Konten dari Pengguna

Apa Itu Selat Hormuz yang Ditutup Iran? Ini Penjelasannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apa itu Selat Hormuz. Foto: Amr Alfiky/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apa itu Selat Hormuz. Foto: Amr Alfiky/REUTERS

Selat Hormuz dilaporkan resmi ditutup pada Sabtu (28/2), imbas serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Penutupan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Langkah tersebut langsung mengguncang pasar energi global. Jika penutupan berlangsung lama, distribusi minyak dunia berpotensi terganggu dan memicu lonjakan harga secara signifikan.

Besarnya dampak yang ditimbulkan membuat publik bertanya-tanya, sebenarnya apa itu Selat Hormuz? Yuk, simak pembahasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Selat Hormuz?

Ilustrasi apa itu Selat Hormuz. Foto: Giuseppe Cacace/AFP

Mengutip situs Oil Price, Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia di barat dengan Teluk Oman dan Laut Arab di tenggara. Perairan ini menjadi satu-satunya akses laut bagi sejumlah negara produsen minyak terbesar dunia, seperti Irak, Kuwait, Qatar, dan Arab Saudi.

Adapun nama "Hormuz" diyakini berasal dari kota pelabuhan kuno bernama Hormuz. Selama berabad-abad, pelabuhan ini berperan sebagai pusat perdagangan penting di kawasan tersebut.

Dari sisi hukum internasional, lalu lintas di Selat Hormuz diatur dalam United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) yang menetapkan hak transit passage. Ini adalah hak kapal untuk melintas di selat internasional tanpa hambatan selama tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.

Secara militer, Iran memiliki posisi dominan di pesisir utara Selat Hormuz, sementara Oman menguasai pesisir selatan.

Baca Juga: Siapa Pengganti Ali Khamenei untuk Memimpin Iran? Ini 5 Kandidatnya

Lokasi Geografis Selat Hormuz

Ilustrasi Selat Hormuz dan Teluk Persia. Foto: Peter Hermes Furian/Shutterstock

Secara geografis, Selat Hormuz memiliki posisi yang sangat strategis. Di utara, perairan ini berbatasan langsung dengan Iran, sedangkan di selatan berbatasan dengan Semenanjung Musandam (Oman) dan Uni Emirat Arab.

Jika dilihat dari peta, Selat Hormuz tampak menyerupai leher botol dengan titik tersempit sekitar 33 kilometer. Walau relatif sempit, jalur ini tetap mampu dilalui kapal tanker berukuran besar yang mengangkut minyak dan gas.

Secara administratif, jalur pelayaran di Selat Hormuz berada dalam wilayah perairan Iran dan Oman.

Dampak Selat Hormuz Ditutup

Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: Ebrahim Nourozi/Jamejam Online/AFP

Mengutip BBC, sekitar 3.000 kapal melintasi Selat Hormuz setiap bulan. Para analis memperingatkan, semakin lama jalur ini ditutup, semakin besar tekanan terhadap harga minyak dunia.

Kondisi saat ini, secara de facto, Selat Hormuz disebut sudah "tertutup" karena kapal-kapal enggan melintas akibat risiko keamanan. Dampaknya, harga minyak acuan global sempat menyentuh 82 dolar AS per barel pada Senin (2/3).

Situasi ini dipicu serangan terhadap tiga kapal di sekitar Selat Hormuz pada akhir pekan. Akibatnya, sekitar 150 kapal tanker tertahan dan tidak dapat melanjutkan pelayaran.

Selain mendorong kenaikan harga minyak, terganggunya jalur strategis ini berpotensi merugikan negara-negara yang ekonominya bergantung pada ekspor minyak, seperti Arab Saudi.

Negara-negara Asia yang menjadi tujuan utama ekspor minyak juga ikut terdampak. Kenaikan harga minyak berpotensi memicu kenaikan harga barang secara global karena biaya produksi dan distribusi ikut meningkat.

(NSF)