Konten dari Pengguna

Aturan Puasa Pantang Katolik yang Perlu Diperhatikan selama Masa Prapaskah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi aturan puasa pantang katolik. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi aturan puasa pantang katolik. Foto: Pexels

Salah satu praktik yang dikerjakan umat Katolik di Masa Prapaskah adalah menjalankan puasa dan pantang. Puasa dilakukan pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung, sementara pantang dijalankan pada Rabu Abu dan setiap Jumat selama Masa Prapaskah.

Adapun yang diwajibkan berpuasa adalah umat Katolik berusia 18–60 tahun, sedangkan pantang berlaku bagi semua yang berusia 14 tahun ke atas. Aturan puasa dan pantang Katolik memiliki ketentuan cukup berbeda dibandingkan praktik di agama lain. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Aturan Puasa Katolik

Ilustrasi aturan puasa pantang katolik. Foto: Unsplash

Puasa merupakan latihan rohani untuk menahan diri dari keterikatan pada hal-hal duniawi. Tujuannya adalah mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus membuka hati untuk menerima karunia-Nya. Selain itu, puasa menjadi sarana pertobatan dan pembaruan hidup rohani.

Menurut buku Mysterium Paschale: Makna Misteri Paskah dalam Perayaan Liturgi – Seri Perjalanan Jiwa 9 oleh Emanuel Martasudjita, Pr, puasa dilakukan untuk berpartisipasi dalam penderitaan dan wafat Yesus Kristus, sehingga umat dapat memperoleh pengampunan dosa.

Praktik ini menekankan pengendalian diri dan refleksi spiritual, bukan hanya sekadar menahan lapar. Puasa Rabu Abu dan Jumat Agung merupakan hari-hari wajib puasa bagi umat Katolik berusia 18–60 tahun yang sehat.

Selama Masa Prapaskah, puasa Katolik berarti makan satu kali makan lengkap dan dua kali makan kecil yang jika digabungkan tidak setara dengan satu kali makan utama. Sementara itu, orang Katolik diperbolehkan minum selama puasa.

Aturan Pantang Katolik

Ilustrasi aturan puasa pantang katolik. Foto: Pexels

Pantang berarti menahan diri atau menghindari sesuatu sebagai bentuk pengorbanan. Menurut laman Archdiocese of Saint Paul & Minneapolis, pantang utama dalam tradisi Katolik adalah tidak mengonsumsi daging mamalia dan unggas, seperti sapi, ayam, dan kalkun.

Praktik ini dianggap sebagai penebusan dosa sederhana karena secara historis daging termasuk makanan mewah, sementara ikan lebih murah dan lebih sering dikonsumsi.

Pantang berlaku bagi semua umat Katolik berusia 14 tahun ke atas tanpa batasan usia atas. Produk non-daging, seperti susu, keju, mentega, telur, atau saus dari lemak hewan, umumnya tetap diperbolehkan.

Ikan dan hewan berdarah dingin yang hidup di air serta menggunakan insang tidak termasuk kategori daging, sehingga tetap boleh dikonsumsi.

Selain pantang makanan, umat juga dianjurkan melakukan pantang pribadi sebagai bentuk pertobatan. Contohnya berhenti makan makanan manis, berhenti merokok, membatasi menonton televisi atau hiburan lainnya, atau menahan diri dari kebiasaan sehari-hari.

Selain bertujuan menguji ketahanan, hal ini juga berfungsi mendekatkan diri kepada Kristus. Misalnya, jika seseorang berhenti menonton acara favorit, waktu luangnya dapat digunakan untuk berdoa atau berkegiatan bersama keluarga agar pantang terasa lebih bermakna.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri di Rumah dan Bacaan Doanya

(SA)