Arti Deez Nuts, Lelucon yang Viral di Media Sosial

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada salah satu istilah bahasa gaul yang belakangan ini jadi bahan candaan di kalangan warganet, yaitu deez nuts. Ungkapan ini sempat viral di berbagai media sosial, khususnya TikTok dan Twitter.
Meskipun masih populer hingga sekarang, mungkin sebagian orang masih tidak tahu dan merasa kebingungan dengan arti deez nuts. Lelucon ini memang masih belum diketahui banyak orang.
Lantas, deez nuts artinya apa sebenarnya? Bagi Anda yang penasaran dengan arti lelucon ini yang belakangan viral di kalangan warganet, simak penjelasannya di bawah ini.
Deez Nuts Artinya Apa?
Menurut laman Slang by Dictionary, deez nuts adalah sebuah lelucon yang mengandung kiasan dan biasanya digunakan untuk mengalihkan pembicaraan. Lelucon ini sebenarnya sudah pernah populer sejak lama, tetapi kembali viral karena banyak warganet yang menggunakan ungkapan ini.
Semula, istilah deez nuts dipakai untuk menyela suatu topik yang sedang dibicarakan oleh suatu kelompok dalam forum diskusi. Lelucon ini biasanya dilontarkan untuk menunjukkan rasa tidak hormat pada topik yang sedang dibahas.
Istilah deez nuts pertama kali diketahui muncul dari sebuah lagu yang termuat dalam album Chronic oleh Dr. Dre. Lagu yang dirilis pada tahun 1992 tersebut memiliki sebuah penggalan lagu, di mana terdapat panggilan telepon antara pria dan wanita. Dalam panggilan telepon tersebut, tiba-tiba si pria meneriakkan kata "deez nuts" yang berarti "astaga".
Namun, penggunaan deez nuts sebagai lelucon bukan memiliki arti astaga. Biasanya, istilah ini dipakai untuk menyela pembicaraan dengam merespons secara acak yang diikuti dengan istilah deez nuts.
Selain untuk menyela pembicaraan, lelucon ini juga biasanya dipakai ketika seseorang merasa tidak tertarik dengan topik pembicaraan yang sedang dibahas. Penggunaan lelucon ini agar orang lain menjadi lengah sehingga bisa mengalihkan topik pembicaraan.
Dalam beberapa kasus, ada pula sebagian orang yang menggunakan istilah deez nuts untuk membanggakan atau memamerkan sesuatu yang dimilikinya. Namun, lelucon ini mungkin dapat menyebabkan orang menjadi kesal, bukan tertawa.
Baca Juga: Mengenal Apa itu Sarkas dan Perbedaannya dengan Satire
Ada banyak contoh penggunaan deez nuts sebagai ungkapan lelucon di internet. Berikut beberapa contohnya:
1. Contoh Penggunaan Deez Nuts 1
A: "Have you seen my new hoodie anywhere?" (Apa kamu melihat hoodie baruku?)
B: "What hoodie?" (Hoodie apa?)
C: "Who deez nuts!" (Who deez nuts memiliki pengucapan "hoo-deez-nuts" yang mirip seperti kata "hoodie" sebagai lelucon.)
2. Contoh Penggunaan Deez Nuts 2
A: "I need some of these." (Aku membutuhkan beberapa ini.)
B: "Some of what?" (Beberapa apa?)
A: "Some of deez nuts." (Beberapa "deez nuts" yang maksudnya adalah "some of deez nuts" memiliki pengucapan yang mirip seperti kata "some of these".)
3. Contoh Penggunaan Deez Nuts 3
A: "Have you heard of Putin?" (Apa kamu pernah dengar tentang Putin?)
B: "Yes, of course." (Ya, tentu saja.)
A: "Well, put in deez nuts." (Kata "put in" memiliki pengucapan yang mirip dengan "Putin" dan kata "deez nuts" ditambahkan sebaga lelucon untuk meledek.)
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Deez nuts digunakan untuk apa?

Deez nuts digunakan untuk apa?
Deez nuts biasanya dipakai ketika seseorang merasa tidak tertarik dengan topik pembicaraan yang sedang dibahas. Penggunaan lelucon ini agar orang lain menjadi lengah sehingga bisa mengalihkan topik pembicaraan.
Dari mana asal-muasal deez nuts?

Dari mana asal-muasal deez nuts?
Istilah deez nuts pertama kali diketahui muncul dari sebuah lagu yang termuat dalam album Chronic oleh Dr. Dre.
Apa lelucon deez nuts bisa dipakai untuk pamer?

Apa lelucon deez nuts bisa dipakai untuk pamer?
Dalam beberapa kasus, ada pula sebagian orang yang menggunakan istilah deez nuts untuk membanggakan atau memamerkan sesuatu yang dimilikinya. Namun, lelucon ini mungkin dapat menyebabkan orang menjadi kesal, bukan tertawa.
