Konten dari Pengguna

Arti Itikaf di Masjid, Waktu Pelaksanaan, Niat, dan Ibadah yang Bisa Dilakukan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi itikaf di masjid. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi itikaf di masjid. Foto: Shutter Stock

Memasuki 10 malam terakhir Ramadhan, banyak umat Muslim yang beritikaf di masjid untuk mendekatkan diri dengan Allah dan meraih kemuliaan Lailatul Qadar. Apa arti itikaf di masjid?

Itikaf adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadhan. Rasulullah biasa melakukannya pada 10 malam terakhir. Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata:

Rasulullah SAW biasa beritikaf pada tiap bulan Ramadhan sepuluh hari, dan ketika pada tahun beliau meninggal dunia, belia telah beritikaf selama dua puluh hari.” (HR. Bukhari)

Untuk memahami lebih dalam apa itu itikaf, simak pembahasan selengkapnya dalam artikel ini.

Arti Itikaf di Masjid

Suasana umat muslim di Afganistan melakukan itikaf. Foto: AP Photo/Rahmat Gul

Itikaf berasal kata akafa yang berarti menetap, mengurung diri, atau terhalang, Dalam pengertian syariat, arti itikaf adalah berdiam diri di masjid untuk beribadah dengan syarat-syarat tertentu dan berniat hanya karena Allah SWT.

Meski dianjurkan secara khusus pada bulan Ramadhan, bukan berarti itikaf hanya dikerjakan pada bulan suci saja. Di luar bulan Ramadhan pun, umat Muslim tetap dianjurkan untuk melakukan ibadah tersebut.

Mengutip buku Step By Step Puasa Ramadhan bagi Orang Sibuk tulisan Agus Arifin, hukum itikaf adalah sunnah muakkad, tapi bisa menjadi wajib jika seseorang bernazar untuk melakukannya.

Itikaf hanya dapat dikatakan sah jika dilakukan di masjid. Masjid yang sah sebagai tempat itikaf adalah masjid yang aktif digunakan untuk sholat Jumat berjamaah.

Baca juga: Keutamaan Itikaf yang Perlu Diketahui Umat Muslim

Waktu Pelaksanaan Itikaf

Ilustrasi itikaf Ramadhan. Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO

Dijelaskan dalam buku Dialog Lintas Mazhab Fiqh Ibadah & Muamalah karangan Asmaji Muchtar, menurut mazhab Maliki, waktu minimal itikaf adalah sehari semalam.

Ini merupakan pendapat yang kuat dan banyak diikuti umat Muslim di Indonesia. Sedangkan, mazhab Syafi’i mengatakan bahwa waktu minimal i'tikaf adalah lebih dari yang dibutuhkan untuk mengucap subhanallah.

Menurut para ulama, itikaf hendaknya dilakukan sebelum matahari terbenam. Pendapat lainnya mengemukakan bahwa ibadah ini bisa dimulai setelah menunaikan sholat Subuh.

Baca juga: Bacaan Dzikir Itikaf Lengkap dengan Artinya

Niat Itikaf di Masjid

Itikaf Ramadhan Foto: ANTARAFOTO/Iggoy el Fitra

Sama seperti ibadah lainnya, itikaf diawali dengan membaca niat. Seseorang yang telah berniat untuk itikaf akan lebih memfokuskan diri mendekatkan diri pada Allah SWT.

Mengutip buku Fikih Madrasah Tsanawiyyah Kelas VIII oleh H. Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah, niat itikaf berbeda tergantung durasi pelaksanaannya. Berikut bacaan niat itikaf selengkapnya.

Niat Itikaf Mutlak

Nawaitul i’tikāfa fī hādzal masjidi lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Saya berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah SWT.”

Niat Itikaf Selama Satu Hari

Nawaitu an i’tikafa fi hadzal-masjidi yaumal lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku niat beri’tikaf di masjid ini selama satu hari karena Allah Ta’ala.”

Niat Itikaf Selama Satu Malam Penuh

Nawaitu an i’tikafa fi hadzal-masjidi lailang kāmilal lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku niat beri’tikaf di masjid ini selama satu malam penuh karena Allah Ta’ala.”

Niat Itikaf Selama Sebulan

Nawaitu an i’tikafa fi hadzal-masjidi syahram mutatāabi’al lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku niat beri’tikaf di masjid ini selama satu bulan berturut-turut karena Allah Ta’ala.”

Baca juga: Bisakah Itikaf di Rumah? Ini Penjelasan Lengkapnya

Ibadah yang Dilakukan Saat Itikaf

Itikaf Ramadhan Foto: ANTARAFOTO/Risyal Hidayat

Menurut Sayyid Sabiq dalam buku Fikih Sunnah 2, ada beberapa ibadah yang dianjurkan selama melakukan itikaf, yaitu:

  • Memperbanyak ibadah sunnah, sholat, dan membaca Alquran.

  • Membaca tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan istighfar.

  • Membaca sholawat kepada Rasulullah.

  • Memperbanyak doa untuk mendekatkan diri pada Allah SWT.

  • Mempelajari ilmu agama dengan membaca buku tafsir dan hadits, sejarah nabi dan orang-orang saleh, ataupun buku-buku fikih yang lain.

Sebaliknya, makruh hukumnya bagi orang yang beritikaf melakukan hal-hal tidak bermanfaat, baik berupa ucapan ataupun perbuatan. Diriwayatkan Tirmidzi dan Ibnu majah dari Abu Bashrah bahwa Rasulullah bersabda:

Di antara baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.

(ADS)

Frequently Asked Question Section

Apa itu itikaf?

chevron-down

Itikaf adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadhan, khususnya pada 10 malam terakhir.

Apa yang dilakukan ketika itikaf di masjid?

chevron-down

Beberapa amalan yang dianjurkan yaitu memperbanyak ibadah sunnah, sholat, membaca Alquran, bersholawat, berdoa, dan mempelajari ilmu agama.

Apakah itikaf itu wajib?

chevron-down

Hukum itikaf adalah sunnah muakkad, tapi bisa menjadi wajib jika seseorang bernazar untuk melakukannya.