Konten dari Pengguna

Apa Tujuan Rasulullah SAW Mempersaudarakan Kaum Muhajirin dan Anshar?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa tujuan Rasulullah SAW mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar? Foto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa tujuan Rasulullah SAW mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar? Foto

Kisah hijrah Nabi Muhammad ke kota Madinah merupakan salah satu materi yang dipelajari siswa kelas 4 SD dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Kurikulum Merdeka. Materi ini membahas mengenai latar belakang terjadinya hijrah serta hikmah-hikmah yang bisa diambil dari peristiwa tersebut.

Melalui materi ini, siswa juga diajak untuk memahami pentingnya makna persaudaraan lewat pertanyaan: Apa tujuan Rasulullah SAW mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar?

Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, simak penjelasan selengkapnya pada artikel berikut!

Apa Tujuan Rasulullah SAW Mempersaudarakan Kaum Muhajirin dan Anshar?

Ilustrasi kunci jawaban PAI kelas 4 SD halaman 183 Kurikulum Merdeka. Foto: Unsplash

Pertanyaan “Apa tujuan Rasulullah SAW mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar?” adalah bagian dari evaluasi “Ayo Kerjakan” pada halaman 183 PAI Kurikulum Merdeka. Dirangkum dari kanal YouTube Media Pembelajaran, berikut kunci jawaban lengkapnya.

Kunci Jawaban PAI Kelas 4 SD Halaman 183

1. Apa tujuan Rasulullah SAW mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar?

Jawaban:

Tujuan Rasulullah SAW mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar adalah untuk mempererat persatuan serta membantu kaum Muhajirin yang baru datang dari Mekah ke Madinah. Saat hijrah, banyak kaum Muhajirin meninggalkan harta dan tempat tinggal mereka sehingga membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Kaum Anshar kemudian membantu mereka dengan tulus, baik dengan cara menyediakan tempat tinggal, pekerjaan, maupun kehidupan sehari-hari. Melalui persaudaraan tersebut, kaum Muhajirin dapat beradaptasi dengan lingkungan baru di Madinah, sementara hubungan antarsesama umat Islam menjadi semakin kuat dan harmonis.

2. Sikap apakah yang patut diteladani dari kisah Kaum Muhajirin? Berikan contohnya!

Jawaban:

Sikap yang patut diteladani dari kaum Muhajirin adalah keberanian, pengorbanan, serta keteguhan dalam mempertahankan keimanan. Mereka rela meninggalkan keluarga, harta benda, dan kenyamanan di Mekah demi mengikuti perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW untuk berhijrah ke Madinah.

Salah satu contohnya adalah kisah Suhaib bin Sinan al-Rumi. Meski menghadapi banyak kesulitan setelah hijrah, ia dan kaum Muhajirin lainnya tetap bersemangat, aktif, dan tidak bermalas-malasan dalam menjalani kehidupan baru di Madinah. Mereka terus berusaha dan bekerja keras untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

3. Sebutkan fungsi Masjid Nabawi pada masa Rasulullah SAW?

Jawaban:

Pada masa Rasulullah SAW, Masjid Nabawi memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Islam. Masjid ini tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat berbagai kegiatan umat Islam. Berikut beberapa fungsi Masjid Nabawi pada masa itu:

  • Tempat beribadah

  • Tempat bermusyawarah

  • Pusat kegiatan umat Islam

  • Arena latihan bela negara

  • Tempat penampungan ahl al-Suffah atau kaum fakir miskin

4. Sikap apakah yang patut diteladani dari kisah Kaum Anshar? Berikan contohnya!

Jawaban:

Sikap yang patut diteladani dari kaum Anshar adalah peduli terhadap sesama, tolong-menolong, dan rela berkorban untuk membantu orang lain. Mereka menerima kaum Muhajirin dengan terbuka serta memberikan bantuan tanpa membedakan asal maupun latar belakang.

Contohnya dapat dilihat dari kisah Sa’ad bin Rabi’ yang dengan tulus membantu dan berbagi kepada kaum Muhajirin setelah hijrah ke Madinah.

5. Bagaimana sikap Rasulullah SAW agar kerukunan tetap terjaga di Madinah yang penduduknya beragam?

Jawaban:

Rasulullah SAW menjaga kedamaian di Madinah dengan membangun hubungan yang saling menghormati antar kelompok masyarakat, meskipun mereka memiliki latar belakang berbeda. Untuk mewujudkannya, beliau membuat perjanjian antara kaum Muhajirin, kaum Anshar, serta kaum Yahudi yang kemudian dikenal sebagai Piagam Madinah.

Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 8 Halaman 270 yang Tepat dan Benar

(RK)