Apa itu Rape Culture Pyramid? Ini Definisi dan Kategorinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kekerasan seksual merupakan kejahatan serius yang berdampak besar bagi korban. Tanpa disadari, perilaku yang kerap dianggap sepele seperti candaan bernuansa seksual, dapat menjadi awal dari normalisasi tindakan tersebut. Jika dibiarkan, hal ini berpotensi berkembang menjadi bentuk kekerasan yang lebih berat.
Fenomena ini dijelaskan melalui konsep Rape Culture Pyramid. Konsep ini merupakan kerangka yang menggambarkan bagaimana tindakan kecil yang dianggap biasa dapat berujung pada pelecehan hingga pemerkosaan.
Lantas, sebenarnya apa itu Rape Culture Pyramid? Simak artikel ini untuk memahami penjelasan lengkapnya!
Definisi Rape Culture Pyramid
Sebelum membahas konsep Rape Culture Pyramid, penting untuk memahami terlebih dahulu pengertian kekerasan seksual. Mengutip buku Introduction to Sexual Violence terbitan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, kekerasan seksual adalah tindakan yang merendahkan, menghina, melecehkan, atau menyerang fisik dan/atau fungsi reproduksi seseorang. Tindakan ini dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi korban, baik secara fisik maupun mental.
Sementara itu, Rape Culture Pyramid atau Piramida Budaya Perkosaan adalah konsep yang menjelaskan bahwa budaya kekerasan seksual dapat tumbuh di masyarakat dan kerap dianggap sebagai hal yang wajar. Kondisi ini memungkinkan berbagai perilaku yang tampak sepele berkembang hingga mencapai bentuk kekerasan seksual paling ekstrem, seperti pemerkosaan dan penganiayaan.
Lebih lanjut, dalam buku Ending Rape Culture Activity Zine oleh Action Alliance dijelaskan bahwa Rape Culture Pyramid bukanlah alat untuk mengurutkan mana perilaku yang paling berbahaya. Sebaliknya, piramida ini digunakan untuk menunjukkan bahwa berbagai perilaku dalam masyarakat dapat memperkuat terjadinya kekerasan seksual.
Baca Juga: Apa itu 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan? Ini Penjelasannya
Kategori Rape Culture Pyramid
Rape Culture Pyramid dibagi menjadi tiga kategori, yaitu normalization, degradation, dan assault. Mengutip buku Introduction to Sexual Violence terbitan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, berikut penjelasan lengkapnya:
1. Normalization (Pewajaran)
Kategori paling bawah dalam Rape Culture Pyramid adalah normalization atau pewajaran. Pada kategori ini, berbagai perilaku kerap dianggap biasa dan sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, seperti komentar bernuansa seksual, sikap seksis, hingga candaan yang mengarah pada seksualitas.
2. Degradation (Merendahkan)
Kategori berikutnya adalah degradation atau merendahkan. Pada kategori ini, perilaku mulai mengarah pada tindakan yang merendahkan martabat dan harga diri seseorang.
Contohnya catcalling, mengambil foto atau video tanpa izin, mengirimkan gambar alat kelamin tanpa persetujuan, menguntit, menyalahkan korban, hingga penyebaran konten intim sebagai bentuk balas dendam (revenge porn).
3. Assault (Kekerasan Gamblang)
Kategori tertinggi dalam Rape Culture Pyramid adalah assault atau kekerasan seksual yang dilakukan secara langsung dan jelas. Pada kategori ini, tindakan tidak lagi sekadar merendahkan, tetapi sudah berupa serangan terhadap korban.
Contohnya pemaksaan hubungan seksual, memberi korban obat terlarang atau alkohol untuk kemudian memperkosanya, hingga penganiayaan seksual.
(NSF)
