Konten dari Pengguna

Apakah Sistem Pembayaran Hadir Setelah Adanya Uang? Ini Penjelasannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi barter zaman dulu. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi barter zaman dulu. Foto: Pexels

Sistem pembayaran mengalami perkembangan pesat sejalan dengan perkembangan ekonomi. Namun, apakah sistem ini hanya muncul setelah penemuan uang, ataukah sudah ada metode pertukaran lainnya di masa lalu?

Sejak zaman dahulu, manusia telah mencari cara untuk mempermudah transaksi dan pertukaran barang. Sebelum penggunaan uang, berbagai sistem pertukaran seperti barter menjadi pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan.

Seiring berjalannya waktu, keinginan untuk memiliki metode transaksi yang lebih efisien mendorong terjadinya perkembangan sistem pembayaran. Untuk memahami apakah sistem pembayaran muncul setelah adanya uang, simak penjelasan berikut ini.

Apakah Sistem Pembayaran Hadir Setelah Adanya Uang?

Ilustrasi apakah sistem pembayaran hadir setelah adanya uang. Foto: Pexels

Dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, sistem pembayaran merujuk pada sekumpulan aturan, lembaga, dan mekanisme yang digunakan untuk melakukan pengiriman dana, guna memenuhi kewajiban yang muncul dari aktivitas ekonomi.

Singkatnya, sistem pembayaran adalah metode untuk mentransfer atau menggunakan uang dalam kegiatan ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa sistem pembayaran muncul setelah adanya uang.

Hal ini sejalan dengan penjelasan dalam buku Kebijakan Sistem Pembayaran di Indonesia karya Sri Mulyati Tri Subari (2017) yang menyatakan bahwa sistem pembayaran tidak dapat dipisahkan dari perkembangan uang.

Sistem pembayaran berkembang bersamaan dengan diperkenalkannya konsep uang sebagai media pertukaran dalam transaksi barang dan jasa. Dengan adanya uang, transaksi menjadi lebih praktis.

Baca juga: Pengertian Sistem Pembayaran, Klasifikasi, dan Tujuannya

Evolusi Sistem Pembayaran

Ilustrasi evolusi sistem pembayaran. Foto: Pexels

Sistem pembayaran yang digunakan untuk menyelesaikan transaksi ekonomi terus berkembang seiring waktu, mengikuti kemajuan peradaban masyarakat dan teknologi informasi. Transaksi pembayaran dimulai dengan pertukaran barang atau barter.

Namun, seiring berjalannya waktu, transaksi pembayaran juga mulai menggunakan instrumen paper based seperti cek, bilyet giro, serta nota debit atau kredit. Selanjutnya, perkembangan transaksi pembayaran dilakukan dengan menggunakan kartu ATM, debit, kredit, serta uang elektronik.

Menyadur buku Pengantar Kebanksentralan Teori dan Kebijakan oleh Solikin M. Juhro (2020), berikut ini penjelasan lengkap tentang evolusi sistem pembayaran mulai dari barter hingga uang elektronik:

1. Barter

Pada awalnya, pembayaran atau perdagangan menggunakan sistem barter, yaitu pertukaran barang secara langsung dengan menukarkan hewan ternak atau hasil pertanian.

Namun, muncul masalah dalam melakukan barter, yakni sulitnya menemukan kesepakatan antara dua pihak yang saling membutuhkan barang berbeda. Untuk mengatasi hal ini, barter digantikan dengan barang yang dapat memenuhi fungsi dasar uang.

2. Uang Komoditas

Uang komoditas adalah bentuk uang yang memiliki nilai intrinsik karena terbuat dari bahan yang dianggap berharga, seperti emas, perak, atau barang lainnya. Sistem pembayaran ini digunakan pada masa lalu, di mana nilai uang ditentukan oleh nilai komoditas yang digunakan sebagai alat tukar.

3. Uang Kertas dan Logam

Seiring berkembangnya peradaban, uang komoditas digantikan oleh uang kertas dan logam. Uang kertas dan logam tidak lagi memiliki nilai intrinsik yang terkait langsung dengan barang tertentu, tetapi dijamin oleh pemerintah atau bank sentral. Uang kertas dan logam menjadi alat pembayaran yang lebih praktis dan mudah dibawa.

4. Cek dan Bilyet Giro

Pada tahap selanjutnya, perkembangan teknologi memungkinkan munculnya cek dan bilyet giro sebagai instrumen pembayaran. Cek dan bilyet giro memungkinkan transaksi tanpa melibatkan uang tunai, di mana pembayaran dilakukan melalui perintah kepada bank untuk memindahkan dana antar rekening.

5. Uang Elektronik

Seiring dengan kemajuan teknologi digital, uang elektronik muncul sebagai bentuk pembayaran yang lebih modern dan praktis. Uang elektronik memungkinkan transaksi tanpa perlu menggunakan uang tunai atau cek fisik, cukup melalui perangkat elektronik seperti kartu debit, kartu kredit, atau aplikasi pembayaran digital dari ponsel pintar.

(RK)