Konten dari Pengguna

Apa Itu Toksin Cereulide pada Sufor Nestle? Ini Penjelasan dan Bahayanya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi susu formula. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi susu formula. Foto: Shutterstock

Nestlé melakukan penarikan terhadap sejumlah produk susu formula bayi yang beredar di 49 negara akibat potensi cemaran toksin cereulide. Produk yang ditarik mencakup beberapa merek populer, seperti SMA, BEBA, dan NAN.

Meski begitu, Nestlé menegaskan bahwa hingga kini belum ada laporan penyakit yang dikonfirmasi akibat konsumsi produk tersebut. Penarikan ini dilakukan semata-mata sebagai langkah pencegahan demi menjaga keamanan dan kesehatan konsumen, khususnya bayi.

Lalu, apa sebenarnya cereulide dan mengapa toksin ini menjadi perhatian serius dalam keamanan pangan? Mari simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Toksin Cereulide?

Ilustrasi susu formula. Foto: Shutterstock

Dikutip dari laman Food Standards Agency, cereulide merupakan racun yang dihasilkan oleh beberapa jenis bakteri Bacillus cereus. Bakteri ini mampu membentuk spora yang sangat stabil dan dapat bertahan dalam waktu lama.

Spora ini umumnya ditemukan dalam bahan pangan dan biasanya tidak berbahaya jika jumlahnya rendah. Namun, jika spora berkembang menjadi bakteri dan jumlahnya meningkat, cereulide dapat terbentuk di dalam makanan.

Menurut laman German Federal Institute for Risk Assessment, pembentukan racun ini dipengaruhi oleh berbagai kondisi, seperti kadar air, tingkat keasaman (pH), kandungan garam, ketersediaan nutrisi, keberadaan mikroorganisme lain, serta suhu penyimpanan.

Cereulide sendiri merupakan racun yang sangat tahan panas. Artinya, racun ini tidak mudah dinonaktifkan atau dihancurkan melalui proses memasak, penggunaan air mendidih, maupun saat menyiapkan susu formula bayi.

Apa Saja Gejala Keracunan Cereulide pada Bayi?

Ilustrasi bayi minum susu formula. Foto: Getty Images

Mengutip laman Communicable Diseases Agency Singapore, kasus keracunan cereulide pada bayi dapat menimbulkan gejala seperti muntah, diare, serta nyeri dan kram perut.

Kondisi ini biasanya terlihat dari tangisan yang terus-menerus, bayi menjadi lebih rewel, hingga menolak menyusu atau minum susu formula. Gejala umumnya muncul dalam beberapa jam setelah bayi mengonsumsi susu formula yang terkontaminasi.

Sebagian besar kasus akan membaik dengan sendirinya dalam rentang 6 hingga 24 jam tanpa penanganan khusus. Meski begitu, pada kondisi yang lebih berat, misalnya saat gejala muncul terus-menerus, sering, atau semakin parah, keracunan cereulide dapat berisiko mengancam nyawa jika tidak segera ditangani oleh tenaga medis.

Penanganan Keracunan Cereulide

Ilustrasi bayi minum susu formula. Foto: Shutter Stock

Masih merujuk pada laman Communicable Diseases Agency Singapore, penanganan keracunan cereulide pada bayi dilakukan dengan fokus meredakan gejala yang muncul. Biasanya, dokter akan memastikan kebutuhan cairan bayi tetap tercukupi untuk mencegah dehidrasi, muntah dan diare. Kondisi bayi juga akan dipantau secara berkala oleh tenaga medis.

Karena keluhan ini disebabkan oleh racun yang sudah terbentuk sebelumnya, pemberian antibiotik tidak diperlukan. Setelah kondisi bayi membaik, pemberian susu bisa dilanjutkan kembali menggunakan susu formula yang aman sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Gizi Seimbang dan Cara Memenuhinya?

(ANB)