Arti Overstappen sebagai Istilah dalam Dunia Kereta Api

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Overstappen adalah bahasa Belanda yang kerap digunakan dalam sistem transportasi kereta api di Indonesia. Penggunaan bahasa Belanda di sektor transportasi berbasis rel ini bukan hal mengherankan karena sejarahnya berkaitan dengan kolonial Belanda.
Sebagai informasi, rel kereta api pertama di Indonesia dibuat pada tahun 1864 oleh Nederlandsch Indische Spoor Maatschappij (NISM). Rutenya menghubungan kota Semarang dengan Temanggung.
Rel sepanjang 25 km itu dibuat untuk mengangkut hasil pertanian pribumi yang menguntungkan pengusaha dan pemerintah kolonial Belanda.
Setelah Indonesia merdeka, seluruh kereta api peninggalan Belanda menjadi tanggung jawab negara. Banyak hal yang diubah dan dikembangkan dari sistem kereta api di Indonesia.
Apa Itu Overstappen?
Mengutip situs Word Sense, overstappen adalah istilah dalam bahasa Belanda yang artinya berpindah. Istilah ini juga dapat diartikan berubah subjek, berubah merek, berubah opini, dan sejenisnya.
Dalam konteks transportasi kereta api, overstappen merupakan sistem yang digunakan PT KAI (Kereta Api Indonesia) untuk memindahkan penumpang dari satu kereta ke kereta lainnya dengan menggunakan angkutan bus.
Pemindahan ini bisa disebabkan banyak faktor, seperti kerusakan pada kereta, rel kereta terkena banjir, kecelakaan, dan lainnya.
Baca Juga: Sejarah Perkembangan Kereta Api di Indonesia dari Waktu ke Waktu
Istilah Lain dalam Dunia Kereta Api
Selain overstappen, masih banyak istilah yang umum digunakan dalam dunia kereta api. Berikut ini beberapa di antaranya.
1. Stasiun Kereta Api
Stasiun menjadi tempat kereta api berhenti secara teratur untuk mengangkut dan menurunkan penumpang. Pada umumnya, stasiun setidaknya memiliki satu peron di sisi jalur rel dan bangunan utama.
Jika berada di jalur tunggal, biasanya stasiun tersebut memiliki sepur belok untuk mengontrol persilangan dan persusulan antar kereta api. Stasiun bisa berada di permukaan tanah, bawah tanah, atau di jalur layang.
2. Peron
Peron merupakan bangunan yang terletak di samping rel kereta api. Bangunan ini berfungsi sebagai tempat naik-turunnya penumpang kereta.
Setiap stasiun memiliki jumlah peron yang berbeda sesuai dengan ukuran atau kapasitasnya. Ketinggian peron juga bervariasi. Peron yang paling rendah memiliki jarak 180 mm dari kepala rel. Sedangkan yang paling tinggi dapat mencapai 1.000 mm.
3. Lokomotif
Lokomotif adalah bagian terdepan dari rangkaian kereta api. Di bagian lokomotif terdapat mesin untuk menggerakkan kendaraan ini. Mesin lokomotif sendiri terbagi menjadi lima jenis, yakni lokomotif uap, diesel mekanis, diesel hidraulik, diesel elektrik, dan lokomotif listrik.
4. Gerbong
Sebenarnya, gerbong adalah istilah yang digunakan untuk mengangkut barang. Namun, masyarakat Indonesia lebih mengenal gerbong sebagai tempat untuk mengangkut manusia.
Di gerbong kereta api terdapat kursi yang membuat penumpang dapat duduk dengan nyaman. Jika kursinya sudah penuh, penumpang dapat berdiri di dalam gerbong dengan berpegangan pada hand strap agar tidak jatuh saat kereta berjalan.
5. Jalur Kereta Api
Merujuk pada Peraturan Menteri Nomor 60 Tahun 2012, jalur kereta api adalah jalur yang terdiri atas rangkaian petak jalan rel. Jalur ini meliputi ruang manfaat jalur kereta api, ruang milik jalur kereta api, dan ruang pengawasan jalur kereta api, termasuk bagian atas dan bawahnya yang diperuntukkan bagi lalu lintas kereta api.
(DEL)
