Assalamualaikum Ya Ahli Kubur, Salah Satu Adab Ziarah Kubur yang Perlu Diamalkan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengucapkan salam saat memasuki area pekuburan termasuk dalam adab ziarah kubur. Salam yang sering diucapkan oleh para peziarah yakni, Assalamualaikum ya ahli kubur. Ucapan salam ini ditujukan kepada para mayit yang dimakamkan di sana.
Salah satu lafaz salam yang diajarkan oleh Rasulullah disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Ibnul Jauzi dalam bukunya Al Wafa menyebutkan, hadits tersebut berasal dari Abu Muwahibah, seorang sahaya yang dimerdekakan oleh Rasulullah.
Abu Muwaihibah menceritakan bahwa ia menemani Rasulullah berkunjung ke Baqi, salah satu tempat pemakaman di Madinah. Ketika masuk ke area pemakaman, Rasulullah SAW bersabda:
“Assalamualaikum, ya ahli kubur semua! Kalian sudah tidak lagi merasakan apa yang terjadi pada pada manusia sekarang. Jika saja kalian mengetahui peristiwa yang terjadi, ketahuilah Allah selamatkan kalian dari bahayanya, fitnah-finah terus terjadi bagaikan malam hari yang gelap gulita, terus datang silih berganti. Masa-masa belakangan lebih buram daripada masa-masa sebelumnya. (HR. Muslim)
Adapun lafaz salam kepada ahli kubur yang diajarkan Rasulullah dikutip dari Kitab Doa-doa Ketika Berziarah karya Siti Nur Aidah dkk., adalah sebagai berikut:
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَإِنَّا إِِنْ شَاءَاللَّهُ بِكُمْ لَا
حِقُوْ نَ، نَسْأَلُ اللَّهَ لَنَاوَلَكُمُ الْعَافِيَةَ
"Assalamu'alaikum ahlad-diyaar minal mu'miniina wal muslimiin. Wa inna insyaa alloohu bikum laahiquun. Nasalullooha lanaa walakumul 'aafiyah."
Artinya: “Salam keselamatan atas kalian wahai penghuni rumah-rumah kuburan dari kalangan kaum mukminin dan muslimin. Dan kami insyaallah benar-bnar akan menyusul, aku memohon kepada Allah keselamatan untuk kami dan untuk kalian.” (HR. Muslim no.1620)
Ucapan salam ini berlaku bagi mayit Muslim. Sedangkan saat memasuki kuburan orang kafir, seorang Muslim tidak boleh mengucapka salam untuk mereka, dan tidak boleh pula mendoakan. Bahkan, nabi memerintahkan untuk memberikan kabar buruk kepada mereka berupa ancaman api neraka. (HR. Ibnu Majah no 1562)
Ziarah kubur merupakan amalan sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah. Amalan ini merupakan hal yang disyariatkan Islam dengan tujuan agar orang yang mengamalkannya dapat mengambil pelajaran dengan mengingat akhirat.
Nabi juga mengingatkan agar amalan ini tidak ternodai dari hal-hal yang bertentangan dengan syariat. Misalnya, meminta sesuatu kepada ahli kubur yang diziarahi agar mengabulkan segala hajat. Untuk itu, umat Muslim perlu mengetahui adab-adab ziarah kubur sesuai sunah Rasulullah.
Adab Ziarah Kubur
Ust. Ahmad Zacky Elsyafa dalam bukunya Innaa Lillaahi Wa Innaa Ilaihi Raaji`uun menyebutkan, beberapa adab ziarah kubur lainnya yang sesuai sunah Rasulullah, di antaranya sebagai berikut:
Hendaknya berziarah dengan meluruskan niat ikhlas hanya karena Allah, dengan tujuan mendoakan ahli kubur agar segala amal kebaikannya sewaktu hidup diterima Allah dan diampuni segala dosa-dosanya.
Saat melakukan ziarah hendaknya dalam keadaan suci, baik dari hadas kecil maupun dari hadas besar.
Saat memasuki area kuburan disunahkan mengucapkan salam kepada ahli kubur, seperti yang dijelaskan di atas.
Saat berada di makam yang dituju, posisi duduk yang baik adalah menghadap kiblat dengan posisi duduk di arah muka mayit.
Berziarah dengan membaca Alquran seperti surat Yasiin.
Tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan agama dan berbau kemusyrikan. Misalnya, meminta kepada sang ahli kubur agar hajatnya cepat terkabul, membawa dupa, dan melakukan tapa atau semedi di makam.
Saat melewati pemakaman jangan sampai melangkahi salah satu makam yang ada.
Jangan sekali-sekali duduk di atas kubur atau di atas nisan.
Jangan melakukan hal-hal yang tidak pantas dilakukan. Misalnya, buang air besar atau buang air kecil di area kuburan.
Hendaknya peziarah datang ke makam tidak hanya sekedar mendoakan bagi yang mati, namun ia harus bertafakur dengan mengambil pelajaran dari kematian.
(IPT)
