Konten dari Pengguna

Arti Peribahasa Bagai Bulan Kesiangan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bula. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bula. Foto: Unsplash.

Arti peribahasa ‘bagai bulan kesiangan’ yakni menggambarkan kondisi seseorang. Peribahasa ini dipakai dalam percakapan sehari-hari maupun dalam karya sastra.

Peribahasa merupakan sastra rakyat yang diwariskan secara lisan. Bentuknya berupa kalimat bermakna kias untuk mengungkapkan maksud tertentu.

Astuti Rahayu dalam bukunya ‘Blak-blakan Bahas Mapel Bahasa Indonesia SD’ (2012) menulis, kiasan dalam peribahasa umumnya menggunakan benda langit, alam, hingga benda-benda di sekitar. Contohnya, kata bulan dalam peribahasa ‘bagai bulan kesiangan’.

Tak hanya sekadar ungkapan, peribahasa memuat suatu nasihat, nilai-nilai, hingga prinsip hidup yang dianut oleh masyarakat tertentu. Lantas, apa arti peribahasa ‘bagai bulan kesiangan’? Simak penjelasannya dalam ulasan berikut.

Arti Peribahasa Bagai Bulan Kesiangan

Ilustrasi bulan. Foto: Unsplash.

‘Bagai bulan kesiangan’ termasuk peribahasa populer yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Jika dilihat dari isinya, ‘bagai bulan kesiangan’ merupakan peribahasa berjenis perumpamaan.

Dikutip dari buku Sukses UN Bahasa Indonesia SMP 2009 oleh Rika Lestari, perumpamaan adalah membandingkan dua hal yang berbeda, tetapi dianggap sama atau serupa. Ciri dari peribahasa ini dapat dikenali dari penggunaan kata-kata perbandingan, misalnya, ‘bagai’, ‘bak’, ‘seperti’, dan ‘umpama’.

Arti peribahasa ‘bagai bulan kesiangan’ adalah kondisi wajah seseorang yang pucat pasi akibat terkejut atau sakit.

Bulan kesiangan adalah bulan yang masih tampak saat matahari terbit, sehingga terlihat samar-samar. Frasa tersebut dipilih sebagai metafora pucat pasi karena memiliki makna yang serupa.

Peribahasa Lain Menggunakan Kata Bulan

Ilustrasi bulan. Foto: Unsplash.

Selain ‘bagai bulan kesianagn’, ada beberapa peribahasa lain yang menggunakan kata bulan sebagai kiasan. Berikut sejumlah peribahasa menggunakan kata bulan sebagaimana dirangkum dari Kamus Peribahasa oleh S.B.S Abbas dan Kumpulan Peribahasa & Pantun Indonesia Terlengkap yang diterbitkan Tim Cemerlang.

  1. Bagai matahari dan bulan: Pasangan yang sepadan, sama tinggi, sama hebat.

  2. Bagai punguk merindukan bulan: Mengkhayal terlalu tinggi atau mengharapkan sesuatu yang mustahil diwujudkan.

  3. Seperti kejatuhan bulan: Mendapat rezeki, keuntungan, keberhasilan yang tidak disangka-sangka.

  4. Siang bak hari, malam bak bulan: Suatu masalah atau perkara yang sudah sangat jelas.

  5. Wajah bagai bulan empat belas: Paras yang sangat cantik atau rupawan.

  6. Sepuluh bintang bertabur tidak sama dengan bulan yang satu: Cinta dan kasih sayang yang tidak dapat tergantikan meskipun ada banyak pengganti yang lebih baik.

  7. Bergalah ke hilir tertawa buaya, besuluh di bulan terang tertawa harimau: Pekerjaan sia-sia yang ditertawakan oleh orang pandai.

  8. Bulan naik, matahari naik: Mendapat rezeki atau keberuntungan di sana-sini.

  9. Bulan terang di tengah hutan: Berpangkat besar di negeri orang, namun tidak bisa disaksikan oleh keluarga.

  10. Bersuluh bulan matahari bergelanggang mata orang banyak: Hal yang telah diketahui dan disaksikan oleh khalayak ramai, sehingga tidak dapat disangkal lagi.

(GLW)

Baca juga: Kumpulan Peribahasa Sindiran Halus tapi Menyakitkan untuk Orang Bermuka Dua