hati dalam membuat keputusan investasi.
Meski menjadi peristiwa yang heboh, ternyata ada banyak yang belum mengetahui apa itu IHSG. Simak pembahasannya berikut ini termasuk sejarah dan fungsinya dalam pasar modal Indonesia.
Apa Itu IHSG?
Dikutip dari laman idx.co.id, IHSG adalah indeks yang menggambarkan pergerakan harga dari seluruh saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Di pasar global, IHSG dikenal dengan sebutan Indonesia Composite Index (ICI) atau IDX Composite.
IHSG digunakan untuk menunjukkan kondisi umum pasar saham Indonesia dalam satu indikator. Indeks ini menjadi acuan utama bagi investor untuk menganalisa pasar modal dan melihat tren investasi di Indonesia. Artinya, IHSG adalah gambaran pergerakan rata-rata saham di Indonesia.
Pergerakan IHSG dipengaruhi oleh fluktuasi harga saham, volume perdagangan, dan sentimen investor di pasar modal. Mengutip laman Otoritas Jasa Keuangan, IHSG dihitung dengan menggunakan rata-rata berimbang berdasarkan jumlah saham yang tercatat di bursa atau Market Value Weighted Average Index.
Kenaikan IHSG biasanya menandakan perekonomian yang sedang baik, sedangkan penurunan menunjukkan kondisi sebaliknya. Karena itu, IHSG dianggap sebagai indikator utama dalam menilai kinerja pasar modal Indonesia secara keseluruhan.
Sejarah tentang IHSG
Dikutip dari buku Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank (Teori dan Aplikasi) oleh Fatih Fuadi, IHSG diperkenalkan pertama kali pada 1 April 1983 oleh Bursa Efek Jakarta (BEJ) atau Jakarta Stock Exchange (JSX).
IHSG dimulai dengan nilai dasar 100 poin dan terus berfluktuasi seiring dengan perubahan pasar. Sejak awal diperkenalkan, IHSG telah mengalami perjalanan yang panjang dan penuh dinamika.
Perjalanan IHSG dipengaruhi oleh berbagai peristiwa global dan domestik yang berdampak pada pasar saham Indonesia. Sejumlah peristiwa penting yang memengaruhi pergerakan IHSG sebagai berikut:
1998: IHSG turun tajam akibat krisis moneter Asia.
2008: Krisis finansial global menyebabkan IHSG merosot.
2020: Pandemi COVID-19 menyebabkan IHSG mengalami penurunan signifikan sebelum pulih kembali.
2024: IHSG mencapai rekor tertinggi dalam sejarah pasar modal Indonesia.
Fungsi IHSG dalam Pasar Modal
IHSG mengambil peran penting dalam perekonomian dan pasar modal Indonesia. Dikutip dari laman BEI, berikut adalah beberapa fungsi utama IHSG:
Mengukur Sentimen Pasar: IHSG mencerminkan suasana pasar secara umum, menunjukkan apakah pasar sedang berada dalam kondisi positif atau negatif.
Instrumen Investasi Pasif: IHSG digunakan sebagai dasar dalam produk investasi pasif seperti Reksa Dana Indeks dan ETF Indeks yang mengikuti pergerakan indeks saham.
Tolok Ukur Portofolio Aktif: IHSG berfungsi sebagai acuan untuk mengevaluasi kinerja portofolio investasi aktif dan membandingkannya dengan hasil pasar secara keseluruhan.
Alat Ukur Pengembalian Investasi dan Risiko: IHSG dapat digunakan untuk mengukur hasil investasi dan risiko sistematis, serta menilai kinerja yang sudah disesuaikan dengan faktor risiko.
Referensi dalam Alokasi Aset: IHSG menjadi acuan untuk menentukan alokasi yang tepat dalam investasi saham di pasar modal Indonesia dalam portofolio yang terdiversifikasi.
Baca juga: Arti Trading Halt dalam Pasar Saham dan Mekanisme Penerapannya
(RK)
