Aspek yang Perlu Diperhatikan dalam Penataan Ruang Pameran Arsip Statis Adalah?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pameran arsip (archives exhibition) kini semakin banyak diselenggarakan oleh berbagai lembaga kearsipan. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempublikasikan arsip statis yang dikelola kepada masyarakat.
Meskipun pameran virtual semakin berkembang, banyak lembaga kearsipan yang tetap menyelenggarakan pameran secara langsung (on-site). Agar pelaksanaannya berjalan lancar, penataan ruang pameran perlu dirancang dengan cermat agar koleksi tetap aman sekaligus nyaman dinikmati oleh pengunjung.
Pasalnya, kesalahan dalam mengatur ruang atau lingkungan pameran dapat meningkatkan risiko kerusakan pada arsip yang umumnya memiliki nilai sejarah tinggi. Berikut salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam penataan ruang pameran arsip statis.
Salah Satu Aspek yang Perlu Diperhatikan dalam Penataan Ruang Pameran Arsip Statis
Merujuk pada Peraturan Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemanfaatan Arsip Statis, salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam penataan ruang pameran arsip statis adalah penataan materi arsip yang dipamerkan.
Materi yang disajikan harus memperhatikan makna dan konteks koleksi arsip serta didukung oleh hasil kajian agar dapat menambah wawasan dan pengetahuan pengunjung.
Selain penataan materi, terdapat dua aspek penting lainnya yang perlu diperhatikan, yaitu:
Aspek pencahayaan: Cahaya dapat merusak materi Arsip sehingga sistem pencahayaan harus diatur dengan baik. Intensitas cahaya yang mengenai objek atau materi Arsip yang dipamerkan direkomendasikan tidak melebihi 50 lux.
Suhu ruangan: Suhu menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi Arsip Statis selama pameran berlangsung. Oleh karena itu, area pameran harus dilengkapi dengan alat pengukur suhu (termometer). Adapun suhu yang direkomendasikan berkisar 16–20°C.
Prosedur Penyelenggaraan Pameran Arsip Statis
Berdasarkan Peraturan Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2025, penyelenggaraan Pameran Arsip Statis dilakukan melalui beberapa tahapan. Berikut prosedur penyelenggaraan Pameran Arsip Statis (on-site):
1. Perencanaan Pameran
Tahap awal dilakukan dengan menentukan tema pameran, menyiapkan materi Arsip, menyusun tim, menetapkan waktu dan lokasi, serta menyiapkan anggaran.
2. Pembentukan Tim
Lembaga kearsipan membentuk tim pelaksana dan menetapkan kurator utama. Apabila diperlukan, tim juga dapat melibatkan tenaga ahli, seperti penata pameran atau desainer.
3. Penyusunan Rencana Teknis
Tim menyusun rencana kerja yang mencakup jadwal kegiatan, tahapan pelaksanaan, kebutuhan peralatan, sumber daya manusia, dan anggaran.
4. Identifikasi dan Penelusuran Arsip
Tim menelusuri Arsip Statis yang akan dipamerkan serta mengumpulkan referensi pendukung, seperti buku, koran, atau majalah untuk memperkuat narasi pameran.
5. Peminjaman dan Pemindaian Arsip
Arsip yang telah dipilih pada tahap identifikasi, dipinjam dan dipindai sesuai standar yang berlaku. Proses ini dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi fisik arsip agar tidak mengalami kerusakan.
6. Kurasi dan Penyusunan Narasi
Kurator menyusun alur cerita (storyline) dan narasi pameran berdasarkan tema serta materi arsip yang telah dikumpulkan.
7. Penyusunan Konsep Desain Pameran
Konsep desain disusun berdasarkan hasil kurasi, meliputi desain panel, tata letak, media visual, hingga komponen audio visual dan interaktif.
8. Penyusunan Katalog Pameran
Tim menyusun katalog yang memuat informasi pameran, termasuk sambutan, prolog, serta materi arsip yang dipamerkan.
9. Penataan Display dan Pencetakan Katalog
Display pameran dibangun sesuai konsep yang telah disusun, disertai pencetakan katalog dan pengawasan proses pelaksanaannya.
10. Pelaksanaan Pameran
Tahap akhir meliputi persiapan pembukaan, publikasi kegiatan, pemanduan pengunjung selama pameran, hingga penutupan acara.
Baca Juga: Arsip yang Masih Digunakan Secara Langsung Disebut Apa? Ini Penjelasannya
(ANB)
