Apa Penyebab Kesalahan Pemeriksaan Laboratorium yang Paling Besar Proporsinya?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesalahan pada pemeriksaan laboratorium dapat berdampak langsung terhadap ketepatan diagnosis dan penanganan medis pasien. Dalam proses pemeriksaan laboratorium, kesalahan umumnya dikelompokkan ke dalam tiga fase, yaitu pra-analitik, analitik, dan pasca-analitik.
Setiap fase memiliki potensi kesalahan yang berbeda. Namun, salah satu fase diketahui menyumbang proporsi kesalahan paling besar dibandingkan dua fase lainnya.
Lantas, apa penyebab kesalahan pemeriksaan laboratorium yang paling besar proporsinya? Simak ulasannya berikut ini!
Apa Penyebab Kesalahan Pemeriksaan Laboratorium yang Paling Besar Proporsinya?
Fase pra-analitik menjadi penyumbang kesalahan terbesar dalam proses pemeriksaan laboratorium. Dikutip dari penelitian berjudul Analisa Pemantapan Mutu Internal Tahap Pra-Analitik Pemeriksaan Hematologi oleh Kurniawan dkk. yang dipublikasikan di Jurnal Analis Kesehatan Klinikal Sains, kesalahan pada tahap pra-analitik dapat menyumbang hingga 70 persen dari keseluruhan kesalahan yang terjadi di laboratorium.
Temuan serupa juga diperkuat oleh penelitian berjudul Analisis Kesalahan Pada Proses Pra Analitik Dan Analitik Terhadap Sampel Serum Pasien di RSUD Budhi Asih oleh Khotimah dan Sun yang dipublikasikan di Jurnal Medika Hutama. Tercatat bahwa kesalahan pada proses pra-analitik dapat mencapai 68 persen, sementara kesalahan pada tahap analitik hanya sebesar 13 persen dan tahap pasca-analitik sebesar 19 persen.
Penyebab besarnya proporsi kesalahan di fase pra-analitik berkaitan dengan banyaknya proses manual serta interaksi langsung antara petugas dan pasien sebelum sampel diperiksa menggunakan alat laboratorium.
Tahap pra-analitik mencakup berbagai proses, mulai dari persiapan pasien, pengambilan dan pelabelan sampel, hingga penyimpanan dan pengiriman sampel ke laboratorium. Banyaknya tahapan tersebut meningkatkan risiko terjadinya kesalahan dibandingkan fase lainnya.
Jenis Kesalahan pada Tahap Pra-Analitik
Tahap pra-analitik mencakup serangkaian proses sebelum sampel benar-benar diperiksa di laboratorium. Berikut beberapa jenis kesalahan yang sering terjadi pada tahap ini:
Identifikasi Pasien: Kesalahan dalam mencocokkan identitas pasien dengan sampel yang diambil.
Pengambilan Sampel: Prosedur pengambilan sampel yang tidak sesuai standar operasional.
Penanganan Sampel: Kesalahan dalam penyimpanan maupun transportasi sampel ke laboratorium.
Permintaan Pemeriksaan: Ketidaksesuaian antara jenis pemeriksaan yang diminta dengan sampel yang disiapkan.
Upaya Meminimalkan Kesalahan Pra-Analitik
Berbagai langkah dapat dilakukan petugas laboratorium untuk menekan angka kesalahan pada tahap pra-analitik. Dikutip dari penelitian Analisa Pemantapan Mutu Internal Tahap Pra-Analitik Pemeriksaan Hematologi oleh Kurniawan dkk., upaya tersebut meliputi:
Kepatuhan SOP: Petugas laboratorium harus menguasai dan menjalankan standar operasional prosedur pada setiap tahapan pemeriksaan.
Verifikasi Data Pasien: Memastikan identitas pasien, seperti nama, tanggal lahir, dan nomor rekam medis sesuai sebelum pengambilan sampel dilakukan.
Komunikasi dengan Pasien: Menjelaskan persiapan yang perlu dilakukan pasien sebelum sampel diambil agar hasil pemeriksaan lebih akurat.
Penggunaan Alat Pelindung Diri: Memastikan penggunaan APD untuk mendukung standar keselamatan kerja di laboratorium.
(FHK)
Baca juga: Kesehatan Jiwa Menurut UU Nomor 17 Tahun 2023 dan Pentingnya Keseimbangan Hidup
