Konten dari Pengguna

Apa yang Dimaksud Nafkah Lahir dan Batin dalam Islam? Ini Penjelasannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nafkah lahir adalah, foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Nafkah lahir adalah, foto: Unsplash

Nafkah lahir adalah salah satu jenis nafkah yang wajib diberikan oleh suami kepada istri dan anak-anaknya. Apabila seorang suami tidak memberikan nafkah kepada istri dan anak-anaknya, maka ia melakukan perbuatan dapat dosa.

Mengutip jurnal Pemenuhan Nafkah Lahir dan Batin Keluarga dalam Perspektif Hukum Islam karya Masnaeni, nafkah secara bahasa adalah barang-barang yang dibelanjakan. Sedangkan nafkah secara istilah artinya suatu kewajiban yang harus diberikan oleh seorang suami kepada istri dan anak-anaknya.

Ada banyak dalil yang membahas tentang kewajiban memberi nafkah. Salah satunya adalah surat Al-Baqarah ayat 233.

“Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya." (Qs. Al-Baqarah: 233)

Berdasarkan ayat di atas, dapat dipastikan bahwa seorang suami berkewajiban menafkahi keluarga sesuai dengan kemampuannya. Nafkah yang dimaksud dalam ayat ini adalah nafkah secara lahir dan secara batin.

Pengertian Nafkah Lahir dan Nafkah Batin

Nafkah lahir adalah, foto: Unsplash

Para ulama fiqih membagi nafkah menjadi dua macam, yakni nafkah lahir dan nafkah batin. Nafkah lahir adalah kewajiban suami yang meliputi kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Sedangkan nafkah batin adalah pemberian suami yang meliputi kebutuhan psikologis.

1. Nafkah Lahir

Nafkah lahir adalah pemberian suami kepada istri dan anak-anaknya dalam bentuk pemenuhan kebutuhan pangan, sandang, dan papan. Allah tidak memberikan batasan mengenai jumlah nafkah lahir yang harus diberikan, sebagaimana disampaikan dalam surat At-Talaq ayat 7.

"Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikul beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberi kelapangan sesudah kesempitan." (Qs. At-Thalaq:7)

Ayat ini menjelaskan bahwa pemberian nafkah lahir harus disesuaikan dengan kemampuan seorang suami. Namun, jika seorang suami sama sekali tidak memberikan nafkah lahir, maka perbuatan tersebut dihitung sebagai utang kepada istri.

Nafkah lahir dapat dikategorikan menjadi 3 macam, yakni:

  1. Suami wajib memberikan nafkah kiswah (pakaian yang layak) dan nafkah maskan (tempat tinggal).

  2. Seorang suami wajib memberikan nafkah untuk biaya rumah tangga, dan biaya kebutuhan istri serta anak-anaknya.

  3. Seorang suami wajib memberikan nafkah berupa biaya pendidikan bagi anak-anaknya.

2. Nafkah Batin

Nafkah batin adalah pemberian suami yang tidak dapat terlihat oleh mata, namun dapat dirasakan, seperti perasaan bahagia, perasaan aman, merasa dicintai, dan lainnya. Para ulama menyebut cakupan dalam hal pemenuhan nafkah batin ini sangatlah luas.

Setidaknya, ada 6 perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai pemberian nafkah batin, yakni:

  1. Suami menghormati dan memperlakukan istrinya dengan baik.

  2. Seorang suami memberikan perhatian kepada istrinya.

  3. Seorang suami menjaga kesucian pernikahan.

  4. Seorang suami membimbing istri dan anak-anaknya pada kebenaran.

  5. Seorang suami menggauli istrinya dengan cara baik.

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan nafkah batin?
chevron-down

Nafkah batin adalah pemberian suami yang tidak dapat terlihat oleh mata namun dapat dirasakan, seperti merasa bahagia, merasa aman, merasa dicintai, dan sejenisnya.

Bagaimana hukum suami tidak memberikan nafkah lahir kepada istri?
chevron-down

Jika seorang suami tidak sama sekali memberikan nafkah lahir, maka perbuatan tersebut akan dikategorikan sebagai utang kepada istri.

Bolehkan istri yang mencari nafkah untuk keluarga?
chevron-down

Bolehselama Istrinya ridha dan suami tidak berhenti berusaha untuk kembali memenuhi kebutuhan keluarganya.

(PHR)