Konten dari Pengguna

Apa Itu Maksiat? Ini Penjelasan hingga Dampaknya bagi Kehidupan Manusia

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Illustrasi Maksiat. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Illustrasi Maksiat. Foto: Freepik

Maksiat merupakan lawan dari taat, istiqomah, dan takwa. Perbuatan ini dapat menjerumuskan dan membahayakan manusia, baik di dunia maupun akhirat. Lantas, apa itu maksiat?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), maksiat diartikan sebagai perbuatan yang melanggar perintah Allah SWT. Jika seorang hamba melakukan perbuatan bermaksiat, artinya dia menentang Allah SWT.

Menurut Ustadzah Umi A. Khalil dalam buku 101 Fakta Maksiat yang Membuatmu Pasti Akan Segera Meninggalkannya, maksiat terjadi karena kurangnya iman seseorang sehingga setan mudah menghasut pikiran dan nafsunya.

Makna Maksiat

Orang yang melakukan maksiat ialah yang berbuat sia-sia dan akan mendapatkan hukuman atas perbuatannya itu. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT yang berbunyi:

اِلَّا بَلٰغًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِسٰلٰتِهٖۗ وَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَاِنَّ لَهٗ نَارَ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًاۗ

Artinya: “(Aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia akan mendapat (azab) neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.” (QS. Al Jinn: 23).

Mengutip buku 101 Fakta Maksiat yang Membuatmu Pasti Akan Segera Meninggalkannya, Syaikh Abdullah bin Saleh Al Qushayyir menjelaskan bahwa seorang hamba yang bermaksiat kepada Allahjika ia melanggar seluruh perintah-Nya dan Rasul-Nya. Alquran menegaskan:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَّلَا مُؤْمِنَةٍ اِذَا قَضَى اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗٓ اَمْرًا اَنْ يَّكُوْنَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ اَمْرِهِمْ ۗوَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا مُّبِيْنًاۗ

Artinya: “Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.” (QS. Al Ahzab: 36)

Macam-Macam Maksiat

Illustrasi Maksiat. Foto: Freepik

Dalam kitab berjudul Fawaidul Fawaid karya Ibnul Qayyim disebutkan bahwa pokok-pokok maksiat, baik yang kecil maupun yang besar ada tiga perkara, yakni bergantungnya hati kepada selain Allah, mengikuti kekuatan marah, dan menaati kekuatan syahwat.

Ketergantungan hati kepada selain Allah adalah syirik dan berdoa kepada selain Dia. Mengikut kekuatan marah adalah pembunuhan. Dan menaati kekuatan syahwat adalah zina. Allah mengumpulkan tiga pokok ini dalam firman-Nya:

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا

Artinya: “Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya).” (QS. Al Furqan: 68)

Dampak Maksiat

Berikut lima dampak maksiat dalam kehidupan yang dihimpun dari buku Stop Maksiat Sebelum Terlambat karya Ibnul Qayyim al-Jauziyyah.

Pertama, maksiat akan menghalangi ilmu. Bagi pelajar dan mahasiswa, maksiat sangat berbahaya bagi dirinya yang sedang menuntut ilmu. Karena maksiat dapat menghalanginya dari ilmu yang sedang dipelajarinya. Imam Syafi’i berkata dalam syairnya:

Aku mengadu kepada Imam Waki’ (guruku) jeleknya hafalanku, kemudian beliau memintaku untuk menjauhi maksiat. Dan beliau mengabarkan bahwa ilmu itu adalah cahaya (dari Allah) dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada ahli maksiat.

Illustrasi Maksiat. Foto: Freepik

Kedua, maksiat dapat menghalangi rezeki. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya seseorang akan diharamkan dari rizkinya sebab perbuatan dosa yang ia lakukan.” (HR. Ahmad)

Ketiga, maksiat dapat mendatangkan kesulitan. Perbuatan ini akan membuat seseorang tidak punya solusi, kecuali melalui jalan yang serba sulit.

Keempat, maksiat dapat mengundang kegelapan hati. Dari Abdullah bin Abbas, ia berkata, “Kebaikan mendatangkan binar di wajah, cahaya di hati, kelapangan pada rezeki, kekuatan pada badan, dan kecintaan di hati banyak orang. Adapun perbuatan buruk menimbulkan rona hitam di wajah, kegelapan di dalam hati, kelemahan pada badan, kekurangan rezeki, dan dibenci di hati banyak orang.

Kelima, maksiat dapat mengurangi umur. Kehidupan seseorang yang hakiki ada pada kehidupan hatinya. Oleh karena itu, Allah SWT memandang orang kafir yang hidup sebagai orang mati. Alquran menegaskan:

اَمْوَاتٌ غَيْرُ اَحْيَاۤءٍ ۗوَمَا يَشْعُرُوْنَۙ اَيَّانَ يُبْعَثُوْنَ

Artinya: “(Berhala-berhala itu) benda mati, tidak hidup, dan berhala-berhala itu tidak mengetahui kapankah (penyembahnya) dibangkitkan.” (QS. An Nahl: 21)

(NDA)