Konten dari Pengguna

Arti Peribahasa Tak Ada Rotan, Akar Pun Jadi dan Amanatnya untuk Manusia

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi arti peribahasa. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi arti peribahasa. Foto: Unsplash

Arti peribahasa "tak ada rotan, akar pun jadi" berhubungan dengan keterbatasan dan kreatifitas. Peribahasa ini cocok untuk menggambarkan beberapa keadaan yang penuh keterbatasan.

Dalam bahasa Indonesia, peribahasa artinya kumpulan kata yang membentuk frasa dan kalimat ini memiliki makna tersirat yang berisi nasihat baik bagi pembaca.

Peribahasa diwariskan secara turun menurun dan disampaikan secara verbal. Untuk itu, penting bagi masyarakat Indonesia masa kini untuk memahami macam-macam peribahasa dan maknanya.

Dalam artikel ini, akan dijelaskan apa makna di balik peribahasa "tak ada rotan, akar pun jadi" dan peribahasa lain yang memiliki amanat positif.

Arti Peribahasa Tak Ada Rotan, Akar Pun Jadi

Ilustrasi arti peribahasa. Foto: Unsplash

Peribahasa "tak ada rotan, akar pun jadi" memiliki makna tersendiri. Dikutip dari buku Koleksi Peribahasa & Pantun Indonesia terbitan Redaksi Indonesia Cerdas (2009), arti peribahasa "tak ada rotan, akar pun jadi" adalah dalam keadaan terpaksa, manusia harus kreatif untuk memecahkan masalahnya sendiri dengan cara alternatif.

Peribahasa "tak ada rotan, akar pun jadi" artinya ketika tidak ada rotan yang bisa digunakan, cari alternatif lain yang mirip, misalnya akar. Dalam hal ini, akar berfungsi sebagai pengganti rotan dan diharapkan dapat memiliki fungsi yang sama.

Kata ‘akar’ sendiri berarti bagian dari tumbuhan yang biasanya tertanam di dalam tanah. Akar tanaman berfungsi sebagai penguat, serta pengisap air dan zat makanan. Makna kiasan dari akar sendiri adalah asal mula, pokok, pangkal, dan yang menjadi sebab.

Amanat yang disampaikan oleh peribahasa ini adalah untuk mencari solusi alternatif jika suatu hal tidak bisa dilakukan. Sebagai manusia, kita harus selalu memutar otak dalam kondisi terdesak. Pikirkan solusi alternatif yang bisa dimanfaatkan dalam keadaan terbatas, seperti akar yang menggantikan rotan.

Baca juga: 20 Pepatah Sunda Kahirupan dan Artinya yang Penuh Makna

Peribahasa dengan Amanat Positif

Ilustrasi arti peribahasa. Foto: Unsplash

Dalam bahasa Indonesia, terdapat berbagai macam peribahasa dengan arti yang berbeda-beda. Peribahasa ini perlu dipelajari sebagai pesan untuk kehidupan dan untuk melestarikan bahasa Indonesia.

Dikutip dari buku Kumpulan Lengkap Peribahasa Indonesia karya Gamal Komandoko (2007), di bawah ini beberapa contoh peribahasa yang memiliki amanat positif untuk kehidupan manusia:

1. Karena mulut bisa binasa

Arti: Karena salah ucap atau salah berkata, dapat menyebabkan kesialan.

2. Luka itu sembuh, parutnya ada juga

Arti: Meskipun luka di hati sudah sembuh, namun tetap akan teringat selamanya.

3. Jangan dibangunkan ular tidur

Arti: Jangan membangkitkan amarah musuh yang telah redam emosinya

4. Mati rusa karena jejak, mati kuau karena bunyi

Arti: Mati celaka karena menunjukkan keunggulan dan menyombongkannya kepada orang lain.

5. Malang cekala Raja Genggang, tuak terbeli tunjang hilang

Arti: Hal yang hendak diraih tidak tercapai, dan hal yang telah dimiliki malah hilang karena sibuk mengejar ketidakpastian.

(TAR)

Baca juga: Arti Peribahasa Bagai Menegakkan Benang Basah