Konten dari Pengguna

Apa yang Dimaksud dengan Latihan Interval Lari? Ini Pengertian dan Tekniknya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi olahraga lari di sore hari  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi olahraga lari di sore hari Foto: Shutterstock

Latihan interval merupakan salah satu metode latihan kecepatan yang umum digunakan di dunia olahraga, khususnya lari. Latihan ini dapat meningkatkan performa dan kekuatan tubuh, baik untuk pelari profesional maupun pemula.

Dr. Albertus Fenanlampir dalam buku Ilmu Kepelatihan Olahraga menyebutkan bahwa latihan interval bisa dilakukan dengan menempuh jarak pendek dalam rentang waktu yang cukup singkat. Pelari bisa mengombinasikan sprint berkecepatan tinggi dengan periode istirahat yang lebih pendek untuk latihan ini.

Apabila ingin meningkatkan kecepatan, daya tahan, dan kekuatan tubuh, maka metode latihan interval sangat cocok untuk Anda. Agar hasilnya optimal, ada teknik tertentu yang harus diperhatikan.

Misalnya dengan melakukan pemanasan, menentukan durasi latihan, pendinginan, dan lain-lain. Yang pasti, diperlukan fisik yang prima untuk melaksanakan latihan interval ini.

Teknik Latihan Interval saat Lari

Ilustrasi lari marathon. Foto: AFP PHOTO / YOSHIKAZU TSUNO

Sama sepeti teknik latihan lainnya, latihan interval juga wajib diawali dengan pemanasan (warm up). Caranya dengan melakukan gerakan-gerakan sederhana yang bisa meregangkan otot-otot Anda.

Pemanasan dapat membantu mempersiapkan otot untuk melakukan aktivitas yang lebih berat. Gerakan pemanasan terbukti efektif untuk meminimalisasi cedera saat lari.

Disarankan untuk melakukan pemanasan selama 5-10 menit saja, dilanjutkan dengan gerakan utama latihan interval. Caranya dengan melakukan sprint jarak jauh dalam waktu tempuh yang cepat. Kemudian, Anda bisa melanjutkannya dengan beristirahat sejenak, lebih pendek dari durasi latihan.

Misalnya, lakukan sprint sejauh 50 meter dengan waktu tempuh 6-8 detik. Kemudian, istirahat selama 1-2 menit saja sebelum mengulangi sprint tersebut.

Terapkan skema ini sampai menempuh satuan jarak tertentu. Anda bisa memulainya dari jarak 2 km atau 5 km, kemudian meningkatkan jarak tempuhnya seiring berjalannya waktu.

Setelah lari, lakukan gerakan pendinginan (cool down) untuk merilekskan otot-otot pasca lari. Anda bisa melakukan gerakan-gerakan sederhana atau sekadar jalan santai selama beberapa menit.

Jenis-jenis Latihan Interval Lari

Ilustrasi lari di tangga. Foto: Shutterstock

Dikutip dari laman Runners World, ada beberapa jenis latihan interval yang bisa dipilih pelari. Tentunya, masing-masing memiliki teknik latihan yang berbeda.

  • Short interval: Latihan interval pendek ini dilakukan dengan cara sprint berkecepatan tinggi selama kurang dari 60 detik, lalu diikuti dengan istirahat singkat.

  • Long interval: Latihan interval panjang dilakkukan dengan sprint selama lebih dari 60 detik dengan intensitas yang tinggi dan dilanjutkan dengan istirahat yang cukup.

  • Pyramid interval: Durasi sprint pada latihan ini terus ditingkatkan, lalu berkurang secara bertahap. Latihan bisa diselingi dengan periode istirahat singkat.

  • Progressive interval: Intensitas sprint ditingkatkan dari satu interval ke interval lainnya. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan kecepatan dan daya tahan secara perlahan.

Baca juga: Tips dan Teknik Memasuki Garis Finis yang Benar dalam Lomba Lari

(MSD)