Apakah Makan Membatalkan Wudhu? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidak semua orang mengerti apakah makan membatalkan wudhu atau tidak. Ketentuan ini tentu harus dipahami setiap umat Muslim agar yakin bahwa wudhu yang dikerjakan masih tetap sah.
Seperti diketahui, wudhu adalah salah satu syarat penting dalam pelaksanaan salat dan beberapa ibadah lainnya. Wudhu bisa menjadi batal karena berbagai alasan dan kondisi yang telah ditentukan oleh syarat.
Lantas, apakah makan menjadi salah satu kondisi yang membatalkan wudhu? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Pengertian Wudhu
Dikutip dari buku Kedahsyatan Manfaat Air Wudhu oleh Mukhsin Matheer, menurut etimologi, wudhu berasal dari kata wadha'ah yang dalam bahasa Arab artinya kebersihan dan baik. Secara istilah, wudhu diartikan sebagai menyucikan diri dengan membasuh muka, tangan, kepala, dan kaki
Wudhu wajib dilakukan oleh umat Islam sebelum melakukan ibadah sholat dan beberapa ibadah lainnya. Berikut tata caranya:
Membaca niat dalam hati
Cuci kedua tangan hingga pergelangan tangan
Ambil air dengan tangan dan berkumur
Masukkan air ke dalam hidung dan buang dengan perlahan
Basuh seluruh wajah dari dahi hingga dagu dan dari telinga ke telinga
Cuci kedua tangan hingga siku, mulai dari tangan kanan lalu tangan kiri
Usap seluruh bagian kepala dengan tangan basah
Bersihkan telinga bagian luar dengan jari yang basah
Cuci kedua kaki hingga pergelangan kaki, mulai dari kaki kanan lalu kaki kiri
Membaca doa setelah wudhu
Baca Juga: Niat Wudhu dan Tata Caranya untuk Bersuci dari Hadas Kecil
Apakah Makan Membatalkan Wudhu?
Mengutip buku Fatwa-Fatwa Imam Asy-Syafi’i: Masalah Ibadah oleh Dr. Asmaji Muchtar, mayoritas ulama berpendapat bahwa makan maupun minum bukan hal yang membatalkan wudhu.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah, Rasulullah SAW sering makan setelah mengambil air wudhu dan melaksanakan ibadah sholat tanpa mengambil wudhu kembali.
Sa'id bin Al-Harits bertanya kepada Jabir bin Abdillah mengenai wudhu setelah makan makanan yang terkena api. Jabir menjawab, "Tidak. Dahulu pada masa Nabi saw kami tidak menemukan makanan seperti itu kecuali sedikit. Jika kami menemukannya, kami tidak memiliki sapu tangan kecuali telapak tangan, lengan, dan kaki kami. Kemudian kami salat dan tidak berwudhu." (HR Al-Bukhari)
Meskipun tidak membatalkan wudhu, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan setelah makan, terutama sebelum melaksanakan sholat. Salah satunya adalah membersihkan mulut setelah makan yang berbau menyengat seperti bawang putih atau bawang merah. Hal ini dijelaskan dalam hadis yang berbunyi:
"Siapa pun yang makan bawang putih atau bawang merah, sebaiknya tidak mendekati masjid kami dan sebaiknya beribadah di rumahnya, karena para malaikat juga merasa terganggu oleh bau yang mengganggu manusia" (HR. Bukhari)
Baca Juga: Apakah Bersendawa Membatalkan Wudhu? Ini Penjelasannya!
Hal-hal yang Membatalkan Wudhu
Dalam buku Kedahsyatan Wudhu oleh Moehari Kardjono dijelaskan bahwa wudhu dianggap batal karena beberapa hal, seperti:
Membuang air besar atau kecil, baik melalui anus atau kemaluan
Kentut
Tidur yang pulas hingga kehilangan kesadaran atau tidak bisa merasakan lingkungan sekitar
Hilangnya kesadaran akibat mabuk, pingsan, atau gangguan kesehatan lainnya
Menyentuh kemaluan dengan tangan tanpa penghalang
Bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram dengan syahwat
Muntah dengan jumlah yang banyak hingga menyebabkan tubuh lemah
Keluarnya darah dari tubuh dalam jumlah banyak, seperti mimisan atau luka yang mengeluarkan banyak darah
(SAI)
