Konten dari Pengguna

Apa Saja Rekomendasi Anda Agar Praktik Kinerja Dapat Meningkat di Kemudian Hari?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apa saja rekomendasi Anda agar praktik kinerja dapat meningkat di kemudian hari. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apa saja rekomendasi Anda agar praktik kinerja dapat meningkat di kemudian hari. Foto: Unsplash

Setelah guru mengisi Pelaksanaan Kinerja di platform Ruang GTK, kepala sekolah melanjutkan proses dengan memberikan penilaian pada kolom Penilaian Kinerja. Evaluasi ini mencakup hasil observasi pembelajaran di kelas dan tindak lanjut yang telah dilakukan guru.

Dalam proses pengisian, kepala sekolah diminta menjawab sejumlah pertanyaan pada bagian Rating Observasi. Selain itu, kepala sekolah juga perlu menuliskan catatan yang dapat mendorong peningkatan kinerja guru.

Salah satu pertanyaan yang muncul adalah, "Apa saja rekomendasi Anda agar praktik kinerja dapat meningkat di kemudian hari?" Jawaban atas pertanyaan ini bisa disesuaikan dengan hasil kinerja yang telah dilakukan oleh guru.

Bagi Anda yang sedang mencari referensi jawabannya, simak selengkapnya di artikel ini!

Apa Saja Rekomendasi Anda Agar Praktik Kinerja Dapat Meningkat di Kemudian Hari?

Ilustrasi apa saja rekomendasi Anda agar praktik kinerja dapat meningkat di kemudian hari. Foto: Reezky Pradata/Shutterstock

Kepala sekolah diminta mengisi Rating Observasi sebagai bentuk penilaian terhadap guru yang telah melaksanakan Penilaian Kinerja di Ruang GTK. Dihimpun dari kanal YouTube Pak Guru Wali, berikut contoh jawabannya, termasuk untuk pertanyaan, “Apa saja rekomendasi Anda agar praktik kinerja dapat meningkat di kemudian hari?”.

1. Apa saja rekomendasi Anda agar praktik kinerja dapat meningkat di kemudian hari?

  • Jika mayoritas belum dilakukan: Guru perlu mempelajari kembali konsep disiplin positif, khususnya dalam refleksi kelas, penguatan positif, dan restitusi. Disarankan menyusun langkah sederhana yang dapat diterapkan secara bertahap serta melakukan pendampingan dengan rekan sejawat atau atasan.

  • Jika mayoritas dilakukan tapi belum efektif: Guru perlu meningkatkan konsistensi dan kualitas penerapan disiplin positif dalam pembelajaran. Disarankan melakukan refleksi rutin, mempelajari bentuk penguatan positif yang spesifik, serta memperdalam teknik restitusi agar lebih berdampak pada perubahan perilaku peserta didik.

  • Jika mayoritas dilakukan dan efektif: Guru telah menunjukkan penerapan disiplin positif yang baik. Ke depan, praktik ini perlu dipertahankan dan terus dikembangkan melalui refleksi berkata, dokumentasi praktik baik, serta berbagi pengalaman denagn rekan guru lain agar memberi dampak lebih luas di sekolah.

2. Guru melakukan refleksi dinamika kelas untuk menerapkan kesepakatan kelas.

  • Belum dilakukan: Guru belum menunjukkan upaya refleksi terhadap dinamika kelas untuk meninjau atau menyesuaikan kesepakatan kelas. Kesepakatan kelas belum tampak disusun berdasarkan kebutuhan nyata peserta didik.

  • Dilakukan tapi belum efektif: Guru sudah melakukan refleksi dinamika kelas, namun belum konsisten dan belum ditindaklanjuti dalam perbaikan kesepakatan kelas. Kesepakatan yang ada belum sepenuhnya dipahami dan dijalankan oleh peserta didik.

  • Dilakukan dan efektif: Guru secara rutin merefleksikan dinamika kelas dan menggunakan hasil refleksi untuk menyusun maupun menyesuaikan kesepakatan kelas. Kesepakatan kelas tampak relevan, dipahami bersama, dan mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif.

3. Guru melakukan penguatan positif terhadap perilaku yang sesuai atau mendukung kesepakatan kelas.

  • Belum dilakukan: Guru belum terlihat memberikan penguatan positif kepada peserta didik yang menunjukkan perilaku sesuai kesepakatan kelas. Apresiasi terhadap perilaku positif belum tampak selama pembelajaran.

  • Dilakukan tapi belum efektif: Guru sudah memberikan penguatan positif, namun masih terbatas, kurang konsisten, atau belum spesifik pada perilaku yang diharapkan. Dampaknya terhadap pembentukan budaya positif di kelas belum terlihat optimal.

  • Dilakukan dan efektif: Guru memberikan penguatan positif secara konsisten, spesifik, dan tepat waktu terhadap perilaku peserta didik yang sesuai dengan kesepakatan kelas. Penguatan tersebut mendorong peserta didik mempertahankan perilaku positif dan menciptakan suasana belajar yang lebih tertib.

4. Guru melakukan restitusi untuk membantu peserta didik menyadari konsekuensi dan memperbaiki perilaku melanggarnya.

  • Belum dilakukan: Guru belum menunjukkan penerapan restitusi saat terjadi pelanggaran. Penanganan perilaku belum diarahkan pada kesadaran peserta didik untuk memahami konsekuensi dan memperbaiki tindakannya.

  • Dilakukan tapi belum efektif: Guru sudah mencoba melakukan restitusi, namun pelaksanaannya belum terstruktur dan belum membantu peserta didik sepenuhnya menyadari kesalahan serta memperbaiki perilakunya. Pendekatan yang digunakan masih perlu penguatan.

  • Dilakukan dan efektif: Guru menerapkan restitusi dengan baik saat terjadi pelanggaran, sehingga peserta didik dibimbing untuk memahami konsekuensi perilakunya dan terdorong memperbaiki tindakan secara sadar. Pendekatan ini mendukung pembentukan tanggung jawab dan disiplin diri.

Baca Juga: Apa Rekomendasi Anda untuk Pengembangan MPLS Ramah ke Depan? Ini Jawabannya

(NSF)