Apa Itu OMC? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah wilayah di Indonesia mengalami curah hujan yang cukup tinggi. Sebagai upaya penanganan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meningkatkan intensitas pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
OMC bertujuan untuk mengurangi dampak bencana hidrometeorologi ekstrem yang sering dipicu oleh kondisi cuaca saat puncak musim hujan. Teknologi ini juga berperan mempercepat penanganan darurat di lapangan.
OMC bekerja dengan cara mengendalikan hujan agar tidak turun di wilayah yang rawan banjir atau longsor. Untuk memahami lebih lanjut tentang apa itu OMC dan cara kerjanya, simak penjelasan lengkapnya di sini!
Apa Itu OMC?
Dikutip dari Instagram @infobmkg, OMC adalah upaya manusia untuk mengintervensi proses alami di atmosfer dengan tujuan menambah atau mengurangi jumlah curah hujan. OMC dilakukan dengan menyemai awan menggunakan pesawat terbang yang membawa zat seperti garam, perak iodida, atau bahan higroskopis lainnya.
Waktu yang paling ideal untuk melakukan OMC yakni saat peralihan musim hujan ke musim kemarau, karena saat itu masih tersedia awan hujan yang bisa dimodifikasi. Dengan cara ini, OMC dapat membantu manusia mengatasi dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem.
Selain itu, OMC juga memiliki beberapa manfaat lain, di antaranya:
Mengatasi kekeringan dan meningkatkan ketersediaan air untuk kebutuhan irigasi, PLTA, industri, dan air minum.
Mencegah atau meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, kekeringan, dan kabut asap.
Meningkatkan produksi pertanian, energi listrik, pertambangan, dan perkebunan.
Mengamankan pembangunan infrastruktur strategis nasional dan mendukung kelancaran event kenegaraan di area outdoor.
Baca juga: Penyebab Cuaca Dingin di Indonesia Menurut Penjelasan BMKG
Cara Kerja OMC Menurut BMKG
Dalam praktik OMC, ada beberapa strategi khusus yang digunakan untuk mengendalikan curah hujan. Pertama, awan yang berpotensi menurunkan hujan deras dihujankan lebih awal saat masih berada di atas laut agar tidak sampai ke daratan.
Sementara itu, awan yang tumbuh di daratan disemai untuk menghambat pertumbuhannya, sehingga curah hujan di wilayah tersebut bisa dikurangi. Berikut ini mekanisme cara kerja OMC yang dilakukan oleh BMKG:
BMKG menginformasikan keberadaan awan target serta arah dan kecepatan angin kepada Flight Scientist yang bertugas dalam misi.
Bahan semai dan larutan air digunakan untuk penyemaian, dengan takaran 150 kg bahan semai untuk 1000 liter larutan.
Pesawat membawa bahan semai yang ditaburkan pada awan target, biasanya pada ketinggian 1.524 hingga 4.257 mdpl.
Kru bertugas menyemai awan dengan muatan bahan semai di pesawat.
Bahan semai menjadi inti kondensasi awan berukuran besar yang mempercepat proses pembentukan tetesan menjadi butiran hujan.
Hujan turun dalam waktu 30-60 menit setelah proses penyemaian awan.
(RK)
