Konten dari Pengguna

Apa Saran Saudara untuk Pelaksanaan UT Mendatang? Ini Referensi Jawabannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mahasiswa Universitas Terbuka (UT). Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mahasiswa Universitas Terbuka (UT). Foto: Shutterstock

Universitas Terbuka (UT) adalah perguruan tinggi negeri di Indonesia yang menerapkan sistem pendidikan jarak jauh dan terbuka. Universitas ini menawarkan fleksibilitas bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa terikat waktu dan tempat.

Namun, seperti sistem pendidikan lainnya, UT memiliki beberapa aspek yang masih dapat ditingkatkan. Tujuan peningkatan ini agar pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan mahasiswa di era digital.

Lantas, apa saran saudara untuk pelaksanaan UT mendatang? Untuk menjawabnya, simak penjelasan di bawah ini!

Apa Saran Saudara untuk Pelaksanaan UT Mendatang?

Ilustrasi mahasiswa Universitas Terbuka (UT). Foto: Pexels/Karolina Grabowska

Merujuk pada laporan Monitoring Evaluasi Pembelajaran Universitas, BPM UMSU (2021), kompetensi dan kualifikasi yang baik akan memberi dampak yang positif terhadap kemampuan akademik mahasiswa dan pengembangan institusi.

Karena itu, pengukuran evaluasi pembelajaran merupakan aspek penting yang dapat menentukan mutu suatu perguruan tinggi, termasuk untuk Universitas Terbuka (UT).

Dikutip dari buku Distance Edu, Rao (2007: 104), UT merupakan perguruan tinggi yang memberikan layanan pendidikan jarak jauh. Tujuannya adalah memberikan kesempatan belajar yang fleksibel bagi masyarakat, terutama bagi orang yang bekerja atau memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan konvensional. Siapa saja bisa mengakses pendidikan tinggi di UT tanpa batasan usia, waktu, dan tempat.

Namun, sebagaimana instansi pendidikan lainnya, UT juga membutuhkan evaluasi dan pembenahan. Jadi, apa saran Saudara untuk melaksanakan UT mendatang?

1. Meningkatkan Interaksi antara Mahasiswa dan Dosen

Mayoritas pembelajaran di UT berjalan secara daring. Sedangkan dalam buku dalam buku Problematika Indonesia di Tengah Pandemi, Kiranti, dkk. (2021), dijelaskan bahwa pembelajaran jarak jauh menyebabkan kurangnya partisipasi aktif peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Akibatnya, mahasiswa mungkin merasa kesulitan dalam memahami materi.

Sebagai solusi, UT perlu meningkatkan intensitas interaksi antara mahasiswa dan dosen. Contohnya dengan mengadakan forum diskusi interaktif dan memperbanyak sesi tatap muka daring.

Dengan begitu, mahasiswa dapat lebih aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan merasa lebih didampingi selama proses pembelajaran berlangsung.

2. Meningkatkan Sarana dan Prasarana

Masih dari buku Problematika Indonesia di Tengah Pandemi, kendala terbesar dari pembelajaran jarak jauh ialah keterbatasan sarana dan prasarana yang menyebabkan kurangnya efektivitas dalam kegiatan pembelajaran. Keterbatasan internet juga dapat menghambat proses pembelajaran mahasiswa.

Artinya, UT perlu menyediakan subsidi kuota atau akses khusus bagi mahasiswa. Selain itu, perlu juga adanya penyediaan layanan bantuan (helpdesk) yang responsif dan dapat diakses dengan mudah.

UT juga harus rutin memperbarui dan memelihara sistem Learning Management System (LMS) agar tetap ramah pengguna. Masalah teknis seperti server lambat atau sulitnya akses materi pembelajaran kerap menjadi penghambat bagi mahasiswa.

3. Memperbanyak Media Pembelajaran Interaktif

Selain modul dalam format cetak dan digital, UT perlu menyediakan konten pembelajaran multimedia interaktif yang mudah diakses. Mahasiswa akan lebih mudah memahami dan menyerap materi yang diajarkan apabila disertai dengan media pembelajaran interaktif.

Adapun media pembelajaran jarak jauh menurut Dr. Rina Febriana, M.Pd. (2021) dalam buku Evaluasi Pembelajaran, mencakup media visual, audio, atau audiovisual. Contohnya adalah video animasi, simulasi digital, hingga kuis daring.

Baca juga: Cara Daftar KLJ 2025 dan Syarat Penerimanya

4. Menguatkan Sistem Evaluasi Daring

Evaluasi kompetensi turut memengaruhi progres pembelajaran. Sebagaimana dibahas dalam penelitian Sugiran (2015) berjudul Pengembangan Sistem Evaluasi Tutor Berbasis Online, sistem evaluasi daring bertujuan untuk memberi hasil penilaian dari mahasiswa dan rekomendasi penjadwalan tutor pada semester selanjutnya dengan lebih efektif.

Artinya, agar proses evaluasi berjalan optimal, perlu adanya pengembangan sistem evaluasi tutor berbasis online di UT yang melibatkan partisipasi aktif seluruh mahasiswa.

(SLT)