Konten dari Pengguna

Arti Sunnah Muakkad dan Contoh Pelaksanaan Ibadahnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sholat Sunnah Muakkad. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sholat Sunnah Muakkad. Foto: Freepik

Dalam kehidupan sehari-hari, umat Muslim wajib melaksanakan ibadah fardhu (wajib) maupun sunnah. Sunnah dibagi menjadi dua jenis, yaitu sunnah muakkad dan sunnah ghairu muakad. Ibadah sunnah dilaksanakan guna menyempurnakan ibadah wajib.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai sunnah muakkad, mulai dari pengertian hingga contoh pelaksanaan ibadahnya yang bisa dipahami umat Muslim.

Pengertian Sunnah Muakkad

Ilustrasi Sholat Sunnah. Foto: Pexels

Melansir buku Fikih Empat Madzhab oleh Syaikh Abdurrahman Al Juzairi, menurut Ulama Malikiyah sunnah adalah apa yang diperintahkan oleh pembuat syariat, kemudian perintah tersebut memiliki keagungan nilai dan ditegaskan untuk ditempatkan kepada para jamaah atau pengikutnya.

Sementara hukum melaksanakan ibadah sunnah adalah apabila ibadah tersebut dikerjakan, maka seseorang akan mendapatkan pahala. Sedangkan jika tidak dikerjakan, maka orang tersebut tidak akan mendapatkan dosa.

Dalam praktiknya, ibadah sunnah dibagi menjadi dua, yaitu sunnah muakkad dan sunnah ghairu muakad.

Berdasarkan tinjauan ilmu Ushul Fiqh, sunnah muakkad adalah amalan sunnah yang dilakukan untuk menyempurnakan suatu ibadah wajib dan dianjurkan dilakukan sebab tingkatannya hampir mendekati ibadah wajib.

Sunnah muakkad dianggap sebagai cara menyempurnakan suatu ibadah. Sebab, ketika seseorang melaksanakan ibadah fardhu, bisa saja ada bagian-bagian sunnah yang tidak ia kerjakan sehingga mengurangi pahalanya.

Contohnya ketika seseorang mengerjakan sholat fardhu lalu tidak membaca surat pendek, maka sholat akan tetap sah namun tidak sempurna.

Dengan mengerjakan sholat rawatib (sholat yang termasuk ibadah sunnah muakkad), maka diharapkan pahalanya dapat melengkapi sunnah membaca surat pendek yang ia tinggalkan.

Sunnah muakkad juga dapat dipahami sebagai suatu amalan yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan karena tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW. Hanya sekali atau dua kali saja beliau meninggalkannya untuk menunjukkan kepada umatnya bahwa ibadah tersebut tidaklah wajib.

Contoh Ibadah Sunnah Muakkad

Ilustrasi Sholat Sunnah Muakkad. Foto: Freepik

Dikutip dari laman NU Online.or.id, berikut contoh pelaksanaan ibadah sunnah muakkad yang berupa sholat sunnah.

1. Sholat Rawatib

Shalat rawatib bisa menjadi penyempurna ibadah sholat fardhu, di antaranya meliputi:

  • Dua rakaat sebelum melaksanakan sholat subuh (qabliyah)

  • Dua rakaat sebelum melaksanakan sholat dzuhur (qabliyah)

  • Dua rakaat sesudah melaksanakan sholat dzuhur (ba’diyah)

  • Dua rakaat sesudah melaksanakan sholat maghrib (ba’diyah)

  • Dua rakaat sesudah melaksanakan sholat isya (ba’diyah)

2. Sholat Sunnah Malam

Adapun sholat malam yang hukum melaksanakannya adalah sunnah muakkad, yaitu:

  • Sholat Witir

  • Sholat Tahajud

  • Sholat Tarawih di bulan Ramadhan

  • Sholat Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha

3. Shalat Tahiyatul Masjid

Salat tahiyatul masjid adalah sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan ketika seseorang memasuki masjid.

4. Shalat Dhuha

Sholat dhuha dilakukan seseorang ketika memasuki waktu dhuha. Waktu dhuha yakni ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya hingga mulai memasuki waktu dzuhur.

Baca Juga: Perbedaan Salat Sunnah Muakkad dan Ghairu Muakkad dalam Salat Rawatib

Ketentuan Melaksakan Sholat Sunnah Muakkad

Ilustrasi Sholat Sunnah Muakkad. Foto: Freepik
  • Tidak didahului oleh adzan dan iqomah, kecuali sholat rawatib.

  • Dilaksanakan sendirian (munfarid), kecuali sholat dua hari raya.

  • Diawali dengan niat sesuai jenis sholatnya.

  • Dilaksanakan dua rakaat dengan satu salam.

  • Melaksanakan sholat sunnah di tempat yang berbeda dari sholat wajib.

  • Bacaan berbisik.

(VIO)