Konten dari Pengguna

Apakah Orang Pendek Lebih Panjang Umur? Ini Alasannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tinggi Badan. Foto: Pixel-Shot/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tinggi Badan. Foto: Pixel-Shot/Shutterstock

Banyak faktor yang menentukan angka harapan hidup seseorang. Selain pola makan, gaya hidup, dan kondisi kesehatan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa postur tubuh juga turut memengaruhinya.

Secara statistik, beberapa studi menemukan bahwa orang bertubuh pendek cenderung memiliki angka harapan hidup lebih besar dibandingkan orang berpostur tinggi. Para peneliti mengaitkan temuan ini dengan berbagai faktor, seperti risiko penyakit dan perbedaan metabolisme tubuh.

Meski begitu, hasil ini tidak bisa dijadikan kesimpulan tunggal karena banyak faktor lain yang berperan. Lalu, benarkah orang bertubuh pendek cenderung memiliki umur yang lebih panjang? Mari simak fakta ilmiahnya berikut ini.

Penelitian tentang Tinggi Badan dan Umur Lebih Panjang

Ilustrasi Mengukur Tinggi Badan. Foto: interstid/Shutterstock

Sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara tinggi badan dan harapan hidup seseorang. Dikutip dari laman Healthline, berikut beberapa penelitian yang mendukung temuan tersebut:

1. Studi pada Mantan Tentara Italia

Sebuah studi longitudinal yang meneliti pria mantan anggota militer Italia menemukan bahwa laki-laki dengan tinggi di bawah 161 cm cenderung hidup lebih lama dibandingkan mereka yang memiliki tinggi di atas angka tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada usia 70 tahun, pria bertubuh lebih tinggi memiliki harapan hidup sekitar dua tahun lebih pendek dibandingkan pria pendek.

2. Penelitian pada Mantan Pemain Basket Profesional

Penelitian tahun 2017 yang dilakukan terhadap 3.901 mantan pemain basket profesional juga menemukan fakta bahwa pemain dengan postur paling tinggi memiliki usia hidup lebih pendek dibandingkan pemain yang lebih pendek.

Meski demikian, peneliti menekankan bahwa umur panjang tidak hanya dipengaruhi tinggi badan, tetapi juga faktor lain seperti genetik, pola makan, pendidikan, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, hingga akses layanan kesehatan.

3. Peran Gen FOX03 terhadap Umur Panjang

Penelitian lain menyoroti hubungan antara gen FOX03, tinggi badan, dan umur panjang. Studi observasional terhadap 8.003 pria Amerika keturunan Jepang menemukan bahwa pria dengan tinggi sekitar 157 cm atau lebih pendek cenderung hidup lebih lama.

Peneliti menemukan bahwa kelompok tersebut umumnya memiliki varian pelindung dari gen FOX03, yaitu gen yang berkaitan dengan proses penuaan dan umur panjang pada manusia maupun hewan.

Apakah Orang Pendek Lebih Panjang Umur?

Ilustrasi Mengukur Tinggi Badan. Foto: Thinkstock

Mengutip laman Verywell Health, orang bertubuh pendek cenderung memiliki harapan hidup 2-5 tahun lebih lama dibandingkan orang bertubuh tinggi. Para peneliti menemukan beberapa faktor yang diduga memengaruhi hal tersebut, di antaranya:

  1. Jumlah sel tubuh lebih sedikit: Orang bertubuh tinggi memiliki jutaan sel lebih banyak dibandingkan orang bertubuh pendek. Semakin banyak jumlah sel, semakin besar pula paparan terhadap radikal bebas yang dapat merusak DNA dan mempercepat penuaan.

  2. Risiko penyakit kronis cenderung lebih rendah: Penelitian menunjukkan tubuh yang lebih kecil memiliki tingkat kematian dan risiko penyakit kronis terkait pola makan yang lebih rendah. Beberapa penyakit tersebut meliputi tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, osteoporosis, hingga batu empedu.

  3. Kebutuhan kalori lebih kecil: Orang bertubuh tinggi membutuhkan asupan kalori lebih banyak karena memiliki tulang yang lebih panjang, organ tubuh lebih besar, serta massa tubuh lebih banyak. Kebutuhan energi yang lebih tinggi ini diduga ikut memengaruhi proses metabolisme tubuh.

  4. Proses perbaikan sel lebih ringan: Seiring bertambahnya usia, tubuh terus memperbaiki jaringan dan sel yang rusak. Karena jumlah sel pada tubuh pendek lebih sedikit, proses perbaikan sel menjadi lebih ringan dibandingkan tubuh yang lebih besar.

  5. Pengaruh gen FOX03: Gen FOX03 diketahui berkaitan dengan umur panjang dan proses penuaan. Penelitian menemukan bahwa gen pelindung ini lebih sering ditemukan pada orang bertubuh pendek sehingga membantu meningkatkan harapan hidup.

Baca Juga: Tinggi Ideal Anak Sesuai Usia, Si Kecil Berapa Moms?

(ANB)