Arti Lintang Banyak Angrem, Rasi Bintang dalam Tradisi Jawa-Bali

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masyarakat Bali dan Jawa mengenal “palelintangan” yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan karakter seseorang. Zodiak yang disusun berdasarkan letak bintang tersebut ada banyak macamnya, salah satunya adalah lintang banyak angrem. Apa artinya?
Lintang banyak angrem dikenal dalam daftar zodiak atau rasi bintang Jawa-Bali. Rasi bintang ini memiliki posisi yang serupa dengan Scorpius, zodiak berlambang kalajengking yang dikenal dalam tradisi bangsa Yunani.
Dalam kisahnya, Scorpius merupakan kalajengking yang diciptakan untuk menghukum Orion, rasi bintang yang disematkan gelar “sang pemburu”. Scorpius mudah dikenali di langit karena bentuknya menyerupai huruf S.
Kendati sama, ada terdapat perbedaan watak antara Scorpius dan lintang banyak angrem yang dikenal oleh masyarakat Jawa. Apa arti lintang banyak angrem yang dipahami masyarakat?
Arti Lintang Banyak Angrem
Sebelum membahas watak orang dengan rasi bintang lintang banyak angrem, sebaiknya pahami terlebih dahulu konsep “palelintangan” dalam tradisi Jawa-Bali. Istilah tersebut masih familiar di beberapa kalangan hingga kini, khususnya mereka yang mengadopsi tradisi Kejawen.
Palelintangan berasal dari kata “lintang” yang berarti bintang atau zodiak ala Bali/Jawa. Palelintangan ditetapkan berdasarkan pancawara dan saptawara yang totalnya berjumlah 35 macam.
Saptawara adalah bintang-bintangnya, sedangkan pancawara adalah dasar letak atau posisinya. Setiap macam lintang memiliki sifat dan perwatakan (pawetuan) sendiri yang berbeda dari lainnya.
Lintang banyak angrem menurut Ni Komang Sutriyanti dalam jurnal Karakteristik Keluarga Hindu di Desa Bayunggede Provinsi Bali (2019), akan diberkahi oleh Tuhan dengan rezeki yang berlimpah. Jadi, ia akan mudah mendapatkan keuntungan dari banyak arah.
Meski begitu, mereka juga akan mudah kehilangan rezekinya karena terlalu boros atau hartanya dicuri oleh orang lain. Jadi, mereka diwanti-wanti untuk selalu berhemat.
Dilihat dari karakternya, orang dengan zodiak lintang banyak angrem sangat suka berbuat baik. Mereka menjunjung tinggi adab dan sopan santun, namun sedikit pemalas.
Lintang banyak angrem bisa mengalami berbagai kemalangan dalam hidupnya. Itu mengapa zodiak yang lahir pada Jumat Manis ini dianjurkan untuk melakukan upacara sesajen ataupun selamatan saat hari lahirnya agar terhindar dari bala.
Jenis-jenis Palelintangan dalam Tradisi Jawa-Bali
Tidak hanya lintang banyak angrem, ada juga jenis palelintangan lainnya yang diyakini oleh masyarakat Jawa-Bali. Beberapa di antaranya adalah:
Minggu umanis: Suaranya kecil, tidak suka mendengarkan nasihat, salah terima, dan suka menentang atasan atau gurunya.
Minggu paing: Tak suka merendahkan diri, keras hati, dan suka memberi pertolongan kepada orang lain.
Minggu pon: Sering mengalami sakit, tidak suka merendahkan hati/diri, keras hati, namun suka menolong.
Minggu wage: Tak mau merendahkan diri, keras hati, suka menolong.
Minggu kliwon: Tak memerhatikan nasihat, penjudi, perampok, pencuri, memiliki tabiat yang cenderung buruk.
Senen umanis: Memiliki rezeki berlimpah, sabar, jujur, dan banyak orang yang suka padanya.
Senen pahing: Sering mendapatkan rezeki, kurang cerdas, sering mendapatkan penderitaan.
Minggu kliwon: Bersikap gagah berani, bisa jadi pahlawan perang, mendapat kepercayaan banyak orang, dicintai banyak orang.
Selasa wage: Banyak harta namun suka membuang uangnya tanpa tujuan, rajin bekerja, dan dilimpahkan banyak rezeki.
Baca juga: Menilik Tafsir Weton Tanggal Lahir dan Kepribadian dalam Budaya Jawa
(MSD)
