Apa Perbedaan kkal dan kcal? Ini Penjelasan Lengkapnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika membaca label gizi atau informasi nutrisi pada makanan dan minuman, Anda mungkin sering menemukan istilah kkal atau kcal. Keduanya memang serupa, tetapi masih banyak orang awam yang bingung tentang perbedaan kkal dan kcal.
Dikutip dari laman Healthline, kkal atau kcal adalah singkatan dari kilokalori. Jadi, ini merupakan satuan energi yang digunakan untuk mengukur kalori dalam sebuah produk makanan atau minuman.
Lantas, apa perbedaan kkal dan kcal? Untuk informasi lengkapnya bisa Anda simak di bawah ini.
Perbedaan kkal dan kcal
Dikutip dari laman Time of Care, kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian di berbagai label nutrisi makanan tanpa adanya perbedaan angka. Artinya, jika Anda melihat label yang menuliskan 200 kcal, angka tersebut sama saja dengan 200 kkal.
Dinukil dari laman Healthline, faktor yang membedakan penggunaan istilah ini adalah tempat di mana makanan atau minuman diproduksi. Bahkan, selain kkal dan kcal ada beberapa istilah lain seperti calories, kJ, dan lain sebagainya.
Berikut ini adalah daftar negara dan label yang digunakan:
Amerika Serikat: calories
Kanada: calories
United Kingdom: kJ and kcal
Uni Eropa (EU): kJ and kcal
Australia dan New Zealand: kJ or both kJ and kcal
China: kJ
Indonesia: kkal
Kesimpulannya, baik kkal dan kcal merujuk pada satu hal yang sama, yaitu satuan energi dalam makanan. Dengan demikian, Anda tidak perlu bingung lagi dalam memahami informasi nutrisi dalam kemasan makanan atau minuman.
Cara Menghitung Kalori Makanan untuk Konsumsi Harian
Setelah mengetahui satuan energi yang digunakan untuk mengukur kalori dalam makanan dan minuman, Anda bisa menghitung kalori yang dibutuhkan untuk konsumsi harian. Dikutip dari laman Kemenkes, untuk menghitung jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh sangatlah sederhana, yakni hanya berdasarkan jenis kelamin serta tinggi badan.
Pertama, ketahui angka Tinggi Badan (TB) kita dan kemudian menghitung Berat Badan Ideal (BBI) dengan rumus berikut:
BBI = (TB-100)–(10% x (TB – 100))
Setelah mengetahui angka BBI, yang selanjutnya perlu kita hitung adalah Kebutuhan Kalori Basal (KKB). KBB ini adalah kebutuhan kalori yang tubuh butuhkan untuk melakukan aktivitas basalnya. Rumus untuk menghitung angka KBB ini adalah sebagai berikut:
KKB Laki-laki = 30 kkal x BBI
KKB Wanita = 25 kkal x BBI
Sebagai contoh, jika Anda memiliki tinggi badan 180 cm, maka hitungannya adalah sebagai berikut:
BBI = (180-100) - (10% x (180-100))
BBI = 80 - (10% x 80) = 80-8 = 72
Sehingga, kebutuhan kalori tubuh Anda adalah:
Laki-laki: 30 kkal x 72 = 2160 kkal
Perempuan: 25 kkal x 72 = 1800 kkal
Baca Juga: 50 Contoh Makanan Fungsional beserta Jenis dan Manfaatnya
(SFN)
