Aturan Baru Oscar 2027: Nominasi Ganda hingga Larangan Penggunaan AI

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Piala Oscar resmi merilis sejumlah aturan baru untuk gelaran Academy Awards ke-99 pada 2027 mendatang. Kebijakan tersebut disahkan oleh Academy of Motion Picture Arts and Sciences selaku penyelenggara.
Aturan baru ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari sistem nominasi aktor hingga penggunaan teknologi artificial intelligence (AI) dalam proses produksi film. Perubahan tersebut dinilai menjadi penanda arah baru Academy dalam merespons dinamika industri perfilman global.
Melalui kebijakan ini, Oscar juga ingin menyesuaikan sistem penilaiannya dengan era perfilman modern tanpa mengabaikan nilai kreativitas dan kontribusi manusia di balik sebuah karya film. Lantas, apa saja aturan baru yang dirilis Oscar? Yuk, simak informasi lengkapnya berikut ini.
Aturan Baru Oscar
Dirangkum dari laman Deadline dan Variety, berikut sejumlah aturan baru yang mulai diberlakukan dalam ajang Oscar mendatang:
1. Aktor Bisa Dapat Dua Nominasi Sekaligus
Salah satu perubahan paling mencolok dalam aturan baru Oscar berada di kategori akting. Kini, seorang aktor atau aktris bisa mendapatkan lebih dari satu nominasi dalam kategori yang sama, selama penampilannya berhasil masuk dalam lima besar perolehan suara.
Aturan ini dinilai sebagai langkah untuk mengurangi praktik category fraud, yakni strategi studio yang sengaja memindahkan aktor ke kategori pendukung demi memperbesar peluang meraih kemenangan.
Ada sejumlah nama besar yang kemungkinan akan diuntungkan jika aturan ini sudah diterapkan sejak beberapa tahun lalu. Berikut di antaranya:
Leonardo DiCaprio - film Blood Diamond (2006) dan The Departed (2006)
Jessica Chastain - film The Help (2011), The Tree of Life (2011), dan Take Shelter (2011)
Alicia Vikander - film The Danish Girl (2014) dan Ex Machina (2014)
Scarlett Johansson - film Marriage Story (2019) dan Jojo Rabbit (2019)
Sebastian Stan - film The Apprentice (2024) dan A Different Man (2024)
2. Penggunaan AI Diawasi Ketat
Penggunaan kecerdasan buatan atau AI juga menjadi perhatian besar dalam aturan baru Oscar. Akademi menegaskan bahwa hanya karya yang benar-benar melibatkan kontribusi manusia yang dapat masuk nominasi.
Untuk kategori penulisan, aturannya kini jauh lebih tegas. Naskah yang diajukan wajib ditulis sepenuhnya oleh manusia. Begitupun dengan kategori akting, hanya peran yang benar-benar dimainkan manusia dan tercantum dalam kredit film yang bisa masuk nominasi.
Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya penggunaan teknologi AI di industri film, termasuk kontroversi penggunaan teknologi digital untuk mereplikasi wajah aktor seperti Val Kilmer. Lewat aturan ini, Oscar ingin menegaskan bahwa teknologi boleh berkembang, tetapi esensi seni dan kreativitas tetap harus berasal dari manusia.
3. Film Internasional Punya Jalur Baru
Perubahan besar lainnya ada di kategori film panjang internasional. Kini, satu negara bisa diwakili lebih dari satu film, bahkan tanpa harus melalui komite resmi negara tersebut.
Film berbahasa non-Inggris juga dapat mengajukan diri secara mandiri selama memenuhi syarat tertentu, terutama jika berhasil memenangkan penghargaan utama di festival film bergengsi dunia seperti:
Cannes Film Festival (Palme d’Or)
Berlin International Film Festival (Golden Bear)
Venice International Film Festival (Golden Lion)
Sundance Film Festival
Toronto International Film Festival
Busan International Film Festival
Aturan baru ini membuka peluang lebih luas bagi film-film berkualitas dari berbagai negara tanpa harus bergantung pada keputusan politik atau seleksi internal nasional. Menariknya, penghargaan nantinya akan diberikan langsung kepada film dan sutradaranya, bukan lagi mewakili negara tertentu.
Baca Juga: Anna Wintour dan Anne Hathaway Bikin Referensi The Devil Wears Prada di Oscar
(ANB)
