Apakah Geothermal Termasuk Energi Alternatif? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Geothermal merupakan istilah dalam bahasa Yunani yang merujuk pada energi dari panas bumi. Pertanyaannya, apakah geothermal termasuk energi alternatif?
Energi alternatif mengacu pada energi yang berasal dari sumber alami di muka bumi. Dinamakan ‘alternatif’ karena dapat digunakan untuk menggantikan sumber energi konvensional dari bahan bakar fosil, seperti minyak dan batu bara.
Sumber energi alternatif ada bermacam-macam, mulai dari matahari, angin, sungai, pasang surut air laut, biomassa, dan lain-lain. Penggunaan energi tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Apakah Geothermal Termasuk Energi Alternatif?
Dalam laman National Geographic dijelaskan bahwa geothermal termasuk energi alternatif yang dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Energi ini memanfaatkan panas yang berada di dalam inti bumi.
Sebagai informasi, bumi terdiri dari beberapa lapisan. Lapisan inti merupakan bagian paling panas dan terletak sekitar 2.900 km dari permukaan bumi.
Sebagian kecil panas inti bumi berasal dari gesekan dan tarikan gravitasi yang terbentuk ketika bumi tercipta 4 miliar tahun lalu. Sedangkan sebagian besarnya berasal dari peluruhan isotop radioaktif yang terjadi secara terus-menerus sampai hari ini hingga masa yang akan datang.
Suhu inti bumi diperkirakan mencapai lebih dari 5.000° C. Suhu itulah yang selalu memancar ke luar dan memanaskan bebatuan, air, gas, serta material geologi lainnya.
Bebatuan di bawah tanah yang terkena panas dengan suhu sekitar 700-1.300° C akan berubah menjadi magma. Magma tersimpan di lapisan mantel bumi dan terkadang mencuat ke permukaan sebagai lava.
Magma juga bisa memanaskan aliran air di bawah tanah (akuifer). Kemudian, aliran air tersebut dilepaskan ke permukaan bumi dalam bentuk geyser, mata air panas, lubang uap, dan lubang hidrotermal bawah air.
Semua itulah yang yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik dari energi panas umi. Tapi, para ahli tidak hanya ingin mengandalkan sumber yang muncul di permukaan.
Magma yang masih tersimpan di mantel bumi pun bisa diakses dengan metode pengeboran. Kemudian, prosesnya dilanjut dengan menyuntikkan sejumlah air ke dalamnya untuk menghasilkan uap. Nantinya, uap itu akan dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik yang dibutuhkan manusia.
Manfaat Energi Geothermal
Sebagai energi alternatif, geothermal memiliki segudang manfaat bagi manusia dan lingkungan. Berikut beberapa di antaranya menurut laman Energi Efficiency & Renewable Energy:
Tidak Akan Habis: Panas yang mengalir di inti bumi akan terus-menerus diisi oleh peluruhan unsur-unsur radioaktif. Proses alami ini akan tetap terjadi hingga miliaran tahun ke depan.
Kuat dan Fleksibel: Pembangkit listrik geothermal menghasilkan listrik secara konsisten dan dapat beroperasi sepanjang waktu seperti apa pun kondisi cuacanya.
Efisien: Pembangkit listrik geothermal menggunakan lahan yang lebih sedikit dibandingkan energi alternatif lainnya. Luasnya hanya sekitar 404 meter persegi.
Bersih: Pembangkit listrik geothermal tidak menghasilkan gas rumah kaca. Selain itu, emisi yang dihasilkan juga 4 kali lebih rendah dibandingkan pembangkit listrik tenaga surya.
Baca Juga: 5 Cara Menerapkan Gaya Hidup Berkelanjutan yang Sederhana
Ragam konten berkualitas dan inklusif tentang inisiatif individu, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk mendorong terciptanya bumi berkelanjutan. Selengkapnya di kumparan.com/topic/green-initiative
(DEL)
