Apa Itu Moody? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perubahan perasaan dari bahagia menjadi sedih adalah hal yang wajar dirasakan oleh seseorang. Itu karena sebagian orang memiliki perasaan yang sensitif terhadap kejadian atau hal tertentu.
Perubahan perasaan semacam ini seringkali disebut dengan istilah moody. Menukil buku Berpura-pura Bahagia Itu Melelahkan oleh Asti Musman, moody adalah perubahan suasana hati atau perasaan secara tiba-tiba dengan atau tanpa sebab yang jelas.
Seseorang yang moody dapat mengalami peralihan perasaan bahagia dan bersemangat menjadi kesedihan, kemarahan, atau frustasi dalam waktu yang singkat. Sifat moody dapat membuat orang lain tidak nyaman dengan perubahan suasana hati begitu cepat terjadi. Karenanya, sifat moody seringkali menyebabkan seseorang sulit berkomunikasi, menjadi tertutup, dan mudah lelah.
Maka dari itu, penting untuk mengetahui apa penyebab dari perubahan suasana hati secara tiba-tiba. Tujuannya agar dapat mengatasinya dengan penanganan yang tepat.
Penyebab Sifat Moody
Mengenali perasaan diri sendiri merupakan hal yang penting dilakukan karena perubahan suasana hati pasti terjadi karena suatu sebab yang mendasarinya. Berikut penyebab sifat moody yang dirangkum dari buku Berpura-pura Bahagia Itu Melelahkan karangan Asti Musman.
1. Moody karena perubahan hormon
Perubahan mood biasanya dipengaruhi oleh perubahan hormon, terutama pada perempuan saat menjelang datang bulan.
2. Moody karena gangguan emosional
Perubahan suasana hati dapat disebabkan oleh kurangnya istirahat, masalah pekerjaan, dan lainnya. Gangguan emosional juga dapat disebabkan oleh kejadian-kejadian yang terjadi secara tiba-tiba. Misalnya putus cinta, kehilangan orang yang disayangi, dan lain sebagainya.
3. Moody karena stress
Stres dapat menekan perasaan seseorang, sehingga ia akan sulit mengendalikan emosinya. Stres juga dapat menyebabkan seseorang mudah kehilangan fokus sehingga menyebabkan suasana hati berubah.
4. Moody karena makanan
Konsumsi gula secara berlebihan dapat mengganggu produksi insulin. Jika berlebihan, hal ini dapat membuat sel-sel dalam tubuh menjadi kekurangan energi yang berakibat pada turunnya hormon kebahagiaan.
Cara Mengatasi Sifat Moody
Mood yang terlalu sering naik turun tentu dapat mengganggu aktivitas seseorang. Hal ini harus diatasi dengan penanganan yang tepat. Berikut cara mengatasi sifat moody yang dikutip dari buku 21 Hari Mengubah Kebiasaan Buruk karangan Nufi Wibisana.
Menerapkan manajemen diri: Manajemen diri yang baik dapat membuat seseorang memiliki kemampuan untuk mengatur suasana hati yang akan ditunjukkan kepada orang lain.
Membangun rasa empati: Empati dapat membuat mood seseorang menjadi lebih stabil di hadapan orang lain.
Membangun emosi positif: Mood yang baik akan terbangun karena emosi positif.
Buat ruang khusus ketika bad mood: Ruang khusus berguna untuk memperbaiki mood yang sedang buruk.
Mengalihkan emosi negatif: Alihkan emosi negatif pada kegiatan yang menyenangkan agar tidak dilampiaskan kepada orang lain.
Olahraga dengan teratur: Olahraga dapat menurunkan tingkat kecemasan.
(DND)
