Konten dari Pengguna

Arti Al Karim dalam Asmaul Husna dan Cara Umat Muslim Meneladaninya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi nama Allah, Sumber: Flickr
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nama Allah, Sumber: Flickr

Allah SWT memiliki 99 nama baik yang menunjukkan keagungan dan kesempurnaan-Nya yang disebut sebagai Asmaul Husna. Walau manusia tidak akan bisa mendekati kesempurnaan Allah, umat Muslim sepatutnya meneladani nama-nama tersebut agar dapat menjadi individu yang lebih baik.

Salah satu nama yang harus diteladani oleh seorang Muslim adalah Al Karim. Mengutip buku Rahasia Keajaiban Asmaul Husna oleh Syafi’ie el-Bantanie, dijelaskan bahwa secara bahasa Al Karim memiliki makna Allah Yang Maha Mulia Dzat-Nya, Yang Maha Mulia, Yang Maha Dermawan Atau Yang Maha Pemurah.

Nama Al Karim sesuai dengan firman-Nya dalam surat Al Infitar ayat 6 yang artinya: “Hai manusia, Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu yang Maha Pemurah?"

Umat Muslim dapat mempelajari banyak hal dari Al Karim. Nama ini memiliki makna yang lebih dalam yang sangat bermanfaat jika diteladani. Untuk mengetahui lebih lanjut, simak ulasan berikut.

Allah, Sumber: Flickr

Arti Al Karim dalam Asmaul Husna

Dalam buku Asmaul Husna oleh Syekh Tosun Bayrak al-Jehhari, dijelaskan bahwa Allah Al Karim memberi kemurahan yang tidak terbatas kepada orang-orang yang berperilaku sesuai dengan perintah-Nya. Bagi Allah Yang Maha Pemurah, perbuatan maksiat adalah hal kecil bagi-Nya. Maka Dia akan menyembunyikan kesalahan dan aib kita dari orang lain serta akan mengampuni dosa kita.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya umat Muslim menyerahkan diri kepada Allah SWT karena Dialah satu-satunya tempat berlindung. Harus diingat juga bahwa segala hal yang ada di dunia ini bukan milik kita, jadi hargai kemurahan yang diberikan Allah. Seorang Muslim harus mengetahui fakta bahwa kemurahan Allah tidak ada batasnya.

Cara Meneladani Al Karim

Mengutip buku Meneladani 99 sifat Allah oleh Tim Al-Firdaus, umat Muslim harus banyak membantu orang-orang yang membutuhkan dan berupaya untuk memudahkan segala urusan mereka. Kita juga harus memuliakan orang lain dan diri sendiri agar dapat memaknai Asmaul Husna Al Karim secara ikhlas. Selain itu, dianjurkan juga untuk mempelajari seluruh akhlakul karimah.

Umat Muslim juga harus membaca "ya karim" secara rutin. Mereka yang membaca "ya karim" secara rutin akan dihargai, ditolong, dan dilayani oleh orang-orang, serta meningkatkan keadaan dalam kehidupan sehari-hari.

Jika "ya karim" dibaca sebanyak 20 kali sehari, orang itu akan terbebas dari utang. Menambahkan kata "astagfirullah" sebelum "ya karim" juga dapat melindungi umat Islam dari hukuman Allah dan mengharapkan kemurahannya.

(ADB)