Konten dari Pengguna

Arti Peribahasa Sudah Jatuh Tertimpa Tangga dan Contoh Lainnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga. Foto: Pexels

Peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga kerap muncul dalam sebuah percakapan atau tulisan. Bahkan, kalimat ini sering digunakan di dalam cuitan media sosial untuk menggambarkan nasib buruk yang menimpa seseorang.

Dikutip dari buku Pembahasan Tuntas Kompetensi Bahasa Indonesia oleh Adus Trianto (2006), peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang susunannya tetap, biasanya mengiaskan maksud tertentu. Peribahasa berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup, atau aturan tingkah laku.

Ada banyak jenis peribahasa dan dapat digunakan untuk berbagai jenis situasi. Lantas, apa arti peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga? Untuk mengetahui penjelasannya, simak ulasan di artikel ini!

Arti Peribahasa Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

Ilustrasi peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga. Foto: Pexels

Peribahasa sering digunakan dalam tulisan dan percakapan. Seiring perkembangan media sosial, peribahasa turut digunakan di dalam sebuah konten. Dengan menggunakan peribahasa, konten yang disajikan pun jadi lebih menarik.

Menurut Gunawan (2016) dalam buku Kamus Super Lengkap EYD, peribahasa merupakan kelompok kata dengan pengertian tertentu. Peribahasa biasa digunakan untuk menyindir atau memperindah bahasa. Kata-kata dalam peribahasa merupakan susunan yang pasti dan tidak dapat diubah.

Dalam buku Seri Terampil Menulis Bahasa Indonesia: Gaya Bahasa oleh Saryono (2024), dijelaskan bahwa peribahasa digunakan untuk menghias karangan atau percakapan. Pada umumnya, peribahasa berisi nasihat, pelajaran, ajaran, dan pedoman hidup.

Salah satu peribahasa yang sering digunakan adalah peribahasa "sudah jatuh, tertimpa tangga". Sudah jatuh tertimpa tangga artinya adalah mengalami kemalangan atau kesulitan yang beruntun. Seseorang yang terus mendapatkan musibah secara terus-menerus bisa digambarkan dengan peribahasa ini.

Peribahasa ini bisa digunakan dalam berbagai jenis kalimat, contohnya: "Budi mengalami kecelakaan setelah gagal ujian. Kasihan sekali dia. Sudah jatuh, tertimpa tangga."

Baca juga: 90 Contoh Kalimat Gramatikal dan Pengertiannya

Contoh Peribahasa Lain

Ilustrasi peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga. Foto: Unsplash

Beberapa contoh lain peribahasa dari buku Bahasa Indonesia 1 oleh Sutarni & Sukardi (2008) adalah sebagai berikut: 


  • Seperti air di daun talas (perbandingan)

  • Seperti anjing berebut tulang (sarkasme)

  • Tong kosong berbunyi nyaring (sinisme)

  • Ayam bertelur di atas padi mati kelaparan (ironi)

  • Jauh di mata, dekat di hati (antitese)

Berdasarkan isinya, peribahasa setidaknya digolongkan menjadi tiga bagian, yaitu peribahasa bidal, perumpamaan, dan pepatah. Berikut penjelasan dan contoh setiap jenisnya:

1. Bidal

Bidal adalah peribahasa yang mengandung nasihat, sindiran, atau peringatan tentang ajaran kebaikan agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

  • Contoh: Berjalan periharalah kaki, berkata periharalah lidah.

  • Artinya: Hati-hati dalam bertindak

2. Perumpamaan

Perumpamaan adalah peribahasa yang mengandung perbandingan. Ini digolongkan menjadi dua kategori, yaitu perumpamaan tertutup dan terbuka.

  • Contoh perumpamaan tertutup: Bagai air di daun talas, yang artinya ucapan atau janji yang tidak bisa dipegang karena selalu berubah.

  • Contoh perumpamaan terbuka: Habis manis sepah dibuang, yang artinya sesuatu ditelantarkan setelah tidak berguna.

3. Pepatah

Pepatah adalah peribahasa yang di dalamnya mengandung nasehat sekaligus menyampaikan ungkapan untuk mematahkan pembicaraan orang lain.

  • Contoh: Tong kosong berbunyi nyaring.

  • Artinya: Ucapan atau janji tinggi yang tidak sesuai dengan kenyataan.

(SLT)