Konten dari Pengguna

Apa Itu Jejak Karbon? Ini Penjelasan dan Cara Menguranginya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seorang pendaki berjalan melewati gletser Bionnassay, gletser terkecil dari kompleks Mont Blanc di Prancis, yang menyusut di bawah pengaruh pemanasan global. Foto: REUTERS/Yann Tessier
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pendaki berjalan melewati gletser Bionnassay, gletser terkecil dari kompleks Mont Blanc di Prancis, yang menyusut di bawah pengaruh pemanasan global. Foto: REUTERS/Yann Tessier

Jejak karbon adalah salah satu penyebab pemanasan global yang menjadi perhatian dunia saat ini. Berdasarkan Laporan Iklim Global 2023 dari NOAA, tingkat pemanasan global saat ini berlangsung 3 kali lebih cepat sejak 1982.

Dampak pemanasan global bukan persoalan yang bisa dianggap remeh. Sebab, peningkatan suhu bumi dapat menyebabkan banyak masalah, mulai dari kekeringan, kekurangan bahan pangan, bencana alam, hingga hilangnya sejumlah spesies.

Deretan ancaman tersebut yang akhirnya mendorong banyak pihak melakukan berbagai upaya untuk memperlambat peningkatan suhu bumi. Salah satu caranya dengan mengurangi jejak karbon di lingkungan. Sebenarnya, apa itu jejak karbon?

Apa Itu Jejak Karbon?

Ilustrasi jejak karbon. Foto: Shutter Stock

Dikutip dari Enel Green Power, jejak karbon adalah jumlah emisi gas karbon dioksida (CO2) yang dilepaskan ke atmosfer oleh aktivitas seseorang, perusahaan, organisasi, kota, atau negara. Pada intinya, istilah ini digunakan untuk menjelaskan seberapa besar kontribusi seseorang atau sesuatu terhadap pemanasan global.

Jejak karbon dibedakan menjadi dua kategori, yakni emisi langsung dan tidak langsung. Emisi langsung mencakup hasil pembakaran bahan bakar fosil untuk transportasi, memanaskan manufaktur, dan sebagainya.

Sedangkan emisi tidak langsung merujuk pada emisi yang diperlukan untuk menghasilkan listrik. Selain itu, konsep jejak karbon juga sering mencakup emisi gas lain seperti metana, nitrogen oksida, atau klorofluorokarbon.

Perlu dicatat bahwa jejak karbon tidak hanya dihasilkan dari pembakaran bahan fosil dan penggunaan listrik, tapi juga dari makanan yang dikonsumsi.

Bahkan, menurut laporan dalam laman United Nations, sekitar sepertiga dari jumlah emisi gas rumah kaca disebabkan oleh makanan. Jejak karbon pada makanan dimulai dari proses ekstraksi bahan baku, produksi, distribusi, hingga barang tersebut sampai di tangan konsumen. Sebagai gambaran, berikut rincian jejak karbonnya:

  • Metana dari proses pencernaan ternak.

  • Nitrogen oksida dari pupuk yang digunakan untuk produksi tanaman.

  • Karbon dioksida dari penebangan hutan untuk perluasan lahan pertanian.

  • Emisi pertanian lainnya dari pengelolaan pupuk kandang, penanaman padi, pembakaran sisa tanaman, dan penggunaan bahan bakar di pertanian.

Itulah mengapa pemanasan global sangat berkaitan dengan aktivitas manusia. Sebab, terdapat jejak karbon di hampir seluruh lini kehidupan.

Cara Mengurangi Jejak Karbon

Ilustrasi naik transportasi umum untuk kurangi jejak karbon. Foto: Shutterstock

Jejak karbon tidak dapat dihilangkan, tapi dapat dikurangi dengan melakukan hal-hal yang disarankan dalam laman United Nations berikut ini:

  • Hemat energi di rumah. Misalnya, dengan mengurangi penggunaan AC dan mesin cuci.

  • Beralih pada energi terbarukan, seperti menggunakan panel surya.

  • Berjalan kaki, bersepeda, naik transportasi umum, atau beralih ke kendaraan listrik untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.

  • Jangan membeli pakaian terlalu sering karena limbah tekstil menyumbang emisi yang besar.

  • Kurangi sampah makanan karena aksi ini dapat mengurangi jejak karbon hingga 300 kilogram CO2 per tahun.

Baca Juga: WTTC Ungkap Penurunan Signifikan Jejak Karbon di Industri Travel & Tourism

(DEL)