Apakah Tepung Ubi Bisa Memadamkan Api? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Presiden Prabowo Subianto mendorong uji coba bahan pemadam berbasis tepung ubi atau singkong untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Inovasi tersebut dibahas saat Prabowo memimpin rapat penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8).
Dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Prabowo menyebut inovasi berbasis ubi bisa dimanfaatkan tim pemadam kebakaran dalam bentuk tabung semprot maupun metode praktis lainnya. Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan berbagai sumber daya, teknologi, dan inovasi yang tersedia untuk mendukung penanganan karhutla.
Lantas, apakah tepung ubi bisa memadamkan api dan bagaimana cara kerjanya? Mari simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Apakah Tepung Ubi Bisa Memadamkan Api?
Menurut laman Fire Fighter Now, tepung tidak disarankan digunakan untuk memadamkan api. Ada beberapa alasan yang membuat tepung berisiko jika dilemparkan langsung ke sumber api, antara lain:
Mudah terbakar dalam bentuk partikel halus: Tepung merupakan bahan organik yang bisa terbakar ketika partikelnya tersebar di udara dan bertemu sumber panas.
Berpotensi memperbesar api: Tepung yang beterbangan di sekitar sumber api dapat menjadi tambahan material yang ikut terbakar, sehingga api berpotensi membesar dan sulit dikendalikan.
Berisiko menimbulkan ledakan debu: Jika partikel tepung yang sangat halus terkumpul dalam konsentrasi tertentu di udara, lalu bertemu sumber api, pembakaran yang sangat cepat dapat memicu ledakan debu.
Dengan demikian, melemparkan tepung ke sumber api bukan cara yang aman untuk memadamkan kebakaran. Penggunaan tepung, termasuk tepung ubi, justru berpotensi memperburuk kondisi jika partikelnya tersebar di sekitar api.
Formula Hydrogel Berbasis Pati Ubi
Dalam konteks penanganan karhutla, bahan berbasis ubi yang dimaksud bukan tepung ubi yang langsung dilemparkan ke api, melainkan lebih mengarah pada hidrogel berbasis pati yang dirancang untuk membantu air bertahan lebih lama saat digunakan untuk pemadaman.
Merujuk pada jurnal Sodium bentonite-based coatings containing starch for protecting structures in wildfire emergency situations karya Gregory M. Glenn dkk., pati dapat digunakan sebagai salah satu bahan dalam formulasi gel untuk membantu melindungi permukaan dari paparan panas akibat kebakaran hutan.
Dalam penelitian tersebut, formulasi yang digunakan mencakup air, sodium bentonite, dan pati. Berikut cara kerja formulasi gel berbasis pati dalam membantu melindungi permukaan dari paparan panas akibat kebakaran hutan:
Cara Kerja Hydrogel Berbasis Pati
Secara sederhana, hidrogel berbasis pati bekerja menahan air agar tidak cepat menguap saat terkena panas. Penambahan pati pada gel berbasis sodium bentonite juga dapat memperlambat pengeringan dan menjaga kestabilan lapisan pada permukaan yang terpapar panas.
Potensi untuk Penanganan Karhutla
Teknologi ini berpotensi dikembangkan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk melalui metode water bombing. Formulasi gel diharapkan membuat air lebih tahan terhadap penguapan dan lebih mudah menempel pada vegetasi atau permukaan tanah.
Baca Juga: Prabowo Perintahkan Uji Coba Tepung Padamkan Karhutla, Singkong Jadi Bahan Baku
(ANB)
