Arti Peribahasa Berpangku Tangan dan Kumpulan Peribahasa Lainnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peribahasa berpangku tangan artinya orang yang tidak mau melakukan apapun dan tidak mau ikut campur. Terkadang, peribahasa ini dikaitkan dengan orang yang malas karena tidak mau melakukan tindakan yang bisa mengubah nasibnya.
Mengutip buku Panduan Resmi Tes Psikotes Terlengkap susunan Tim Bintang Psikologi (2018), berpangku tangan juga bisa mengekspresikan rasa sedih, perasaan tersakiti, dan frustasi. Orang yang berpangku tangan biasanya cenderung berputus asa dengan nasib yang ia terima.
Contoh konkret sikap berpangku tangan dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, seseorang yang kesulitan secara ekonomi hanya menunggu belas kasihan orang lain dan tidak mau bekerja.
Selain berpangku tangan, ada pula peribahasa lain yang biasa digunakan komunikasi sehari-hari. Apa saja? Simak ragamnya dalam artikel berikut ini.
Baca juga: Arti Ungkapan Cepat Kaki Ringan Tangan dalam Bahasa Indonesia
Kumpulan Peribahasa Bahasa Indonesia
Dirangkum dari buku Kumpulan Lengkap Peribahasa Pantun dan Majas karya Ernawati Waridah (2017), berikut kumpulan peribahasa selengkapnya yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari:
Acap berulang, yang jauh jadi dekat: Tempat yang awalnya jauh, bila sering dikunjungi lama- kelamaan akan terasa dekat.
Ada undang dan lembaganya, Ada adat dan laksananya: Setiap segi dalam kehidupan ada hukum dan aturannya. Ada asap ada api. Ada sebab tentu ada akibatnya.
Ada air ada ikan: Di mana pun kita berada, pasti ada rezeki.
Ada bukit di balik pendakian: Permasalahan dalam hidup akan datang dan pergi silih berganti.
Ada gula ada semut: Orang akan berdatangan ke tempat yang menyenangkan.
Bagai anak sepat ke tohor: Orang yang bermalas-malasan di tempat orang lain.
Bagai anjing beranak tujuh: Orang yang kurus kering tidak terawat.
Bagai anjing menggonggong tulang: Tingkah laku orang yang rakus. Orang yang kegirangan karena mendapat rezeki.
Bagai api dalam sekam: Perbuatan jahat yang tidak tampak.
Bagai api dengan asap: Sudah menjadi satu kesatuan, tidak dapat dipisahkan.
Dahulu parang sekarang besi, dahulu sayang sekarang benci: Perubahan hati seseorang dari sayang menjadi benci.
Dalam berselam, dangkal berjingkat: Orang yang pandai menyesuaikan diri sehingga tidak mengalami kesulitan dalam bergaul.
Dalam dua tengah tiga: Sesuatu yang masih diragukan kebenarannya.
Baca juga: Kumpulan Pantun Pembuka Salam yang Dapat Digunakan dalam Berbagai Acara
Dalam laut yang tenang semua orang adalah pilot: Pada situasi yang telah menjadi aman, banyak orang mengaku bahwa dirinyalah yang berjasa.
Dangkal telah keseberangan, dalam telah keajukan: Sesuatu yang telah dipahami dengan jelas.
Dapat petang habis pagi: Orang yang rezekinya sangat terbatas sehingga mudah habis
Jangan terlalu banyak besi diperapian: Jangan terlalu banyak rencana sehingga tak satu pun yang terealisasi.
Jangat liat kurang panggang: Orang yang keras kepala dan tidak mau menerima nasihat.
Janjang naik bertangga turun: Melakukan pekerjaan sesuai dengan aturan yang lazim.
Janji sampai sukatan penuh: Seseorang yang sudah mendekati batas usianya.
Janji biasa mungkir, titian biasa lapuk: Sifat manusia tidak ada yang sempurna.
Janji peganglah mati, sumpah tahan dilapah, pegang pituah baik-baik: Memegang janji sepenuh hati.
Janji sehabis bulan: Orang mudah berjanji, tetapi sulit menepati.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan peribahasa?

Apa yang dimaksud dengan peribahasa?
Peribahasa adalah sekelompok kata yang mengandung pengertian tertentu.
Apa yang dimaksud dengan idiom?

Apa yang dimaksud dengan idiom?
Idiom adalah gabungan kata yang maknanya sudah menyatu dan membentuk arti baru, serta tidak berhubungan dengan kata pembentuk dasarnya.
Apa arti peribahasa ada gula ada semut?

Apa arti peribahasa ada gula ada semut?
Orang akan berdatangan ke tempat yang menyenangkan.
