Apa Itu Relapse? Kenali Penyebab Kondisi Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam proses rehabilitasi, ada istilah relapse yang biasanya dialami oleh seorang pecandu narkoba, alkohol, atau barang-barang adiktif lainnya. Pertanyaannya, apa itu relapse?
Secara sederhana, relapse yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti kambuh. Namun, ‘kambuh’ dalam konteks ini spesifik mengarah pada kondisi kecanduan narkoba atau alkohol, bukan kambuh dalam penyakit secara umum.
Relapse menjadi hal yang umum terjadi dalam proses rehabilitasi seseorang, sebab lepas dari ketergantungan barang-barang adiktif membutuhkan waktu yang panjang. Relapse ini bisa saja terjadi hingga berulang kali, tergantung ketahanan individu yang direhabilitasi.
Apa Itu Relapse?
Menurut buku Reintegrative Shaming dalam Penanggulangan Drug Relapse di Indonesia susunan Muh. Ardila Amry, terdapat beberapa perdebatan terkait definisi relapse. Sebagian ahli menganggap relapse sebagai hasil dari proses rehabilitasi narkoba atau alkohol, tapi ada juga yang menganggap ini bagian dari proses pemulihan.
Jika merujuk pada pendapat Gorski dalam penelitiannya, Staying sober: A guide for relapse prevention (1986), relapse dikategorikan sebagai proses dan bukan hasil. Tujuannya untuk membantu individu mengenali tahap awal kecanduan yang akan memperbesar kemungkinan keberhasilan rehabilitasi.
Sejalan dengan penjelasan Gorski, United Nations Office on Drugs and Crime (UNDOC) juga menganggap relapse sebagai sebuah proses yang terjadi saat seseorang telah selesai menjalani rangkaian pemulihan.
Relapse ditunjukkan individu melalui tindakan, reaksi, dan tanggapan yang menjurus kepada penggunaan bahan-bahan adiktif lagi. Menariknya, terkadang seseorang tidak sadar bahwa dirinya menuju kondisi relapse. Inilah mengapa relapse terkadang terjadi beberapa kali.
Namun, karena relapse merupakan bagian dari proses pemulihan, maka seseorang yang kembali kecanduan seharusnya didorong untuk bangkit. Mengutip laman Alcohol and Drug Foundation (ADF), seseorang yang relapse tidak berarti lemah, ini hanya tanda bahwa pola pemulihan yang lama perlu diganti dengan yang baru.
Baca Juga: Narkoba menurut Hukum Indonesia dan Dampak Negatif Penyalahgunaannya
Penyebab Relapse
Penyebab relapse pada seseorang bisa bermacam-macam, tapi secara umum, berikut keadaan yang memicu relapse menurut ADF dan American Addiction Centers:
Situasi yang mendukung pecandu untuk kembali menggunakan narkoba. Misalnya, ia masih tinggal atau bergaul bersama orang-orang yang menggunakan narkoba atau mengonsumsi alkohol.
Masalah kesehatan mental. Jika seseorang memiliki tingkat stres yang tinggi dan kemampuan mengatasi masalah yang buruk, ia mungkin akan beralih ke narkoba dan alkohol sebagai pelarian.
Masalah kesehatan fisik yang buruk dapat menyebabkan beberapa orang menggunakan obat-obatan ilegal, terutama bila mereka mengalami nyeri yang tak tertahankan.
Rasa bersalah yang muncul karena sempat kambuh, baik secara sengaja maupun tidak . Jika perasaan itu tidak dikelola dengan baik, akan muncul sikap menyalahkan diri sendiri, yang berpotensi memperbesar kecenderungan untuk terus menggunakan narkoba.
Tidak mendapatkan dukungan dari orang sekitar. Hal ini dapat membuat seseorang kesulitan untuk beradaptasi dengan masalah-masalah dalam kehidupan tanpa narkoba atau alkohol sebagai cara melarikan diri.
(DEL)
