Konten dari Pengguna

Apa Itu Penilaian Berjenjang dalam Pembelajaran? Ini Pengertian dan Contohnya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penilaian berjenjang adalah salah satu sistem penilaian kemampuan siswa yang disarankan dalam program Guru Penggerak. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Penilaian berjenjang adalah salah satu sistem penilaian kemampuan siswa yang disarankan dalam program Guru Penggerak. Foto: Pexels.com

Penilaian berjenjang adalah salah satu materi yang dipelajari pada modul 2 dalam program Guru Penggerak. Modul 2 adalah modul yang menjelaskan tentang penting perancangan pembelajaran berdasarkan kebutuhan setiap siswa.

Konsep pembelajaran berdasarkan kebutuhan siswa dikenal dengan istilah pembelajaran berdiferensiasi. Pada praktiknya, guru diharapkan dapat merancang pembelajaran sesuai dengan apa yang dibutuhkan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Selain itu, guru juga diharapkan dapat menerapkan metode penilaian berjenjang yang disebut dengan tier assestment. Apa itu penilaian berjenjang?

Apa Itu Penilaian Berjenjang?

Penilaian berjenjang adalah penilaian yang dilakukan berdasarkan tingkat pemahaman siswa. Foto: Pexels.com

Wira Suciono dalam bukunya yang berjudul Berpikir Kritis menerangkan bahwa setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam memahami materi pembelajaran. Hal ini ditentukan oleh beberapa faktor, seperti bakat alami, pengalaman belajar sebelumnya, kondisi lingkungan, serta motivasi dan minat siswa.

Saat melaksanakan tes atau ujian untuk mengukur kemampuan dan pemahaman siswa, guru dianjurkan untuk melakukan penilaian berjenjang. Mengutip laman Sekolah Penggerak, penilaian berjenjang adalah penilaian yang dilakukan berdasarkan tingkat pemahaman siswa.

Melalui penilaian berjenjang, guru dapat mengidentifikasi materi mana saja yang belum dipahami oleh siswa, menyesuaikan metode pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa, serta memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan dukungan yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Dalam buku Kurikulum Merdeka karya Erna Labudasari, dkk, penilaian ini dapat dilakukan dengan mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuan atau tingkat pemahaman mereka, kemudian memberikan penilaian yang sesuai dengan tingkat pemahaman tersebut.

Dengan mengelompokkan berdasarkan tingkat pemahamannya, guru dapat menentukan langkah yang tepat agar siswa dapat memahami materi pembelajaran dengan mudah.

Baca Juga: Materi Diseminasi Budaya Positif Modul 1.4 Guru Penggerak

Contoh Penilaian Berjenjang

Ppenilaian berjenjang dilakukan dengan mengkategorikan siswa  berdasarkan tingkat pemahaman mereka. Foto: Pexels.com

Penilaian berjenjang dilakukan dengan mengklasifikasikan siswa berdasarkan tingkat pemahamannya. Mengutip dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dalam laman SIMPKB Kemendikbud, berikut contoh penilaian berjenjang dan langkah untuk meningkatkan pemahaman siswa:

1. Pelajaran Bahasa Indonesia

Contoh penilaian berjenjang untuk mengukur tingkatan kemampuan siswa dalam membuat teks deskripsi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia sebagai berikut:

1. Murid-murid yang kemampuannya kurang: Diberikan tugas untuk menggambar rute perjalanan sederhana yang dilengkapi dengan cerita deskripsi singkat, menggunakan kosakata sederhana yang sesuai dengan materi yang telah dipelajari sebelumnya.

2. Murid-murid yang kemampuannya sedang: Diberikan tugas untuk membuat sebuah cerita narasi tentang rute perjalanan dengan menggunakan kosakata yang lebih bervariasi. Panduan dan pertanyaan yang disediakan oleh guru membantu mereka dalam menyusun cerita dengan lebih baik.

3. Murid-murid yang kemampuannya tinggi: Diberikan tugas untuk membuat sebuah cerita deskripsi kreatif dari perspektif seseorang yang menggunakan rute perjalanan ke suatu tempat lintas kota atau provinsi. Melalui tugas ini, siswa diharapkan dapat menunjukkan kemampuan dalam penyusunan kalimat dan pemilihan kosakata yang lebih kompleks serta kreatif.

2. Pelajaran IPA

Contoh lain dari penilaian berjenjang untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami sistem organ pencernaan sebagai berikut:

1. Untuk murid-murid dengan kemampuan kurang, diberikan tugas untuk menjelaskan proses pencernaan dalam bentuk diagram alur sederhana yang disertai penjelasan singkat menggunakan kosakata dasar yang telah dipelajari dan dipajang di kelas.

2. Untuk murid-murid dengan kemampuan sedang, diberikan tugas untuk membuat cerita naratif tentang proses pencernaan menggunakan kosakata yang lebih bervariasi.

3. Untuk murid-murid dengan kemampuan tinggi, diberikan tugas untuk menulis cerita kreatif dari sudut pandang ''makanan' yang menceritakan perjalanan melalui proses pencernaan, dengan kalimat dan kosakata yang lebih kompleks.

Berdasarkan contoh di atas, dapat diketahui bahwa penilaian berjenjang dilakukan dengan mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat kemampuan, kemudian memberikan solusi yang tepat agar dapat memahami materi pembelajaran.

(SAI)