Arsip Dapat Menjelaskan Organisasi Dibentuk Termasuk Arsip Bernilai Guna Apa?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arsip merupakan salah satu sumber informasi berharga dalam pelaksanaan manajemen suatu organisasi. Keberadaan arsip juga memiliki nilai guna yang sangat penting, baik bagi organisasi maupun kepentingan publik, sehingga keberadaannya perlu dikelola dengan baik.
Salah satu bentuk nilai guna arsip tersebut berkaitan dengan fungsi arsip sebagai bukti perkembangan suatu organisasi. Dalam konteks ini muncul pertanyaan, arsip yang dapat menjelaskan bagaimana suatu organisasi dibentuk, dikembangkan, digabung, atau dibubarkan termasuk dalam arsip bernilai guna apa?
Arsip Dapat Menjelaskan Organisasi Dibentuk Termasuk Arsip Bernilai Guna Apa?
Arsip yang dapat menjelaskan bagaimana suatu organisasi dibentuk, dikembangkan, digabung, atau dibubarkan termasuk dalam arsip bernilai guna kebuktian (evidential).
Nilai guna kebuktian ini merupakan salah satu kategori arsip bernilai guna sekunder, sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pedoman Penilaian Kriteria dan Jenis Arsip yang Memiliki Nilai Guna Sekunder.
Arsip bernilai guna kebuktian (evidential) adalah arsip yang mempunyai nilai isi informasi yang mengandung fakta dan keterangan yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang bagaimana lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan dibentuk, dikembangkan, digabung, dibubarkan, diatur serta dilaksanakannya fungsi dan tugas.
Contoh Jenis Arsip Bernilai Guna kebuktian
Berikut beberapa contoh arsip yang termasuk dalam kategori bernilai guna kebuktian (evidential) berdasarkan jenis lembaganya:
1. Arsip Berskala Nasional
Undang-Undang Dasar
Ketetapan MPR
Undang-Undang
Dokumen pendirian, perubahan, atau penggabungan lembaga negara
Pedoman ketatalaksanaan
Rencana anggaran tahunan
Lambang dan simbol lembaga negara
Program kerja jangka pendek, menengah, dan panjang
Memorandum of Understanding (MoU)
Neraca dan laporan keuangan tahunan
2. Arsip Badan Usaha Milik Negara dan Daerah
Peraturan perusahaan
Keputusan dewan komisaris
Keputusan direksi
Notulen rapat pemegang saham
Notulen rapat dewan komisaris dan direksi
Laporan hasil RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)
Perjanjian merger atau penggabungan usaha
Hak paten, lisensi, dan merek
Profil perusahaan
Program kerja jangka pendek, menengah, dan panjang
Memorandum of Understanding (MoU)
3. Arsip Berskala Provinsi, Kabupaten/Kota
Peraturan daerah
Keputusan gubernur
Keputusan wali kota atau bupati
Dokumen pendirian, perubahan, atau penggabungan satuan kerja perangkat daerah (SKPD
Rencana keuangan daerah
Surat otorisasi
Neraca dan laporan keuangan tahunan
Program kerja jangka pendek, menengah, dan panjang
MoU kerja sama daerah
4. Arsip Berskala Perguruan Tinggi
Struktur organisasi dan tata kerja
Keputusan presiden tentang Pengangkatan Rektor/Pembantu Rektor
Dokumen pendirian, perubahan, atau penggabungan perguruan tinggi
Lambang dan simbol perguruan tinggi
Rencana strategis perguruan tinggi
Neraca dan laporan keuangan tahunan
Disertasi, tesis, dan skripsi
Hasil penelitian
Keputusan rektor atau pimpinan perguruan tinggi yang bersifat mengatur dan menetapkan
Baca Juga: Apa Employer Branding ASN untuk Memperkuat Identitas ASN Indonesia?
(SA)
