Apa yang Dimaksud dengan Latihan Interval Lari? Ini Pengertian dan Tekniknya

Berita Hari Ini
Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
12 Maret 2024 10:44 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi olahraga lari di sore hari  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi olahraga lari di sore hari Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Latihan interval merupakan salah satu metode latihan kecepatan yang umum digunakan di dunia olahraga, khususnya lari. Latihan ini dapat meningkatkan performa dan kekuatan tubuh, baik untuk pelari profesional maupun pemula.
ADVERTISEMENT
Dr. Albertus Fenanlampir dalam buku Ilmu Kepelatihan Olahraga menyebutkan bahwa latihan interval bisa dilakukan dengan menempuh jarak pendek dalam rentang waktu yang cukup singkat. Pelari bisa mengombinasikan sprint berkecepatan tinggi dengan periode istirahat yang lebih pendek untuk latihan ini.
Apabila ingin meningkatkan kecepatan, daya tahan, dan kekuatan tubuh, maka metode latihan interval sangat cocok untuk Anda. Agar hasilnya optimal, ada teknik tertentu yang harus diperhatikan.
Misalnya dengan melakukan pemanasan, menentukan durasi latihan, pendinginan, dan lain-lain. Yang pasti, diperlukan fisik yang prima untuk melaksanakan latihan interval ini.

Teknik Latihan Interval saat Lari

Ilustrasi lari marathon. Foto: AFP PHOTO / YOSHIKAZU TSUNO
Sama sepeti teknik latihan lainnya, latihan interval juga wajib diawali dengan pemanasan (warm up). Caranya dengan melakukan gerakan-gerakan sederhana yang bisa meregangkan otot-otot Anda.
ADVERTISEMENT
Pemanasan dapat membantu mempersiapkan otot untuk melakukan aktivitas yang lebih berat. Gerakan pemanasan terbukti efektif untuk meminimalisasi cedera saat lari.
Disarankan untuk melakukan pemanasan selama 5-10 menit saja, dilanjutkan dengan gerakan utama latihan interval. Caranya dengan melakukan sprint jarak jauh dalam waktu tempuh yang cepat. Kemudian, Anda bisa melanjutkannya dengan beristirahat sejenak, lebih pendek dari durasi latihan.
Misalnya, lakukan sprint sejauh 50 meter dengan waktu tempuh 6-8 detik. Kemudian, istirahat selama 1-2 menit saja sebelum mengulangi sprint tersebut.
Terapkan skema ini sampai menempuh satuan jarak tertentu. Anda bisa memulainya dari jarak 2 km atau 5 km, kemudian meningkatkan jarak tempuhnya seiring berjalannya waktu.
Setelah lari, lakukan gerakan pendinginan (cool down) untuk merilekskan otot-otot pasca lari. Anda bisa melakukan gerakan-gerakan sederhana atau sekadar jalan santai selama beberapa menit.
ADVERTISEMENT

Jenis-jenis Latihan Interval Lari

Ilustrasi lari di tangga. Foto: Shutterstock
Dikutip dari laman Runners World, ada beberapa jenis latihan interval yang bisa dipilih pelari. Tentunya, masing-masing memiliki teknik latihan yang berbeda.
ADVERTISEMENT
(MSD)