Konten dari Pengguna

Apa yang Kamu Ketahui dari Karakter Para Perumus Pancasila? Ini Penjelasannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apa yang kamu ketahui dari karakter para perumus Pancasila. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apa yang kamu ketahui dari karakter para perumus Pancasila. Foto: Unsplash.

Para perumus Pancasila lebih dari sekadar tokoh sejarah yang namanya tertulis di buku pelajaran. Mereka adalah orang-orang dengan karakter luar biasa yang rela berjuang demi kemerdekaan bangsa Indonesia.

Itu kenapa, dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 4 SD, muncul pertanyaan tentang apa yang kamu ketahui dari karakter para perumus Pancasila? Untuk mengetahui jawabannya, simak pembahasannya dalam artikel berikut!

Siapa Saja Para Perumus Pancasila?

Ilustrasi apa yang kamu ketahui dari karakter para perumus Pancasila. Foto: Unsplash.

Sebelum membahas karakternya, Anda perlu mengetahui siapa saja tokoh yang terlibat dalam perumusan Pancasila. Menurut Buku Teks Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas IV (2023) terbitan Kemendikbud, proses perumusan Pancasila melibatkan dua lembaga utama, yaitu BPUPKI dan Panitia Sembilan.

BPUPKI atau Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia menggelar sidang pertamanya pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945. Sidang ini diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat dan diikuti oleh 69 anggota lainnya. Pada hari keempat sidang, tepatnya 1 Juni 1945, Ir. Sukarno berpidato seraya mengusulkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Setelah sidang BPUPKI, dibentuklah Panitia Sembilan yang bertugas merumuskan sila-sila Pancasila secara lebih rinci. Panitia ini beranggotakan sembilan orang yang meliputi:

  • Ir. Sukarno (ketua)

  • Mohammad Hatta

  • Achmad Soebardjo

  • Muhammad Yamin

  • K.H. Wachid Hasyim

  • Abdoel Kahar Moezakir

  • Abikoesno Tjokrosoejoso

  • H. Agus Salim

  • Alexander Andries Maramis

Lalu pada 22 Juni 1945, Panitia Sembilan berhasil menetapkan Piagam Jakarta. Rumusan inilah yang dibahas dan disahkan pada 18 Agustus 1945 sebagai bagian dari Pembukaan UUD 1945.

Apa yang Kamu Ketahui dari Karakter Para Perumus Pancasila?

Ilustrasi apa yang kamu ketahui dari karakter para perumus Pancasila. Foto: Unsplash.

Mengutip dari Buku Teks Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas IV (2023), para perumus Pancasila memiliki sejumlah karakter yang bisa diteladani generasi penerus bangsa. Berikut karakter-karakter yang dimaksud beserta penjelasannya:

1. Berani Berjuang dan Berkata Benar

Para tokoh tidak takut menyampaikan pendapat meski berada di bawah tekanan penjajahan.

2. Berjiwa Besar

Dalam proses perumusan Pancasila, banyak perbedaan pendapat yang muncul. Para tokoh mampu menerima hasil musyawarah dengan lapang dada, meski pendapat pribadi mereka tidak sepenuhnya diterima.

3. Menghargai Pendapat Orang Lain

Setiap anggota sidang memiliki latar belakang yang berbeda, mulai dari suku, agama, hingga pemikiran politik. Meski demikian, mereka tetap mendengarkan dan menghormati pandangan satu sama lain demi kepentingan bersama.

4. Mengutamakan Persatuan Bangsa

Kepentingan pribadi dan golongan ditempatkan di bawah kepentingan bangsa. Keputusan-keputusan besar diambil dengan mempertimbangkan persatuan seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya kelompok tertentu saja.

5. Pantang Menyerah

Proses perumusan dasar negara membutuhkan serangkaian sidang dan diskusi panjang sebelum akhirnya disepakati. Para tokoh tidak menyerah meski prosesnya melelahkan dan penuh tantangan.

6. Rela Berkorban

Para perumus Pancasila bersedia mengorbankan waktu, tenaga, bahkan keselamatan diri demi kemerdekaan dan masa depan bangsa Indonesia.

Karakter yang Bisa Diterapkan dalam Kehidupan Sehari-hari

Karakter para perumus Pancasila bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Sikap berani berkata jujur bisa diterapkan sejak kecil, misalnya dengan tidak menyontek saat ujian.

Kemudian, sikap menghargai pendapat orang lain bisa diwujudkan saat berdiskusi dalam kelompok belajar, dengan tidak memotong pembicaraan dan mau mendengarkan pandangan teman. Sementara sikap pantang menyerah bisa ditunjukkan melalui semangat belajar meski menghadapi mata pelajaran yang sulit.

(FHK)

Baca juga: Bagaimana Cara Menggunakan Teknik Pencarian Efektif untuk Mendapatkan Informasi?