Arti Salam Rahayu dalam Bahasa Jawa dan Bali Beserta Penggunaannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salam Rahayu sering kali terdengar dalam percakapan masyarakat Jawa dan Bali. Salam sapaan ini biasa digunakan untuk mendoakan keberkahan dan kedamaian bagi seseorang.
Mengutip buku Strategi Komunikasi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata susunan Suciati, S.Sos., secara bahasa, salam Rahayu artinya sejahtera atau selamat. Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), salam Rahayu diartikan sebagai kata selamat dan tentram.
Kata “Rahayu” kerap diidentikkan dengan istilah keagamaan tertentu, contohnya agama Hindu. Sejak dulu, kata ini digunakan sebagai doa atau harapan baik yang dipanjatkan untuk keselamatan dan kesejahteraan umat manusia.
Tidak hanya itu, makna Rahayu juga merupakan isyarat yang ditujukan untuk mewajibkan seseorang berbuat baik. Agar lebih memahaminya, simaklah penjelasan tentang makna salam Rahayu berikut ini.
Baca juga: Berbagai Contoh Ucapan Salam Bahasa Bali
Makna Salam Rahayu
Salam Rahayu sebenarnya berasal dari kata “hayu” yang berarti kesentosaan, kebaikan, dan kecantikan. Ungkapan ini identik dengan hal-hal baik yang dimohonkan untuk seseorang.
Sejak dulu, salam Rahayu sudah banyak digunakan sebagai ungkapan sapaan bagi masyarakat Jawa. Sapaan ini bisa ditujukan kepada siapa saja, mulai dari teman, kerabat, ataupun keluarga.
Salam Rahayu bisa digunakan dalam situasi formal dan nonformal. Saat mengucapkan salam ini, seseorang berharap kesentosaan dapat hadir dalam diri orang yang ia sapa. Ini bisa berupa kesentosaan ilmu, alam, dan tingkah laku.
Di Bali, salam Rahayu juga digunakan untuk tujuan yang sama. Berikut ini kumpulan salam Rahayu dalam bahasa Bali yang biasa digunakan untuk percakapan sehari-hari:
Rahayu semeng artinya Selamat pagi
Rahayu tengahi artinya Selamat siang
Rahayu wengi artinya selamat malam
Rahajeng Dina Kuningan artinya Selamat hari raya Kuningan
Rahajeng Wanti Warsa artinya Selamat ulang tahun
Rahajeng Warsa Anyar artinya selamat tahun baru
Selain Rahayu, umat Hindu di Bali juga biasa menggunakan salam sapaan yang lain, salah satunya adalah Om Swastiastu. Sapaan ini mirip seperti “Hi” dalam bahasa Inggris dan “Namaste” dalam bahasa India.
Mengutip buku Kebalian: Konstruksi Dialogis Identitas Bali yang disusun oleh Michel Picard (2020), Om Swastiastu berasal dari kata “Om” yang merujuk pada aksara suci untuk Sang Hyang Widhi. Secara keseluruhan, Om Swastiastu dapat diartikan “Semoga ada kebaikan atas karunia Hyang Widhi”.
Bentuk Wacana Bahasa Bali
Bicara soal bahasa Bali, sebenarnya ada dua jenis wacana yang biasa digunakan, yaitu wacana lisan (tutur) dan tulisan (sasuratan). Berikut penjelasan lengkapnya, dikutip dari buku Sari Kuliah Wacana: Contoh Teks Dharma Wecana dan Sembrama Wecana Bahasa Bali susunan Dr. I Nyoman Suwijaya:
1. Wacana lisan
Wacana lisan disampaikan saat bertindak tutur dalam pergaulan sehari-hari. Dalam hal ini, pembicara dan lawan bicara tidak membaca teks sama sekali. Wacana lisan bisa digunakan dalam lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan lain-lain.
2. Wacana tulisan
Wacana tulisan berisikan berbagai teks wacana yang dikembangkan media bahasa tulis. Wacana ini lingkupnya sangat luas, bahkan bisa digunakan untuk keperluan formal dan kepemerintahan.
Baca juga: Rangkaian Acara dan Tradisi Ibadah Nyepi di Bali
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa fungsi salam Rahayu dalam bahasa Jawa dan Bali?

Apa fungsi salam Rahayu dalam bahasa Jawa dan Bali?
Salam Rahayu biasa digunakan sebagai kalimat sapaan kepada lawan bicara.
Apa arti Om Swastiastu?

Apa arti Om Swastiastu?
Artinya Semoga ada kebaikan atas karunia Hyang Widhi.
Apa saja jenis wacana bahasa Bali?

Apa saja jenis wacana bahasa Bali?
Wacana bahasa Bali terbagi menjadi dua jenis, yaitu wacana tulisan dan lisan.
