Konten dari Pengguna

Apa Itu Siklon Tropis FINA yang Picu Gelombang Tinggi? Ini Penjelasan BMKG

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cuaca ekstrem. Foto: I am sandglass/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cuaca ekstrem. Foto: I am sandglass/Shutterstock

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis informasi terbaru mengenai keberadaan Siklon Tropis FINA. Fenomena ini mulai terdeteksi di sekitar wilayah Indonesia sejak Rabu (19/11) pukul 01.00 WIB.

Dikutip dari laman resminya, BMKG mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem yang berdampak di beberapa daerah, mulai dari hujan intensitas tinggi hingga gelombang laut berbahaya. Situasi tersebut tentu menjadi perhatian serius bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.

Sebenarnya, apa itu Siklon Tropis FINA dan bagaimana fenomena ini memengaruhi cuaca di Indonesia? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Siklon Tropis FINA?

Siklon tropis Fina di Laut Arafuru bisa memicu cuaca ekstrem di Maluku dan NTT, November 2025. Foto: Dok BMKG

Berdasarkan informasi dari laman BMKG, Siklon Tropis FINA berawal dari aktivitas Bibit Siklon Tropis 97S yang terdeteksi BMKG pada 14 November 2025 pukul 00.00 UTC (07.00 WIB) di wilayah Samudra Hindia, tepatnya di barat daya Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurut laporan BMKG, Siklon Tropis FINA kini berada di wilayah Laut Arafuru, tepat di selatan Pulau Tanimbar, sekitar 465 km dari sisi selatan barat daya Banda. Saat ini, siklon tersebut masuk ke dalam Kategori 1 dengan kecepatan angin sekitar 75 km/jam dan tekanan minimum 993 hPa.

Siklon Tropis FINA terus bergerak menuju arah Timur–Timur Laut dengan kecepatan sekitar 8 km/jam, dan posisinya semakin mendekati wilayah Indonesia. Melihat perkembangannya yang cepat, BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem.

“Pertumbuhan yang cepat ini mendorong BMKG untuk segera mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi dampak cuaca ekstrem, khususnya hujan lebat hingga sangat lebat dan gelombang laut kategori berbahaya, di wilayah Maluku dan Nusa Tenggara Timur (NTT),” kata Guswanto, Rabu (19/11).

Menurut unggahan di laman Instagram @infobmkg, dalam rentang 24 jam (20 November pukul 19.00 hingga 21 November pukul 19.00), intensitas Siklon Tropis FINA terus menunjukkan peningkatan.

Kecepatan angin maksimumnya berpotensi mencapai 55 knots (sekitar 100 km/jam), sehingga statusnya berpeluang naik menjadi Kategori 2.

Dampak Siklon Tropis FINA di Wilayah Indonesia

Ilustrasi gelombang tinggi. Foto: Yusuf Nugroho/ANTARA FOTO

Berdasarkan hasil analisis BMKG terkait perkembangan Siklon Tropis FINA, sejumlah wilayah diperkirakan akan mengalami dampak cuaca ekstrem, yaitu:

1. Dampak hujan lebat hingga sangat lebat (Maluku)

  • Kabupaten Maluku Barat Daya

  • Kepulauan Tanimbar

  • Kepulauan Aru

2. Potensi hujan sedang hingga lebat

  • Seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT)

3. Gelombang tinggi kategori berbahaya (1.5–4.0 meter)

  • Laut Arafuru bagian barat

  • Laut Arafuru bagian tengah

4. Gelombang kategori sedang (1.25–2.5 meter)

  • Samudra Hindia selatan NTT

  • Perairan selatan NTT

  • Laut Sawu

  • Perairan Kepulauan Leti hingga Kepulauan Tanimbar

  • Laut Banda

Imbauan BMKG

Ilustrasi gelombang tinggi Foto: Ahmad Subaidi/Antara

Mengingat perkembangan Siklon Tropis FINA yang terus meningkat, Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menyampaikan imbauan kepada masyarakat serta para pemangku kepentingan di wilayah terdampak, terutama di Maluku dan NTT, untuk meningkatkan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan guna mengurangi risiko cuaca ekstrem.

“Pemerintah daerah di Maluku dan NTT diimbau untuk meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana seperti banjir, banjir bandang, dan kerusakan akibat angin kencang,” ujar Andri, dikutip dari laman BMKG.

Selain itu, BMKG menekankan agar nelayan dan operator kapal menunda atau membatasi aktivitas pelayaran, khususnya di Laut Arafuru, serta wilayah perairan yang berpotensi dilanda gelombang tinggi berbahaya.

“Dengan kerja sama dan kewaspadaan bersama, kita dapat meminimalisir dampak yang mungkin terjadi. BMKG melalui TCWC Jakarta akan terus memantau pergerakan Siklon Tropis FINA secara intensif dan akan memberikan pembaruan informasi secara berkala,” pungkasnya.

Baca Juga: Apa Itu Badai Melissa, Fenomena Dahsyat yang Terjang Karibia?

(ANB)