Apa Perbedaan Erupsi dan Gunung Meletus? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan erupsi dan gunung meletus masih sulit dipahami oleh sebagian masyarakat Indonesia, khususnya yang masih awam. Keduanya dianggap serupa karena sama-sama mengeluarkan material dari gunung berapi.
Faktanya, anggapan ini tidak sepenuhnya salah. Sebab, erupsi dan gunung meletus merupakan dua istilah yang sama. Peristiwa ini terjadi ketika gunung berapi memuntahkan material berupa gas, debu, aliran lava, fragmen batuan, dan lain-lain.
Sebenarnya ada dua jenis erupsi yang biasa dijumpai, yakni erupsi efusif dan eksplosif. Erupsi efusif ditandai dengan keluarnya lava secara perlahan dan mengalir tanpa diikuti ledakan, sedangkan erupsi eksplosif ditandai dengan keluarnya magma dari gunung berapi dalam bentuk ledakan.
Nah, momen meletusnya gunung berapi merupakan bentuk dari erupsi eksplosif. Biasanya, peristiwa ini memiliki kekuatan ledakan yang besar dan dapat menyebabkan kerusakan lebih parah.
Tidak hanya itu, jenis-jenis erupsi juga bisa dilihat dari bentuk lubang kepundan tempat keluarnya magma dari gunung berapi. Seperti apa? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasan dalam artikel berikut.
Jenis-Jenis Erupsi
Berdasarkan bentuk lubang kepundan tempat keluarnya magma dari tubuh gunung berapi, erupsi dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu:
1. Erupsi Linear
Mengutip buku Geografi untuk SMA Kelas X SMA/MA karya Bambang Utoyo (2006), erupsi linear adalah peristiwa letusan gunung berapi yang terjadi ketika magma yang dikandungnya keluar melalui retakan yang memanjang seperti sebuah garis.
Ada beberapa fenomena alam yang terjadi akibat erupsi linear, salah satunya yaitu deretan gunungapi yang memanjang di wilayah Laki Spleet, Islandia. Gunung berapi tersebut memiliki rekahan yang panjangnya mencapai 30 kilometer.
2. Erupsi Areal
Erupsi areal terjadi karena letak dapur magma yang sangat dekat dengan permukaan bumi. Kondisi ini mampu membakar dan melelehkan lapisan batuan di sekitarnya, sehingga membentuk lubang yang sangat besar.
Lava yang keluar melalui lubang kepundan sangat besar ini kemudian mengalir ke wilayah yang sangat luas di sekitarnya. Contohnya dapat ditemui di wilayah antara Argentina sampai Paraguay di Amerika Selatan.
Baca juga: Macam-Macam Gempa Bumi, dari Tektonik hingga Vulkanik
3. Erupsi Sentral
Erupsi sentral terjadi ketika material gunung berapi keluar melalui sebuah lubang atau pusat erupsi, sehingga membentuk kerucut gunungapi yang berdiri sendiri (single volcano). Erupsi ini paling banyak dijumpai di muka bumi. Hampir semua gunungapi yang ada di Indonesia merupakan hasil dari erupsi sentral.
Tanda-Tanda Munculnya Erupsi
Ada tanda-tanda yang harus diwaspadai sebelum munculnya erupsi gunung berapi. Salah satu tanda tersebut yaitu munculnya awan panas atau wedhus gembel di sekitar lokasi dengan radius jarak tertentu.
Selain itu, ada tanda lain juga yang bisa diperhatikan. Dikutip dari buku Vulkanologi karya Muhammad Isa (2020), berikut penjelasannya:
Suhu di sekitar gunung api meningkat secara tiba-tiba.
Binatang berpindah dari bagian atas turun ke bawah.
Tumbuhan seputaran gunung menjadi kering.
Mata air sungai sekitar gunung menjadi kering.
Gunung mengeluarkan suara gemuruh disertai getaran.
Bau belerang tercium sangat menyengat.
Keluarnya bahan gas dengan intensitas tinggi.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa itu erupsi?

Apa itu erupsi?
Erupsi adalah proses meletusnya gunung berapi yang memuntahkan material berupa gas, debu, aliran lava, fragmen batuan, dan lain-lain.
Apa nama lain awan panas gunung berapi?

Apa nama lain awan panas gunung berapi?
Wedhus gembel.
Apa itu erupsi eksplosif?

Apa itu erupsi eksplosif?
Erupsi eksplosif ditandai dengan keluarnya magma dari gunung berapi dalam bentuk ledakan.
