Konten dari Pengguna

Arti dan Makna Sluku Sluku Bathok, Lagu Dakwah Karangan Sunan Kalijaga

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi lagu Sluku Sluku Bathok sebagai media dakwah. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lagu Sluku Sluku Bathok sebagai media dakwah. Foto: Pixabay

Sluku Sluku Bathok merupakan lagu berbahasa Jawa yang kerap dinyanyikan anak-anak ketika bermain. Kala itu, lagu ciptaan Sunan Kalijaga ini digunakan sebagai media dakwah untuk menyiarkan Islam di tanah Jawa.

Sunan Kalijaga banyak meninggalkan karya seni yang akhirnya membangun peradaban budaya masyarakat Jawa. Adat istiadat, dunia pewayangan, hingga tembang Jawa banyak dilahirkan wali bernama asli Raden Said tersebut.

Zaman dulu, lagu menjadi media penyebaran Islam di tanah Jawa, agar mudah diterima masyarakat. Masyarakat memang menyukai pendekatan yang bersifat alon-alon waton kelakon (perlahan tapi pasti), tidak frontal, tidak terkesan menggurui, dengan tujuan tidak menimbulkan gejolak dalam masyarakat.

Sekilas, lirik Sluku Sluku Bathok memang seperti bahasa Jawa, tetapi sesungguhnya lagu dolanan anak ini digubah Sunan Kalijaga dari bahasa Arab. Berikut lirik tembang dolanan Sluku Sluku Bathok.

Bathoke ela elo

Si Rama menyang Solo

Oleh-olehe payung motha[/columns]

Mak jenthit lolo lobah

Wong mati ora obah

Nek obah medeni bocah

Nek urip goleko dhuwit

Dalam lagu ini pula, Sunan Kalijaga menyampaikan makna dan filosofi tentang kehidupan masyarakat Jawa sekaligus ajaran Islam. Lantas, apa arti dan makna lirik lagu Sluku Sluku Bathok?

Merujuk pada buku Sunan Kalijaga Sang Negarawan dan Budayawan karangan Siti Nur Aidah (2020: 45), berikut uraian maknanya.

Ilustrasi lagu Sluku Sluku Bathok sebagai media dakwah. Foto: Pixabay

Arti dan Makna Lagu Sluku Sluku Bathok

Sluku-sluku bathok

Hidup tidak boleh dihabiskan hanya untuk bekerja. Manfaatkanlah waktu istirahat dengan baik. Hal ini bertujuan agar jiwa dan raga selalu dalam kondisi sehat dan seimbang. Selain itu, Bathok atau kepala perlu beristirahat, agar kinerjanya dapat berjalan maksimal.

Bathoké éla élo

Dengan berdzikir éla-élo (lafaz dzikir Laa Ilaaha Ilallah), manusia diperingatkan untuk selalu mengingat Allah. Dengan mengingat-Nya hati manusia menjadi lebih tentram.

Si Rama menyang Solo

Siram (mandilah, bersucilah) menyang (menuju) Solo (Solat). Artinya, manusia diperintahkan untuk bersuci dengan cara berwudhu untuk segera mendirikan sholat.

Oléh-oléhé payung mutho

Dengan dzikir dan sholat, manusia akan mendapatkan perlindungan (payung) dari Allah.

Mak jenthit lolo lo bah

Kematian itu datangnya tiba-tiba, tidak ada yang tahu. Kematian juga tidak bisa diprediksi, tidak bisa dimajukan, atau dimundurkan walau sesaat.

Wong mati ora obah

Saat kematian datang, semua sudah terlambat. Manusia tidak mampu lagi bergerak, sehingga kesempatan mereka untuk beramal hilang.

Yen obah medéni bocah

Banyak jiwa-jiwa yang merindukan dunia dan meminta dihidupkan kembali, tapi Allah tak mengizinkan. Jika mayat dihidupkan lagi, maka bentuknya pasti menakutkan dan mudharatya tentu lebih besar.

Yén urip goléko dhuwit

Kesempatan untuk beramal hanya ada ketika manusia masih hidup di dunia. Selagi mampu sekaligus ada waktu, tempat beramal hanya ada di dunia, bukan di akhirat. Di akhirat adalah tempat manusia memetik hasil apa yang telah ia amalkan selama hidup di dunia.

(VIO)