Arti Salfa Menurut Islam dan Hubungannya dengan Mahram

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti salfa menurut Islam berkaitan dengan sifat perempuan yang kurang baik. Kata salfa menggambarkan perempuan yang dekat dengan laki-laki.
Dalam Islam, ada konsep yang disebut dengan mahram. Dalam buku Fikih Wanita: 4 Mazhab karya Dr. Muhammad Utsman Al-Khasy (2017), mahram adalah orang perempuan atau laki-laki yang masih termasuk sanak saudara dekat karena keturunan, sesusuan, atau hubungan perkawinan sehingga tidak boleh menikah di antara keduanya. Sebaliknya, bukan mahram adalah orang-orang yang tidak termasuk dalam hubungan tersebut.
Laki-laki dan perempuan yang bukan mahram pun harus menjaga sikap satu sama lain. Misalnya, dengan menutup aurat, dan tidak melakukan hal-hal tertentu. Lalu, apa hubungannya dengan salfa?
Arti Salfa Menurut Islam
Arti salfa dalam Islam adalah perempuan yang terlalu berani dengan laki-laki. Dalam buku Wanita dan Keluarga terbitan Gema Insani, disebutkan bahwa perempuan atau gadis yang salfa adalah perempuan yang tidak memiliki rasa malu di hadapan laki-laki. Bisa juga disebut dengan as-salfa.
Dalam buku Jalan Menuju Hijrah oleh Cicin Yulianti (2002), perempuan salfa dideskripsikan sebagai perempuan atau wanita yang mudah akrab dan berbaur dengan laki-laki yang tidak malu dengan mereka.
Kata-kata ini menyadarkan manusia, baik laki-laki maupun perempuan, bahwa harus lebih berhati-hati dengan lawan jenis yang bukan mahram.
Perempuan salfa artinya perempuan yang tidak bersikap wajar di depan laki-laki asing, yang tidak dikenal, dan bukan mahram. Misalnya, dengan bersikap genit, tidak menjaga pandangan, saling bersentuhan, dan lain-lain. Salfa adalah orang yang melanggar batas-batas yang ditentukan oleh agama Islam.
Baca juga: Arti Al Mutabarrijat dan Perintah Menutup Aurat bagi Perempuan
Salfa dan Mahram
Seperti yang disebutkan di atas, salfa adalah perempuan yang tidak menjaga batasan dengan yang bukan mahram. Aturan tentang mahram sendiri sudah banyak disebutkan di dalam Al-Quran dan hadis, salah satunya adalah sebagai berikut:
قُلْ لِلْمُؤمِنِيْنَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ ذلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِمَايَصْنَعُوْنَ وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلاَيُبْدِيْنَ زِيْنًتَهُنَّ إِلاَّ مَاظَهَرَ مِنْهَا ]
Arti: “Katakanlah olehmu (wahai Muhammad) kepada para lelaki mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui pada apa-apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada para wanita mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan tidak menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa tampak darinya”. [QS. an-Nur (24): 30-31]
Dari ayat di atas, yaitu surat An-Nur ayat 30 dan 31, dijelaskan bahwa orang mukmin harus menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan.
Artinya, laki-laki mukmin tidak boleh melanggar batas-batas dengan yang bukan mahram, begitu pula dengan perempuannya.
Dikutip dari laman Muhammadiyah, pada dasarnya, setiap orang tidak dilarang berduaan dengan mahramnya. Namun, akan lebih baik untuk selalu mengusahakan supaya tidak pernah berduaan dalam suatu ruangan untuk suatu hal yang tidak penting, demi menyelamatkan diri dari fitnah.
Baca juga: Adab Imam Sholat yang Perlu Diketahui Umat Muslim
