Konten dari Pengguna

Arti Tibo Geyeng dalam Primbon Jawa

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi primbon. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi primbon. Foto: Pexels.

Sebagian besar masyarakat Jawa masih percaya pada primbon dalam merencanakan pernikahan, misalnya pantangan menikahi weton tibo geyeng. Tibo geyeng artinya berkaitan dengan ramalan kecocokan pasangan.

Weton adalah gabungan hari lahir dan pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon) dalam kalender Jawa. Konon, watak atau karakter seseorang bisa dilihat melalui perhitungan wetonnya.

Selain karakter, perhitungan weton juga bisa digunakan untuk memprediksi nasib, keberuntungan, hingga jodoh. Seperti apa ramalan weton tibo geyeng? Yuk, simak penjelasan berikut.

Arti Tibo Geyeng

Ilustrasi primbon. Foto: Pexels.

Dalam ramalan jodoh, weton yang harus dihindari adalah tibo geyeng. Tibo secara harfiah berarti “jatuh”. Dalam primbon, "tibo" kerap digunakan untuk menyebut hitungan weton yang memiliki karakteristik tertentu. Adapun “geyeng” dalam Bahasa Jawa artinya “goyang” atau “tidak pas”.

Tibo geyeng terjadi saat pasangan memiliki pasaran dalam hitungan weton wage dan pahing. Menurut kepercayaan masyarakat Jawa, pasangan yang mempunyai weton wage dan pahing dilarang untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Merujuk jurnal Larangan Pernikahan Weton Geyeng dalam Adat Jawa oleh Eko Setiawan (2022), jika dipaksakan menikah, rumah tangganya tidak akan harmonis.

Pasangan tersebut juga rentan mengalami konflik sehingga usia pernikahan tidak akan bertahan lama. Ini karena orang yang lahir pada pasaran Wage dan Pahing mempunyai karakter yang berlawanan. Watak keduanya layaknya air dengan minyak, saling berseberangan, tidak bisa akur dan tidak ada aura positif sedikitpun dari orang yang lahir pada pasaran ini.

Beberapa orang percaya, tibo geyeng tidak bisa ditebus dengan ritual apapun sehingga jalan satu-satunya adalah mengakhiri hubungan. Sebab, jika pernikahan tetap berlanjut dikhawatirkan kehidupannya tidak akan tentram, banyak mengalami musibah, dan mengalami celaka atas nasib yang akan terjadi.

Karakter Wage dan Pahing

Ilustrasi primbon. Foto: Pexels.

Berikut karakter atau watak pemilik weton wage dan pahing yang dihimpun dari buku Seni Berdamai dengan Orang Lain oleh Jasmine Asyahida (2022).

  • Senin Wage: Penuh pertimbangan, jujur, suka mendengarkan keluh kesah orang lain, pemarah.

  • Selasa Wage: Rendah hati, suka mengalah, optimis, kaku, pencemburu dan pemarah.

  • Rabu Wage: Baik hati, ramah, bijaksana, dan boros.

  • Kamis Wage: Pemimpi, konsisten, mudah dibujuk, melankolis,

  • Jumat Wage: Jujur, mudah iba, murni hati, mudah tersinggung, dan keras kepala.

  • Sabtu Wage: Teguh pendirian, mudah marah, pencemburu, dan boros.

  • Minggu Wage: Sensitif, pekerja, keras, dan tertutup.

  • Senin Pahing: Tegas, jujur, pekerja keras, dan cepat naik darah.

  • Selasa Pahing: Santai, terampil, dan pendendam.

  • Rabu Pahing: Perhitungan, penuh pertimbangan, santai, angkuh, dan sangat waspada.

  • Kamis Pahing: Peduli pada orang terdekat, angkuh, dan pemarah.

  • Jumat Pahing: Jujur, gigih, dan boros.

  • Sabtu Pahing: Cepat naik darah, pemaaf, dan perhitungan.

  • Minggu Pahing: Melankolis, keras kepala, dan pendendam.

Baca Juga: Arti Segoro Waseso, Weton Jodoh yang Dihitung dari Sisa Neptu

(GLW)