Apa Itu Sidratul Muntaha? Ini Penjelasan Lengkapnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istilah Sidratul Muntaha sering disebut dalam kisah Isra Miraj. Secara singkat, ini merupakan titik tertinggi yang dicapai Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan spiritualnya.
Dalam ajaran Islam, Sidratul Muntaha dipahami sebagai batas terakhir yang dapat dijangkau oleh seluruh makhluk ciptaan Allah SWT. Keberadaannya melambangkan keagungan, kemuliaan, dan kebesaran Allah SWT.
Lantas, sebenarnya apa itu Sidratul Muntaha? Simak penjelasannya di artikel ini!
Apa Itu Sidratul Muntaha?
Istilah Sidratul Muntaha dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Najm ayat 13-16. Berikut bunyinya:
وَلَقَدْ رَاٰهُ نَزْلَةً اُخْرٰىۙ ١٣ عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهٰى ١٤ عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوٰىۗ ١٥ اِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشٰىۙ
١٦
Artinya: "Sungguh, dia (Nabi Muhammad) benar-benar telah melihatnya (dalam rupa yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu ketika) di Sidratulmuntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal. (Nabi Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratulmuntaha dilingkupi oleh sesuatu yang melingkupinya." (QS. Al-Najm: 13-16)
Ayat di atas menjelaskan perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW hingga mencapai Sidratul Muntaha. Lantas, apa itu Sidratul Muntaha?
Mengutip jurnal El Waroqoh: Jurnal Ushuluddin dan Filsafat oleh Sayyidah Fatimatuz Z. dan Ghozi Mubarok dari Universitas Al-Amien Prenduan, secara bahasa Sidratul Muntaha berasal dari dua kata, yakni Sidrah dan Al-Muntaha. Sidrah berarti pohon bidara, sedangkan Al-Muntaha bermakna tempat terakhir yang tidak dapat dilewati oleh siapa pun.
Secara istilah, Sidratul Muntaha diartikan sebagai tempat terakhir di mana seluruh amal dan perintah yang naik dari bumi berhenti, begitu pula segala ketetapan yang turun dari atas. Tempat ini menjadi batas akhir bagi makhluk sebelum memasuki wilayah keagungan Allah SWT.
Dari segi letak, Sidratul Muntaha berada di langit ketujuh, tepatnya di sebelah kanan Arasy. Adapun fungsinya adalah sebagai batas akhir pengetahuan para malaikat, tempat berhentinya ruh para syuhada, dan titik akhir perjalanan makhluk.
Dengan demikian, Sidratul Muntaha dapat dipahami sebagai tempat tertinggi dan terakhir dalam perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW pada peristiwa Isra Miraj.
Baca Juga: Apa Kendaraan Nabi Muhammad saat Isra Miraj? Ini Jawabannya
Kisah Nabi Muhammad SAW di Sidratul Muntaha
Dalam peristiwa Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW diangkat hingga mencapai Sidratul Muntaha. Mengutip buku Berlabuh di Sidratul Muntaha oleh KH. Muhammad Sholikhin, Rasulullah SAW menyaksikan daun-daun Sidrah yang sangat lebar dengan buah-buah berukuran besar.
Di tempat tersebut, Nabi Muhammad SAW disodori tiga bejana berisi arak, madu, dan susu. Lalu, ia memilih bejana berisi susu. Pilihan ini melambangkan fitrah dan kebenaran yang kelak menjadi jalan umat Islam.
Rasulullah SAW juga melihat Sidrah diliputi aneka warna yang keindahannya tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Selain itu, Nabi mendengar suara al-qalam, yakni pena Allah SWT yang menuliskan seluruh ketetapan dan kejadian.
Di sekitar Sidratul Muntaha terdapat surga dan di tempat inilah Rasulullah SAW menyaksikan wujud Malaikat Jibril AS yang sebenarnya. Di sana, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu langsung dari Allah SWT berupa perintah salat sebagai kewajiban bagi umat Islam.
(NSF)
