Konten dari Pengguna

Arti Mepamit, Perkawinan Adat Bali yang Dijalani Mahalini dan Rizky Febian

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rizky Febian dan Mahalini Raharja menjalani prosesi adat Mepamit pada Minggu (5/5/2024). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Rizky Febian dan Mahalini Raharja menjalani prosesi adat Mepamit pada Minggu (5/5/2024). Foto: Dok. Istimewa

Rizky Febian dan Mahalini Raharja melangsungkan upacara mepamit pada Minggu (5/5) di kediaman Mahalini di Desa Adat Padonan, Kuta Utara, Badung, Bali. Upacara tersebut menjadi tanda bahwa pelantun "Sisa Rasa" itu resmi mengikuti agama, tradisi, serta adat istiadat suaminya.

Umumnya, mepamit diadakan sebelum prosesi akad nikah. Dalam tradisi Bali, upacara tersebut diadakan untuk berpamitan kepada leluhur agama Hindu ketika seseorang mendapatkan pasangan beda agama.

Menurut saksi upacara Mepamit Rizky dan Mahalini, Ida Mpu Rastra Dwijanada, pelaksanaan mepamit diadakan sebagai prosesi pembersihan atau penyucian dan otonan.

“Ini merupakan tanggung jawab dari orang tua perempuan yang masih lajang, nanti kalau keluar dari rumah perempuan akan mengikuti bagaimana tradisi di rumah suaminya," kata Ida dikutip dari kumparan Hits.

Ingin tahu arti mepamit yang sebenarnya? Simak pembahasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Arti Mepamit dan Pelaksanaan Tradisinya

Rizky Febian tiba di kediaman Mahalini di Bali. Foto: Dok. Istimewa

Mepamit (upacara perpisahan) biasanya dilangsungkan di sanggah pihak keluarga perempuan. Upacara ini dilaksanakan untuk meminta izin (pamit) kepada leluhur karena pengantin wanita sudah menikah dan menjadi tanggung jawab keluarga suaminya.

Pada prosesi ini, keluarga mempelai pria akan mendatangi kediaman mempelai wanita. Lalu, mereka akan membawakan sesajen berupa tipat bantal, sumping, wajik, cerocot, apem, dan lain sebagainya.

Dikutip dari buku Indonesia Nan Indah: Upacara Adat susunan Maryani (2010), mepamit adalah penutup dari rangkaian upacara perkawinan menurut adat Bali. Apabila suami beragama Islam, maka mereka wajib melangsungkan akad nikah setelahnya.

Kemudian, pengantin bisa mencatatkan pernikahannya di Kantor Catatan Sipil agar statusnya resmi secara agama dan diakui oleh negara.

Kembali membahas prosesinya, upacara pembersihan mepamit biasanya dilakukan dengan bersembahyang. Nantinya, mempelai wanita dan pria akan mempersembahkan banten atau sesajen kepada Tuhan.

Suasana Rumah Penyanyi Ni Luh Ketut Mahalini Ayu Raharja di Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Bali. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Selanjutnya, mempelai wanita akan diperciki air suci sebagai tanda pembersihan. Prosesi ini disaksikan oleh keluarga mempelai wanita, masyarakat setempat, tokoh adat/agama yang bertujuan untuk mengesahkan hubungan pernikahan.

Setelah melakukan upacara mepamit, mempelai wanita sudah bukan tanggung jawab keluarganya lagi. Namun, ia sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawab sang suami yang berperan sebagai kepala keluarga.

Menurut Prof. Dr. Wayan P. Windia dalam buku Eksistensi dan Dinamika Hukum Adat Waris Bali dalam Perspektif Masyarakat dan Putusan Pengadilan (2022), mempelai wanita nantinya akan melaksanakan tanggung jawab bersifat sekala niskala. Dalam tradisi Hindu Bali, tanggung jawab tersebut dimaksudkan untuk mewujudkan kesejahteraan dalam keluarganya.

Setelah mepamit dilangsungkan, kedua mempelai akan mengikuti prosesi madharma suaka. Di prosesi ini, mempelai akan mendapatkan wejangan serta nasihat baik dari orangtua.

Ini adalah bentuk dukungan secara emosional yang diberikan oleh orangtua kepada anak-anaknya. Prosesi ramah tamah tersebut akan disaksikan oleh keluarga, tetua adat, dan tokoh masyarakat setempat.

Baca juga: Prosesi Pernikahan Adat Bali yang Sarat akan Makna

(MSD)