Konten dari Pengguna

Arti Genosida di Gaza Palestina dan Kronologi Peristiwanya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pasukan Israel terlihat selama operasi di Gaza utara, di tengah berlanjutnya pertempuran antara Israel dan kelompok militan Palestina Hamas, pada Rabu (8/11/2023). Foto: Daphne Lemelin/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pasukan Israel terlihat selama operasi di Gaza utara, di tengah berlanjutnya pertempuran antara Israel dan kelompok militan Palestina Hamas, pada Rabu (8/11/2023). Foto: Daphne Lemelin/AFP

Serangan Israel terhadap penduduk Palestina di Gaza dianggap sebagai genosida oleh masyarakat dunia. Pertanyaannya, apa arti genosida di Gaza yang sebenarnya?

Mengutip KBBI, genosida diartikan sebagai pembunuhan besar-besaran secara berencana terhadap suatu bangsa atau ras. Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mengategorikan tindakan ini ke beberapa bentuk, termasuk penyiksaan, menangkap orang yang tidak bersalah, migrasi paksa serta deportasi, dan lainnya.

Pengertian tersebut dianggap relevan dengan yang terjadi saat ini, yakni konflik antara Israel dan Palestina. Sejak 7 Oktober lalu, korban di pihak Palestina sudah mencapai puluhan ribu warga sipil.

Masyarakat dunia mengecam tindakan Israel dan mendesak gencatan senjata sesegera mungkin. Untuk mengetahui arti genosida di Gaza secara jelas, simaklah uraiannya dalam artikel berikut ini.

Arti Genosida di Gaza

Warga Palestina mencari korban usai serangan Israel di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Rabu (1/11/2023). Foto: Mohammed Al-Masri/REUTERS

Sebelum membahas arti genosida di Gaza, Anda bisa memahami terlebih dahulu arti genosida secara umum. Menurut istilah, genosida adalah kejahatan yang dilakukan dengan sengaja untuk menghancurkan seluruh atau sebagian kelompok atas dasar kewarganegaraan, etnis, ras, dan agama.

Mengutip buku Prasangka Konflik dan Komunikasi Antarbudaya karya Prof. Dr. Alo Liliweri (2018), tindakan genosida meliputi banyak hal, yaitu:

  • Pembunuhan terhadap anggota-anggota kelompok;

  • Mengakibatkan kerusakan serius terhadap fisik dan mental anggota-anggota kelompok;

  • Dengan sengaja memberi pembebanan kepada kehidupan kelompok dengan maksud dapat mengakibatkan kerusakan fisik bagi seluruh atau sebagian anggota kelompok;

  • Melakukan tindakan untuk mencegah kelahiran;

  • Memaksa memindahkan anak-anak dari kelompok tertentu ke kelompok lainnya.

Maka, berdasarkan penjelasan tersebut, banyak orang yang menyimpulkan bahwa tindakan pembantaian yang dilakukan Israel terhadap Palestina merupakan bentuk dari genosida. Sebab, pembantaian tersebut menyebabkan kemusnahan sebagian besar rakyat Palestina.

Israel seakan sengaja menjadikan penduduk Palestina sebagai sasaran utamanya. Tujuannya tidak lain untuk mengusir rakyat Palestina dari tanah miliknya, kemudian menjadikan tanah tersebut sebagai bagian dari negara Israel.

Jadi, faktor kesengajaan untuk menghancurkan atau memusnahkan suatu bangsa, ras, etnik, atau agama ini menjadi alasan utamanya. Dalam ranah pidana, tindakan ini disebut “special intent to destroy”.

Warga Palestina membawa korban selamat setelah pemboman Israel, di Khan Yunis di Jalur Gaza selatan pada 26 Oktober 2023. Foto: Mahmud Hams/AFP

Tindakan genosida dan kekerasan yang dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina sudah berlangsung sejak lama, yakni sejak tahun 1948. Kala itu, Israel mengumumkan pendirian negaranya atas dasar perjanjian Balfour yang dibuat pada tahun 1917.

Setelahnya, serangan demi serangan terus digencarkan oleh Israel kepada rakyat Palestina. Dirangkum dari laman World 101, berikut ini rentetan peristiwa penyerangan secara kronologis yang bisa Anda simak:

  • 5-10 Juni 1967: Israel dan beberapa negara Arab berperang selama 6 hari. Dalam peristiwa ini, Israel memperoleh kemenangan.

  • 3 Oktober 1973: Peperangan bangsa Arab terjadi karena Mesir dan Suriah berupaya merebut kembali Semenanjung Sinai dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

  • 1 Desember 1987: Intifada atau pemberontakan pertama terjadi, di mana Palestina menyerang Israel.

  • 28 September 2000: Intifada kedua terjadi sebagai bentuk perlawanan Palestina terhadap Israel.

  • 27 September 2008: Israel menyerang jalur Gaza menggunakan ratusan roket.

  • 2021: Israel terlibat konflik dengan Hamas karena penggusuran warga Palestina di Yerusalem Timur dan bentrokan di Masjid Aqsa.

  • 7 Oktober 2023: Konflik antara Israel dan Palestina kembali memanas, berlanjut pada penyerangan tiada henti oleh tentara Israel.

Baca juga: Isi Deklarasi Balfour, Penyebab Konflik Berkepanjangan di Palestina

(MSD)