Apakah Campak Menular pada Orang Dewasa? Ini Tingkat Risikonya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Campak termasuk penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Infeksi ini biasanya menyerang saluran pernapasan terlebih dahulu, kemudian dapat menyebar ke berbagai bagian tubuh. Gejala yang kerap muncul adalah demam tinggi, batuk, pilek, serta ruam kemerahan pada kulit.
Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, meskipun kasusnya lebih sering terjadi pada anak-anak. Meski demikian, bukan berarti orang dewasa sepenuhnya terbebas dari risiko.
Lantas, apakah campak juga dapat menular pada orang dewasa? Untuk memahami risikonya sekaligus mengenali gejalanya, simak penjelasan berikut ini.
Apakah Campak Menular pada Orang Dewasa?
Campak dikenal sebagai salah satu penyakit yang sangat mudah menular dari satu orang ke orang lain. Penyakit ini disebabkan oleh virus campak dari genus Morbillivirus yang dapat menyebar dengan cepat melalui udara.
Mengutip laman WHO, siapa pun yang tidak memiliki kekebalan terhadap virus campak berisiko terinfeksi. Kondisi ini dapat terjadi pada orang yang belum pernah menerima vaksin atau pada mereka yang telah divaksin tetapi tidak membentuk kekebalan yang cukup.
Artinya, campak tetap bisa menular pada orang dewasa. Risiko penularan cenderung lebih tinggi pada individu yang belum mendapatkan vaksin, serta pada mereka yang daya tahan tubuhnya lemah.
Menurut Cleveland Clinic, virus campak menyebar melalui cairan dari hidung atau tenggorokan penderita. Penularan dapat terjadi saat seseorang yang terinfeksi bernapas, batuk, bersin, atau berbicara.
Selain itu, virus campak juga dapat bertahan di udara maupun pada permukaan benda hingga dua jam. Saat seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi, lalu menyentuh mulut, hidung, atau mata, virus dapat masuk ke dalam tubuh. Hal ini yang membuat campak sangat mudah menyebar.
Oleh sebab itu, salah satu cara paling efektif untuk melindungi diri sekaligus mencegah penularan adalah melalui vaksinasi. Vaksin membantu tubuh membentuk kekebalan terhadap virus campak.
Pada umumnya, vaksin campak diberikan sejak masa kanak-kanak melalui imunisasi MMR (Measles, Mumps, Rubella), yaitu vaksin yang melindungi dari campak, gondongan, dan rubella.
Gejala Umum Campak pada Orang Dewasa
Campak dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan sistem saraf pusat. Infeksi ini berpotensi menimbulkan penyakit serius bahkan beberapa tahun setelah seseorang terinfeksi.
Berdasarkan informasi dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejala campak biasanya muncul sekitar 7 hingga 14 hari setelah seseorang terpapar virus. Gejala umumnya sebagai berikut:
Demam tinggi
Batuk
Hidung meler atau pilek
Mata merah dan berair (konjungtivitis)
Ruam
Selain gejala tersebut, campak juga dapat menyebabkan komplikasi kesehatan serius. Risiko komplikasi biasanya lebih tinggi pada anak di bawah usia lima tahun, tetapi orang dewasa juga tetap perlu mewaspadainya.
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi adalah:
Kebutaan.
Ensefalitis, yaitu infeksi yang menyebabkan pembengkakan pada otak dan berpotensi menimbulkan kerusakan otak.
Diare berat yang dapat menyebabkan dehidrasi.
Infeksi telinga.
Gangguan pernapasan berat seperti pneumonia.
Baca Juga: Apakah Suntik Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya
(SA)
