Arti Darah Biru dan Istilah Lainnya yang Bermakna Konotatif

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Secara bahasa, darah biru artinya keturunan bangsawan. Ungkapan ini biasa digunakan untuk mendeskripsikan status seseorang yang berasal dari golongan terpandang.
Kaum darah biru biasa disebut juga kaum priyai. Mengutip buku Menjadi Pemimpin Politik karya Muhammad Alfan (2009), istilah ini sangat relevan dengan kehidupan masyarakat di masa dinasti atau kerajaan Hindu-Budha Indonesia ratusan tahun silam.
Kaum darah biru biasanya berasal dari golongan raja-raja, permaisuri, ksatria, dan lain-lain. Ungkapan ini memiliki makna konotatif atau sesuatu hal yang tidak merujuk pada arti sebenarnya.
Darah biru bukan berarti seseorang memiliki darah berwarna biru yang mengalir dalam tubuhnya. Akan tetapi, darah biru merupakan sebutan untuk orang yang memiliki garis keturunan ningrat.
Selain darah biru, ada juga makna konotatif lainnya yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari. Apa saja? Simak ragamnya dalam artikel berikut ini.
Baca juga: 23 Contoh Peribahasa Ungkapan Bahasa Indonesia beserta Maknanya
Makna Konotatif dan Contohnya dalam Bahasa Indonesia
Pada dasarnya, setiap kata yang diucapkan ataupun dituliskan oleh seseorang mengandung arti dan makna khusus. Misalnya kata darah biru, meja hijau, dan kambing hitam yang bisa diterjemahkan ke dalam makna yang bukan sebenarnya.
Dalam materi bahasa Indonesia, kata-kata tersebut termasuk dalam kelompok kata bermakna konotatif. Namun, kata tersebut juga bisa disebut sebagai sebuah idiom.
Mengutip buku Bahasa Indonesia Tataran Semenjana untuk SMK/MAK Kelas X susunan Ahmad Iskak, dkk., idiom adalah rangkaian kata yang maknanya tidak diturunkan dari makna kata-kata yang membentuknya. Rangkaian kata tersebut cenderung membentuk makna khusus atau makna kiasan.
Sebuah kata akan berubah maknanya apabila telah menjadi bagian dari idiom. Dirangkum dari buku New Edition Big Book Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII, VIII, IX susunan Idhoofiatul Fatin, dkk., berikut contoh ungkapan idiom bermakna konotatif selengkapnya yang bisa Anda simak:
Membanting tulang artinya bekerja keras.
Keras kepala artinya orang yang susah dinasihati.
Kepala dingin artinya sabar dan tenang.
Isapan jempol artinya tak berarti atau hanya gosip dan mitos.
Kambing hitam artinya orang yang disalahkan.
Tebal muka artinya orang yang tidak tahu malu.
Buah bibir artinya menjadi bahan pembicaraan.
Banting setir artinya memilih usaha lain.
Meja hijau artinya pengadilan.
Kaki tangan artinya anak buah atau orang yang dipercaya.
Bermuka dua artinya tidak dapat dipercaya atau munafik.
Ringan tangan artinya suka membantu.
Tutup mulut artinya tak mau bicara.
Uang panas artinya uang tidak halal yang berasal dari hasil kejahatan.
Angkat kaki artinya pindah atau keluar dari suatu tempat.
Gigit jari artinya kecewa.
Gulung tikar artinya bangkrut.
Kursi empuk artinya jabatan yang bagus.
Kutu buku artinya suka membaca.
Main sabun artinya bertindak tidak jujur atau curang.
Putar lidah artinya berdusta atau berbohong.
Tangan kanan artinya orang kepercayaan.
Tempat basah artinya jabatan yang menjanjikan banyak uang.
Tukar hati artinya munafik.
Tunjuk gigi artinya menunjukkan kehebatan atau keahlian.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa itu idiom?

Apa itu idiom?
Idiom adalah rangkaian kata yang maknanya tidak diturunkan dari makna kata-kata yang membentuknya.
Apa itu makna konotatif?

Apa itu makna konotatif?
Konotatif adalah makna sebuah kata yang tidak menunjukkan arti sebenarnya.
Apa arti meja hijau?

Apa arti meja hijau?
Meja hijau adalah pengadilan.
